Archive for October, 2009

October 17, 2009

MASA PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang (1942 – 1945)
Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Admiral Isoroku Yamamoto, Panglima Angkatan Laut Jepang, mengembangkan strategi perang yang sangat berani, yaitu mengerahkan seluruh kekuatan armadanya untuk dua operasi besar. Seluruh potensi Angkatan Laut Jepang mencakup 6 kapal induk (pengangkut pesawat tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah berat, 20 kapal penjelajah ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal selam serta 2.274 pesawat tempur. Kekuatan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2 kapal perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur, tanggal 7 Desember 1941, akan menyerang secara mendadak basis Armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbor di kepulauan Hawaii. Sedangkan kekuatan kedua, sisa kekuatan Angkatan Laut yang mereka miliki, mendukung Angkatan Darat dalam Operasi Selatan, yaitu penyerangan atas Filipina dan Malaya/Singapura, yang akan dilanjutkan ke Jawa. Kekuatan yang dikerahkan ke Asia Tenggara adalah 11 Divisi Infantri yang didukung oleh 7 resimen tank serta 795 pesawat tempur. Seluruh operasi direncanakan selesai dalam 150 hari. Admiral Chuichi Nagumo memimpin armada yang ditugaskan menyerang Pearl Harbor.
Hari minggu pagi tanggal 7 Desember 1941, 360 pesawat terbang yang terdiri dari pembom pembawa torpedo serta sejumlah pesawat tempur diberangkatkan dalam dua gelombang. Pengeboman Pearl Harbor ini berhasil menenggelamkan dua kapal perang besar serta merusak 6 kapal perang lain. Selain itu pemboman Jepang tesebut juga menghancurkan 180 pesawat tempur Amerika. Lebih dari 2.330 serdadu Amerika tewas dan lebih dari 1.140 lainnya luka-luka. Namun tiga kapal induk Amerika selamat, karena pada saat itu tidak berada di Pearl Harbor. Tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.
Perang Pasifik ini berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia-Belanda adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber minyak utama.
Gerakan invasi militer Jepang cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak, dan Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang.
Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). ABDACOM dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell dan berpusat di Bandung. Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.

jepang

Upacara penyerahan kekuasaan dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Dalam upacara tersebut Sekutu diwakili oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Jenderal Ter Poorten, sedang Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Dengan penyerahan itu secara otomatis Indonesia mulai dijajah oleh Jepang.
Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia pada prinsipnya diprioritaskan pada dua hal, yaitu:
1. menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia, dan
2. memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
Politik imperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Dengan berbagai cara, Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji-janji maupun kekerasan.
Pada mulanya, propaganda Jepang kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda. Setelah itu, pasukan-pasukan Jepang mulai mencuri makanan dan menangkapi orang untuk dijadikan pekerja paksa, sehingga pandangan bangsa Indonesia terhadap mereka mulai berbalik.
Militer Jepang membuat tiga kesalahan besar terhadap bangsa Indonesia:
1. kerja paksa: banyak laki-laki Indonesia diambil dari tengah keluarga mereka dan dikirim hingga ke Burma untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk. Ribuan orang mati atau hilang.
2. pengambilan paksa: tentara-tentara Jepang dengan paksa mengambil makanan, pakaian dan berbagai pasokan lainnya dari keluarga-keluarga Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi. Hal ini menyebabkan kelaparan dan penderitaan semasa perang.
3. perbudakan paksa terhadap perempuan: banyak perempuan Indonesia yang dijadikan “wanita penghibur ” bagi tentara-tentara Jepang.

C. Pemerintahan pada Zaman Pendudukan Jepang
Masa pendudukan Jepang berbeda dengan masa penjajahan Belanda. Pada penjajahan Belanda pemerintahan dipegang oleh pemerintahan sipil. Sedangkan masa Jepang dipimpin oleh militer. Dalam menjalankan pemerintahannya, Indonesia dibagi dalam tiga
wilayah kekuasaan militer.
1. Wilayah I, meliputi Pulau Jawa dan Madura diperintah oleh Tentara keenambelas (Angkatan Darat) dengan pusatnya di Batavia (Jakarta).
2. Wilayah II meliputi daerah Pulau Sumatra, diperintah oleh tentara keduapuluh lima (Angkatan Darat) dengan pusatnya di Bukittinggi.
3. Wilayah III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Timor, Maluku diperintah oleh Armada Selatan Kedua (Angkatan Laut) dan berkedudukan di Makassar (Ujungpandang).

jepang1

Berikut ini berbagai kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
1. Bidang Politik
Pada masa awal pendudukan, Jepang menyebarkan propaganda yang menarik. Sikap Jepang pada awalnya menunjukkan kelunakan, misalnya:
a. mengizinkan bendera Merah Putih dikibarkan di samping bendera Jepang,
b. melarang penggunaan bahasa Belanda,
c. mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, dan
d. mengizinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kebijakan Jepang yang lunak ternyata tidak berjalan lama. Jenderal Imamura mengubah semua kebijakannya. Kegiatan politik dilarang dan semua organisasi politik yang ada dibubarkan. Sebagai gantinya Jepang membentuk organisasi-organisasi baru. Tentunya untuk kepentingan Jepang itu sendiri. Organisasi-organisasi yang didirikan Jepang antara lain Gerakan Tiga A, Putera, dan Jawa Hokokai.
a. Gerakan Tiga A
Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan Maret 1942 dan diketuai oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A terdiri dari Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Tujuan gerakan ini adalah untuk menghimpun potensi bangsa guna kemakmuran bersama. Ternyata Gerakan Tiga A tidak berumur lama karena dirasa kurang efektif oleh Jepang sehingga dibubarkan, sebagai gantinya dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat).
b . Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Pada tanggal 1 Maret 1943 Jepang membentuk Putera. Gerakan ini dipimpin oleh tokoh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.

jepang2

Bagi para pemimpin Indonesia, Putera bertujuan untuk membangun dan menghidupkan segala apa yang dirobohkan oleh imperialis Belanda. Sedangkan bagi Jepang, Putera bertujuan untuk memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha perangnya. Putera lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia daripada bagi Jepang. Putera lebih mengarahkan perhatian rakyat kepada kemerdekaan daripada kepada usaha perang pihak Jepang. Oleh karena itu kemudian Jepang membentuk Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa).
c . Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
Pada bulan Maret 1944 pemerintah Jepang membentuk Jawa Hokokai. Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah sehingga pucuk kepemimpinan langsung dipegang oleh Gunseikan. Himpunan ini mempunyai tiga dasar yaitu mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bukti. Jawa Hokokai mempunyai tugas antara lain mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, besi tua, pajak, dan menanam jarak sebagai bahan baku pelumas untuk Jepang. Pada tanggal 5 September 1943 membentuk Cuo Sangi In (Badan Pertimbangan) atas anjuran Perdana Menteri Hideki Tojo. Ketua Cuo Sangi In dipegang oleh Ir. Soekarno. Tugas badan ini adalah mengajukan usul kepada pemerintah serta menjawab pertanyaan pemerintah mengenai tindakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah militer.
2. Bidang Ekonomi
Pada awal pendudukan Jepang, ekonomi Indonesia mengalami kelumpuhan obyek-obyek vital seperti pertambangan dan industri dibumihanguskan oleh Sekutu. Untuk menormalisasi keadaan, Jepang banyak melakukan kegiatan produksi. Semua kegiatan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang. Misalnya dengan membangun pabrik senjata dan mewajibkan rakyat menanam pohon jarak. Oleh karena itu Jepang menerapkan sistem autarki. Sistem autarki adalah tiap-tiap daerah diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk membangun fasilitas perang, Jepang memerlukan banyak tenaga kasar. Tenaga kasar yang digunakan untuk kerja paksa dinamakan romusha. Kehidupan romusha sangat mengenaskan. Mereka hidup menderita, miskin, kelaparan, dan tidak jarang terjadi kematian. Selain dengan romusha, Jepang juga mengeksploitasi sumber daya alam terutama batu bara dan minyak bumi.
3. Bidang Sosial
Pada masa Jepang banyak rakyat Indonesia yang dipaksa menjadi romusha. Mereka dipaksa bekerja keras tanpa diberi upah dan makanan. Akibatnya banyak romusha yang meninggal dan terjangkit wabah penyakit. Karena kemelaratan yang dialami para romusha tersebut, muncul golongan baru yang disebut golongan kere atau gembel.
Jepang juga mengatur sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat. Stratifikasi sosial pada masa pendudukan Jepang terdiri dari:
a. Golongan teratas yaitu golongan Jepang.
b. Golongan kedua yaitu golongan pribumi.
c. Golongan ketiga yaitu golongan Timur Asing.
4 . Bidang Militer
Dalam rangka memperkuat kedudukan dalam Perang Pasifik, Jepang melakukan mobilisasi para pemuda untuk dibina dalam latihan militer. Oleh karena itu Jepang membentuk organisasiorganisasi semimiliter dan organisasi militer. Lihat tabel 2.4
jepang3
Tabel 2.4 Organisasi-Organisasi Semimiliter dan Organisasi Militer Bentukan Jepang

5. Bidang Budaya
Pada masa pendudukan Jepang, bahasa Indonesia diizinkan digunakan dalam komunikasi. Sebaliknya, bahasa Belanda tidak boleh digunakan. Papan nama dalam toko, rumah makan, atau perusahaan yang berbahasa Belanda diganti dengan bahasa Indonesia atau bahasa Jepang. Surat kabar dan film yang berbahasa Belanda dilarang beredar.
D. Strategi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
Dalam menghadapi penjajahan Jepang, para pejuang memiliki strategi yang tidak sama. Ada dua macam golongan yaitu golongan kooperatif dan nonkooperatif. Golongan kooperatif bersedia kerja sama dengan Jepang. Mereka duduk dalam organisasi bentukan Jepang. Sedang golongan nonkooperatif adalah golongan yang tidak mau bekerja sama dengan Jepang, mereka membentuk organisasi bawah tanah. Berikut ini kelompok bawah tanah pada masa Jepang, lihat tabel 2.5
jepang4
Tabel 2.5 Kelompok Bawah Tanah pada Masa Pendudukan Jepang
Perjuangan yang bersifat kooperatif dilakukan oleh para pemimpin bangsa. Mereka bersedia bekerja sama dengan Jepang. Perjuangan yang kooperatif dilakukan dengan bergabung dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang misalnya dalam Putera, Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A, dan Cuo Sangi In. Di samping itu juga duduk dalam badan-badan pemerintahan Jepang.
E. Perlawanan terhadap Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, kehidupan rakyat sangat menderita. Hal ini disebabkan rakyat dipaksa menjadi romusha dan dibebani kewajiban menyerahkan hasil panennya. Penderitaan yang dialami rakyat menyebabkan munculnya rasa benci terhadap Jepang. Kebencian itu diperparah dengan kewajiban untuk melakukan Seikerei (menghormat) ke arah Tokyo yang tidak dapat diterima. Akibatnya terjadi perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekejaman tentara Jepang. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 2.6 berikut.

jepang5
Tabel 2.6 Perlawanan-Perlawanan yang Muncul terhadap Jepang
Perlawanan rakyat yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah hadiah dari pemerintah Jepang. Kemerdekaan Indonesia diperjuangkan, dan kemudian dipertahankan oleh bangsa Indonesia sendiri.
F. Berbagai Perubahan Akibat Pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang telah mengakibatkan berbagai perubahan pada masyarakat pedesaan Indonesia, khususnya Jawa. kebijakan-kebijakan Jepang mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa perubahan yang
terjadi akibat pendudukan Jepang di Indonesia.
1 . Aspek Politik Pemerintahan
Dalam bidang pemerintah terjadi perubahan dari pemerintahan sipil ke pemerintahan militer, jabatan Gubernur Jenderal diganti dengan Panglima Tentara Jepang. Untuk memperlancar proses eksploitasi di pedesaan dan mengontrol rakyat, Jepang membentuk tonarigumi (Rukun Tetangga). Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengawasan terhadap penduduk. Akibat dibentuknya tonarigumi, peran dan fungsi lembaga politik tradisional memudar.
2. Aspek Sosial Ekonomi
Pada masa Jepang, juga diberlakukan politik penyerahan padi secara paksa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi para tentara. Akibat penyerahan padi itu antara lain angka kematian meningkat, tingkat kesehatan masyarakat menurun, kelangkaan bahan pangan, dan kesejahteraan sosial sangat buruk. Mobilitas sosial masyarakat cukup tinggi. Golongan pemuda, pelajar, dan tokoh masyarakat mengalami peningkatan status sosial. Hal ini disebabkan mereka bergabung dalam organisasi bentukan Jepang. Selain itu juga duduk dalam pemerintahan.
3. Aspek Mentalitas Masyarakat
Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Melihat hal tersebut, Jepang memanfaatkannya sebagai tenaga kerja. Masyarakat pedesaan dipaksa menjadi romusha. Para romusha harus membuat pabrik senjata, benteng pertahanan, dan jalan. Mereka
tidak hanya bekerja di Indonesia tetapi juga dikirim ke luar negeri. Para romusha sangat menderita dan tidak dapat upah dan makanan. Mereka masih menerima perlakuan yang kejam dari Jepang. Hal ini menimbulkan ketakutan pada masyarakat yang harus menyerahkan warganya untuk menjadi romusha.

CONTOH-CONTOH SOAL MID SEMESTER GANJIL
1. Berikut ini yang bukan merupakan sebab umum PD II adalah…
A. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menjalankan tugasnya.
B. Adanya perebutan wilayah kekuasaan
C. Munculnya politik alinasi (politik mencari kawan).
D. Kekacauan dalam bidang ekonomi
2. Salah satu sebab umum PD II adalah munculnya faham ultranasionalisme, maksud dari faham ini adalah…
A. Faham untuk saling mencari teman yang sesuai
B. Faham yang mengutamakan kebebasan
C. Faham yang mencintau Negara dengan berlebihan
D. Faham yang mensejajarkan semua golongan
3. Sebab umum terjadinya PD II adalah karena adanya pertentangan faham, yaitu antara faham….

A. Komunis dengan liberal
B. Komunis dengan nasionalis
C. Liberal dengan atheis
D. Nasionalis dengan atheis

4. Sebab khusus terjadinya PD II di Eropa adalah akibat adanya serangan Jerman ke Polandia. Apa sebab Jerman menyerang Polandia…
A. Polandia menolak bersatu dengan Jerman
B. Jerman ingin menjajah Polandia
C. Jerman melanggar perjajian dengan Polandia
D. Polandia tidak mau menyerahkan kota Danzig
5. Kenapa Jerman menginginkan Kota Danziq menjadi bagian dari Negara Jerman…
A. Karena Kota Danzig merupakan kota yang kaya
B. Karena posisi Kota Danzig sangat strategis
C. Karena sebagian besar warga Negara Danzig adalah orang Jerman
D. Karena di Kota Danzig terdapat tambang minyak
6. Apa alasan Jepang menyerang Pearl harbour…
A. Karena Jepang ingin menunjukkan kekuatannya
B. Karena Jepang ingin membalas dendam pada Amerika
C. Karena Jepang dihianati oleh Amerika
D. Karena Amerika melanggar perjanjian dengan Jepang
7. Perjanjian non-agresi merupakan perjanjian yang diadakan antara…

A. Belanda dengan Jepang
B. Jerman dengan Rusia
C. Inggris dengan Amerika
D. Rusia dengan Polandia

8. Tujuan dilakukannya perjanjian non-agresi adalah…

A. Menanggulangi masuknya komunis
B. Mengatasi bahaya liberal
C. Mengadakan gencatan senjata
D. Untuk tidak saling menyerang

9. Pada awal jalannya PD II, perang dimenangkan oleh…

A. Blok sekutu
B. Blok liberal
C. Blok poros
D. Blok Asia

10. Pada masa Turning Point, pihak yang kalah adalah….

A. Blok sekutu
B. Blok liberal
C. Blok poros
D. Blok Asia

11. Sebelum PD II dimulai Jepang, Italia dan Jerman mengadakan Pakta Anti Komintern pada November 1936, tujuannya adalah…

A. Menanggulangi bahaya komunis Rusia
B. Mengatasi bahaya liberal Amerika
C. Mengadakan gencatan senjata
D. Untuk tidak saling menyerang

12. Apa yang menyebabkan Uni Soviet tidak lagi berada di blok Poros…

A. Karena ingin menguasai blok Poros
B. Karena dihianati oleh Jerman
C. Karena membalas dendam pada Italia
D. Karena ingin menjadi Negara super power

13. Kenapa Jerman menyerang Uni Soviet…

A. Jerman ingin menjadi Negara super power
B. Jerman merasa dihianati oleh Uni Soviet
C. Jerman merasa semakin kuat
D. Jerman ingin mendapatkan tambang minyak

14. Apa yang menjadi sebab utama terjadinya PD II di kawasan Afrika…

A. Adanya serangan Jerman ke Mesir
B. Adanya serangan Uni Soviet ke Mesir
C. Adanya serangan Italia ke Mesir
D. Adanya serangan Jepang ke Mesir

15. Tujuan Jerman membantu Italia untuk mengalahkan Mesir adalah…
A. Supaya bisa menguasai Terusan Suez
B. Supaya bisa menguasai Mesir
C. Supaya Italia mau ganti membantu Jerman
D. Supaya Jerman mendapatkan banyak dukungan
16. Apakah tujuan Jepang menyerang pangkalan perang Amerika Serikat (Pearl Harbour)…
A. Untuk menguasai Amerika Serikat
B. Untuk membalas dendam pada Amerika Serikat
C. Untuk menjajah Amerika Serikat
D. Untuk diakui sebagai Negara super power
17. Pada tanggal berapa Jepang menyerang Pearl Harbour…

A. 7 Desember 1941
B. 8 Desember 1941
C. 7 Januari 1941
D. 8 Januari 1941

18. Tujuan utama Jepang menyerang dan menduduki Hindia-Belanda adalah…
A. Agar diakui sebagai Negara super power
B. Untuk menguasai sumber alam utamanya minyak
C. Untuk merebut Hindia Belanda dari Sekutu
D. Agar dapat menjadi saudara tua dari Indonesia
19. Dalam menjalankan pemerintahannya, Indonesia dibagi dalam tiga wilayah kekuasaan militer. Wilayah I meliputi…

A. Pulau Sumatra dan sekitarnya
B. Kalimantan dan Sulawesi
C. Bali dan Maluku
D. Pulau Jawa dan Madura

20. Wilayah II berpusat di….

A. Batavia
B. Makasar
C. Bukittinggi
D. Jogjakarta

21. Pada masa awal pendudukannya, Jepang menyebarkan propaganda yang menarik. Berikut ini yang bukan merupakan bentuk propaganda Jepang adalah…
A. Melarang adanya kekerasan terhadap penduduk pribumi
B. Mengizinkan bendera Merah Putih dikibarkan di samping bendera Jepang
C. Mengizinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
D. Mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari
22. Gerakan 3 A yang dibentuk oleh Jepang memiliki slogan seperti dibawah ini, kecuali…

A. Nippon cahaya Asia
B. Nippon pemimpin Asia
C. Nippon pelindung Asia
D. Nippon saudara tua Asia

23. Salah satu organisasi bentukan Jepang adalah Putera. Kepanjangan dari Putera adalah…

A. Perkumpulan tenaga rakyat
B. Pusat tenaga rakyat
C. Pusat tentara rakyat
D. Perkumpulan tentara rakyat

24. Berikut ini yang bukan pemimpin organisasi Putera atau yang bukan anggota empat serangkai…

A. Ki Hajar Dewantara
B. Ir. Soekarno
C. Haji Zainal Mustafa
D. KH. Mas Mansyur

25. Pengertian dari Jawa Hokokai adalah…

A. Himpunan kebaktian Jawa
B. Himpunan pedagang Jawa
C. Himpunan petani Jawa
D. Hinpunan rakyat Jawa

26. Dalam bahasa Jepang, Badan Pertimbangan disebut…

A. Cuo Sangi In
B. Jawa Hokokai
C. Suisintai
D. Fujinkai

27. Berikut ini yang bukan merupakan dampak dari adanya romusha adalah…

A. Banyak rakyat yang meninggal
B. Timbul wabah penyakit
C. Berkurangnya pengangguran
D. Timbul golongan gembel

28. Salah satu organisasi militer bentukan Jepang adalah Heiho, tugas Heiho adalah…
A. Bertugas membantu tugas polisi
B. Bertugas menjaga keamanan di dalam negeri
C. Bertugas membantu prajurit Jepang di luar negeri
D. Bertugas mengawasi jalannya perang di daerah
29. Himpunan wanita yang dibentuk oleh Jepang disebut…

A. Keibodan
B. Heiho
C. Jibatukoi
D. Fujinkai

30. Barisan pemuda yang dibentuk oleh Jepang disebut…

A. Seinendan
B. Gatutokai
C. Fujinkai
D. Jibatukai

31. Perlawanan rakyat Singaparna dipimpin oleh…

A. Tengku Abdul Jalil
B. Haji Zainal Mustofa
C. Teuku Hamid
D. Utin Fatimah

32. Perlawanan yang terjadi di Singaparna disebabkan oleh…
A. Perampasan padi oleh tentara Jepang
B. Penganiayaan yang dilakukan tentara Jepang
C. Menolak upacara penghormatan pada kota Tokyo
D. Menolak adanya romusha di daerah Singaparna
33. Penyerahan kekuasaan Indonesia dari Belanda kepada Jepang dilakukan di…

A. Blitar, Jawa Timur
B. Teluk Banten, Jawa Barat
C. Tarakan, Kalimantan Timur
D. Kalijati, Subang, Jawa Barat

34. Tanggal berapakah Belanda menyerah kepada Jepang…

A. 8 Maret 1942
B. 5 Maret 1942
C. 6 Februari 1942
D. 3 Februari 1942

35. Berikut ini yang bukan termasuk dalam wilayah III kekuasaan Jepang di Indonesia adalah…
A. Sulawesi
B. Bali
C. Sumatera
D. Nusa Tenggara

Materi Persiapan Mid Semester Ganjil

October 17, 2009

KEBIJAKAN PEMERINTAH SETELAH RUNTUHNYA VOC

KEBIJAKAN PEMERINTAH KERAJAAN BELANDA (REPUBLIK BATAAFSCHE)
Kebijakan pemerintah Kerajaan Belanda yang dikendalikan oleh Prancis sangat kentara pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808 – 1811). Kebijakan yang diambil Daendels sangat berkaitan dengan tugas utamanya yaitu untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris.
Dalam upaya mempertahankan Pulau Jawa, Daendels melakukan hal-hal berikut.
1. Membangun ketentaraan, pendirian tangsi-tangsi/ benteng, pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya serta rumah sakit tentara.
2. Membuat jalan pos dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang sekitar 1.000 km.
3. Membangun pelabuhan di Anyer dan Ujung Kulon untuk kepentingan perang.
4. Memberlakukan kerja rodi atau kerja paksa untuk membangun pangkalan tentara.

peta belanda

Gambar 4.20. Peta Jalan Anyer – Panarukan yang dibuat oleh Daendels.
Berikut ini kebijakan-kebijakan yang diberlakukan Daendels terhadap kehidupan rakyat.
1. Semua pegawai pemerintah menerima gaji tetap dan mereka dilarang melakukan kegiatan perdagangan.
2. Melarang penyewaan desa, kecuali untuk memproduksi gula, garam, dan sarang burung.
3. Melaksanakan contingenten yaitu pajak dengan penyerahan hasil bumi.
4. Menetapkan verplichte leverantie, kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan.
5. Menerapkan sistem kerja paksa (rodi) dan membangun ketentaraan dengan melatih orang-orang pribumi.
6. Membangun jalan pos dari Anyer sampai Panarukan sebagai dasar pertimbangan pertahanan.
7. Membangun pelabuhan-pelabuhan dan membuat kapal perang berukuran kecil.
8. Melakukan penjualan tanah rakyat kepada pihak swasta (asing).
9. Mewajibkan Prianger stelsel, yaitu kewajiban rakyat Priangan untuk menanam kopi.
Dalam melaksanakan pemerintahannya di Indonesia, Daendels memberantas sistem feodal yang sangat diperkuat VOC. Untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, hak-hak bupati mulai dibatasi terutama yang menyangkut penguasaan tanah dan pemakaian tenaga rakyat.
Selama memerintah, Daendels dikenal sebagai gubernur jenderal yang “bertangan besi”. Ia memerintah dengan menerapkan disiplin tinggi, keras, dan kejam. Bagi rakyat atau penguasa lokal yang ketahuan membangkang, Daendels tidak segan-segan memberi
hukuman. Hal ini dapat dibuktikan saat Daendels menjalankan kerja rodi untuk membangun jalan raya Anyer – Panarukan sepanjang 1.000 km. Dalam pembangunan tersebut, rakyat dipaksa kerja keras tanpa diberi upah atau makanan, dan apabila rakyat ketahuan melarikan diri akan ditangkap dan disiksa. Rakyat sangat menderita.
Pengaruh kebijakan pemerintah kerajaan yang diterapkan oleh Daendels sangat berbekas dibanding penggantinya, Gubernur Jenderal Janssens yang lemah. Langkah-langkah kebijakan Daendels yang memeras dan menindas rakyat menimbulkan:
1. Kebencian yang mendalam baik dari kalangan penguasa daerah maupun rakyat,
2. Munculnya tanah-tanah partikelir yang dikelola oleh pengusaha swasta,
3. Pertentangan/perlawanan penguasa maupun rakyat,
4. Kemiskinan dan penderitaan yang berkepanjangan, serta
PENCOPOTAN DAENDELS.
Pada tahun 1810, Kaisar Napoleon menganggap bahwa tindakan Daendels sangat otoriter. Pada tahun 1811 Daendels ia ditarik kembali ke negeri Belanda dan digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens.
Ternyata Janssens tidak secakap dan sekuat Daendels dalam melaksanakan tugasnya. Ketika Inggris menyerang Pulau Jawa, ia menyerah dan harus menandatangani perjanjian di Tuntang pada tanggal 17 September 1811. Perjanjian tersebut dikenal dengan nama Kapitulasi Tuntang, yang berisi sebagai berikut.
1. Seluruh militer Belanda yang berada di wilayah Asia Timur harus diserahkan kepada Inggris dan menjadi tawanan militer Inggris.
2. Hutang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
3. Pulau Jawa dan Madura serta semua pelabuhan Belanda di luar Jawa menjadi daerah kekuasaan Inggris (EIC).

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL INGGRIS
Peristiwa Belanda menyerah kepada Inggris melalui Kapitulasi Tuntang (1811), menjadi awal pendudukan kolonial Inggris di Indonesia. Thomas Stamford Raffles diangkat menjadi Letnan Gubernur EIC di Indonesia. Ia memegang pemerintahan selama lima tahun (1811-1816) dengan membawa perubahan berasas liberal. Pendudukan Inggris atas wilayah Indonesia tidak berbeda dengan penjajahan bangsa Eropa lainnya. Raffles banyak mengadakan perubahan-perubahan, baik di bidang ekonomi maupun pemerintahan. Raffles bermaksud menerapkan politik colonial seperti yang dijalankan oleh Inggris di India. Kebijakan Daendels yang dikenal dengan nama Contingenten diganti dengan sistem sewa tanah (Landrent). Sistem sewa tanah disebut juga sistem pajak tanah. Rakyat atau para petani harus membayar pajak sebagai uang sewa, karena semua tanah dianggap milik negara. Berikut ini pokok-pokok system Landrent.
1. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan.
2. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah tanpa perantara bupati.
3. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada pemerintah sebagai pemilik tanah.
Pemerintahan Raffles didasarkan atas prinsip-prinsip liberal yang hendak mewujudkan kebebasan dan kepastian hukum. Prinsip kebebasan mencakup kebebasan menanam dan kebebasan perdagangan. Kesejahteraan hendak dicapainya dengan memberikan kebebasan dan jaminan hukum kepada rakyat sehingga tidak menjadi korban kesewenang-wenangan para penguasa.
Dalam pelaksanaannya, sistem Landrent di Indonesia mengalami kegagalan, karena:
1. Sulit menentukan besar kecilnya pajak untuk pemilik tanah yang luasnya berbeda,
2. Sulit menentukan luas sempit dan tingkat kesuburan tanah,
3. Terbatasnya jumlah pegawai, dan
4. Masyarakat pedesaan belum terbiasa dengan sistem uang.
Tindakan yang dilakukan oleh Raffles berikutnya adalah membagi wilayah Jawa menjadi 16 daerah karesidenan. Hal ini mengandung maksud untuk mempermudah pemerintah melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikuasai. Setiap karesidenan dikepalai oleh seorang residen dan dibantu oleh asisten residen. Di samping itu Thomas Stamford Raffles juga memberi sumbangan positif bagi Indonesia yaitu:
1. Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris,
2. Menulis buku yang berjudul History of Java,
3. Menemukan bunga Rafflesia-arnoldii, dan
4. Merintis adanya Kebun Raya Bogor.
Perubahan politik yang terjadi di Eropa mengakhiri pemerintahan Raffles di Indonesia. Pada tahun 1814, Napoleon Bonaparte akhirnya menyerah kepada Inggris. Belanda lepas dari kendali Prancis. Hubungan antara Belanda dan Inggris sebenarnya akur, dan mereka
mengadakan pertemuan di London, Inggris. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yang tertuang dalam Convention of London 1814. Isinya Belanda memperoleh kembali daerah jajahannya yang dulu direbut Inggris. Status Indonesia dikembalikan sebagaimana dulu sebelum perang, yaitu di bawah kekuasaan Belanda. Penyerahan wilayah Hindia Belanda dari Inggris kepada Belanda berlangsung di Batavia pada tanggal 19 Agustus 1816. Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda diwakili oleh Mr. Ellout, van der Capellen, dan Buyskes.

KEBIJAKAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA
Setelah Indonesia kembali di bawah pemerintah kolonial Belanda, pemerintahan dipegang oleh Komisaris Jenderal. Komisaris ini terdiri dari Komisaris Jenderal Ellout, dan Buyskes yang konservatif, serta Komisaris Jenderal van der Capellen yang beraliran liberal. Untuk selanjutnya pemerintahanan di Indonesia dipegang oleh golongan liberal di bawah pimpinan Komisaris Jenderal van der Capellen (1817 – 1830).
Selama memerintah, van der Capellen berusaha mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membayar hutang-hutang Belanda yang cukup besar selama perang. Kebijakan yang diambil adalah dengan meneruskan kebijakan Raffles yaitu menyewakan tanah-tanah terutama kepada bangsawan Eropa. Oleh kalangan konservatif seiring dengan kesulitan ekonomi yang menimpa Belanda, kebijakan ekonomi liberal dianggap gagal. Dalam perkembangannya, kaum konservatif dan liberal silih berganti mendominasi parlemen dan pemerintahan. Keadaan ini berdampak kebijakan di Indonesia sebagai tanah jajahan juga silih berganti mengikuti kebijakan yang ada di Belanda.
a. Cultuurstelsel atau Sistem Tanam Paksa
Kegagalan van der Capellen menyebabkan jatuhnya kaum liberal, sehingga menyebabkan pemerintahan didominasi kaum konservatif. Gubernur Jenderal van den Bosch, menerapkan kebijakan politik dan ekonomi konservatif di Indonesia.
Dalam parlemen di Belanda ada 2 kubu yang berdebat, yaitu:
1. Kubu Liberal
Tanah jajahan akan mendatangkan keuntungan jika urusan ekonomi diserahkan kepada pihak swasta.
2. Kubu Konsevatif
Tanah jajahan akan memberi keuntungan bagi Belanda apabila urusan ekonomi ditangani langsung oleh pemerintah. Indonesia dinilai belum siap untuk diterapkan kebijakan ekonomi liberal.
Pada tahun 1830 mulai diterapkan aturan kerja rodi (kerja paksa) yang disebut Cultuurstelsel. Cultuurstelsel dalam bahasa Inggris adalah Cultivation System yang memiliki arti sistem tanam. Namun di Indonesia cultuurstelsel lebih dikenal dengan istilah tanam paksa.
Ini cukup beralasan diartikan seperti itu karena dalam praktiknya rakyat dipaksa untuk bekerja dan menanam tanaman wajib tanpa mendapat imbalan. Tanaman wajib adalah tanaman perdagangan yang laku di dunia internasional seperti kopi, teh, lada, kina, dan tembakau.
Cultuurstelsel diberlakukan dengan tujuan memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dalam waktu relatif singkat. Dengan harapan utang-utang Belanda yang besar dapat diatasi. Berikut ini pokok-pokok cultuurstelsel:
a. Rakyat wajib menyiapkan 1/5 dari lahan garapan untuk ditanami tanaman wajib.
b. Lahan tanaman wajib bebas pajak, karena hasil yang disetor sebagai pajak.
c. Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak akan dikembalikan.
d. Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib, tidak boleh melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi.
e. Rakyat yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari dalam setahun di perkebunan atau pabrik milik pemerintah.
f. Jika terjadi kerusakan atau gagal panen, menjadi tanggung jawab pemerintah.
g. Pelaksanaan tanam paksa diserahkan sepenuhnya kepada para penguasa pribumi (kepala desa).
Untuk mengawasi pelaksanaan tanam paksa, Belanda menyandarkan diri pada sistem tradisional dan feodal. Para bupati dipekerjakan sebagai mandor/pengawas dalam tanam paksa. Para bupati sebagai perantara tinggal meneruskan perintah dari pejabat Belanda. Kalau melihat pokok-pokok cultuurstelsel dilaksanakan dengan semestinya merupakan aturan yang baik. Namun praktik di lapangan jauh dari pokok-pokok tersebut atau dengan kata lain terjadi penyimpangan. Berikut ini penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam sistem tanam paksa.
1) Tanah yang harus diserahkan rakyat cenderung melebihi dari ketentuan 1/5.
2) Tanah yang ditanami tanaman wajib tetap ditarik pajak. 100 Ilmu Pengetahuan Sosial VIII
3) Rakyat yang tidak punya tanah garapan ternyata bekerja di pabrik atau perkebunan lebih dari 66 hari atau 1/5 tahun.
4) Kelebihan hasil tanam dari jumlah pajak ternyata tidak dikembalikan.
5) Jika terjadi gagal panen ternyata ditanggung petani.
Dalam pelaksanaannya, tanam paksa banyak mengalami penyimpangan dari ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Penyimpangan ini terjadi karena penguasa lokal, tergiur oleh janji Belanda yang menerapkan sistem cultuur procenten. Cultuur procenten atau prosenan tanaman adalah hadiah dari pemerintah bagi para pelaksana tanam paksa (penguasa pribumi, kepala desa) yang dapat menyerahkan hasil panen melebihi ketentuan yang diterapkan dengan tepat waktu. Bagi rakyat di Pulau Jawa, sistem tanam paksa dirasakan sebagai bentuk penindasan yang sangat menyengsarakan rakyat. Rakyat menjadi melarat dan menderita. Terjadi kelaparan yang menghebat di Cirebon (1844), Demak (1848), dan Grobogan (1849). Kelaparan mengakibatkan kematian penduduk meningkat.
Adanya berita kelaparan menimbulkan berbagai reaksi, baik dari rakyat Indonesia maupun orang-orang Belanda. Rakyat selalu mengadakan perlawanan tetapi tidak pernah berhasil. Penyebabnya bergerak sendiri-sendiri secara sporadis dan tidak terorganisasi secara baik. Reaksi dari Belanda sendiri yaitu adanya pertentangan dari golongan liberal dan humanis terhadap pelaksanaan sistem tanam paksa.
Pada tahun 1860, Edward Douwes Dekker yang dikenal dengan nama samaran Multatuli menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Max Havelar”. Buku ini berisi tentang keadaan pemerintahan kolonial yang bersifat menindas dan korup di Jawa. Di samping Douwes Dekker, juga ada tokoh lain yang menentang tanam paksa yaitu Baron van Hoevel, dan Fransen van de Putte yang menerbitkan artikel “Suiker Contracten” (perjanjian gula).
Menghadapi berbagai reaksi yang ada, pemerintah Belanda mulai menghapus sistem tanam paksa, namun secara bertahap. Sistem tanam paksa secara resmi dihapuskan pada tahun 1870 berdasarkan UU Landreform (UU Agraria).
Meskipun tanam paksa sangat memberatkan rakyat, namun di sisi lain juga memberikan pengaruh yang positif terhadap rakyat, yaitu:
1) terbukanya lapangan pekerjaan,
2) rakyat mulai mengenal tanaman-tanaman baru dan
3) rakyat mengenal cara menanam yang baik.
Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) juga dikritik karena mematikan usaha perkebunan swasta di Hindia Belanda. Kritikan ini ditulis oleh pengusaha perkebunan Fransen van de Putte dalam artikelnya “Suiker Contracten” (Perjanjian gula).
b . Politik Pintu Terbuka
Pada tahun 1860-an politik batig slot (mencari keuntungan besar) mendapat pertentangan dari golongan liberalis dan humanitaris. Kaum liberal dan kapital memperoleh kemenangan di parlemen. Terhadap tanah jajahan (Hindia Belanda), kaum liberal berusaha memperbaiki taraf kehidupan rakyat Indonesia. Keberhasilan tersebut dibuktikan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870. Pokok-pokok UU Agraria tahun 1870 berisi:
1) pribumi diberi hak memiliki tanah dan menyewakannya kepada pengusaha swasta, serta
1) pengusaha dapat menyewa tanah dari gubernemen dalam jangka waktu 75 tahun.
Dikeluarkannya UU Agraria ini mempunyai tujuan yaitu:
1) memberi kesempatan dan jaminan kepada swasta asing (Eropa) untuk membuka usaha dalam bidang perkebunan di Indonesia, dan
2) melindungi hak atas tanah penduduk agar tidak hilang (dijual).
UU Agraria tahun 1870 mendorong pelaksanaan politik pintu terbuka yaitu membuka Jawa bagi perusahaan swasta. Kebebasan dan keamanan para pengusaha dijamin. Pemerintah kolonial hanya memberi kebebasan para pengusaha untuk menyewa tanah, bukan untuk membelinya. Hal ini dimaksudkan agar tanah penduduk tidak jatuh ke tangan asing. Tanah sewaan itu dimaksudkan untuk memproduksi tanaman yang dapat diekspor ke Eropa.
Selain UU Agraria 1870, pemerintah Belanda juga mengeluarkan Undang-Undang Gula (Suiker Wet) tahun 1870. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para pengusaha perkebunan gula. Isi dari UU ini yaitu:
1) perusahaan-perusahaan gula milik pemerintah akan dihapus secara bertahap, dan
2) pada tahun 1891 semua perusahaan gula milik pemerintah harus sudah diambil alih oleh swasta.
Dengan adanya UU Agraria dan UU Gula tahun 1870, banyak swasta asing yang menanamkan modalnya di Indonesia, baik dalam usaha perkebunan maupun pertambangan. Berikut ini beberapa perkebunan asing yang muncul.
1) Perkebunan tembakau di Deli, Sumatra Utara.
2) Perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
3) Perkebunan kina di Jawa Barat.
4) Perkebunan karet di Sumatra Timur.
5) Perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara.
6) Perkebunan teh di Jawa Barat dan Sumatra Utara.
Politik pintu terbuka yang diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan rakyat, justru membuat rakyat semakin menderita. Eksploitasi terhadap sumber-sumber pertanian maupun tenaga manusia semakin hebat. Rakyat semakin menderita dan sengsara. Adanya UU Agraria memberikan pengaruh bagi kehidupan rakyat, seperti berikut.
1) Dibangunnya fasilitas perhubungan dan irigasi.
2) Rakyat menderita dan miskin.
3) Rakyat mengenal sistem upah dengan uang, juga mengenal barang-barang ekspor dan impor.
4) Timbul pedagang perantara. Pedagang-pedagang tersebut pergi ke daerah pedalaman, mengumpulkan hasil pertanian dan menjualnya kepada grosir
5) Industri atau usaha pribumi mati karena pekerja-pekerjanya banyak yang pindah bekerja di perkebunan dan pabrik-pabrik.
c . Politik Etis
Politik pintu terbuka ternyata tidak membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Van Deventer mengecam pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negeri induk dan negeri jajahan. Kaum liberal dianggap hanya mementingkan prinsip kebebasan untuk mencari keuntungan tanpa memerhatikan nasib rakyat. Contohnya perkebunan tebu yang mengeksploitasi tenaga rakyat secara besar-besaran.
Dampak politik pintu terbuka bagi Belanda sangat besar. Negeri Belanda mencapai kemakmuran yang sangat pesat. Sementara rakyat di negeri jajahan sangat miskin dan menderita. Oleh karena itu, van Deventer mengajukan politik yang diperjuangkan untuk kesejahteraan rakyat. Politik ini dikenal dengan politik etis atau politik balas budi karena Belanda dianggap mempunyai hutang budi kepada rakyat Indonesia yang dianggap telah membantu meningkatkan kemakmuran negeri Belanda. Politik etis yang diusulkan van Deventer ada tiga hal, sehingga sering disebut Trilogi van Deventer.
Berikut ini Isi Trilogi van Deventer.
1) Irigasi (pengairan), yaitu diusahakan pembangunan irigasi untuk mengairi sawah-sawah milik penduduk untuk membantu peningkatan kesejahteraan penduduk.
1) Edukasi (pendidikan), yaitu penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat pribumi agar mampu menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
2) Migrasi (perpindahan penduduk), yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya (khususnya Pulau Jawa) ke daerah lain yang jarang penduduknya agar lebih merata.
Pada dasarnya kebijakan-kebijakan yang diajukan oleh van Deventer tersebut baik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para pegawai Belanda. Berikut ini penyimpangan-penyimpangan tersebut.
1) Irigasi
Pengairan (irigasi) hanya ditujukan kepada tanah-tanah yang subur untuk perkebunan
swasta Belanda. Sedangkan milik rakyat tidak dialiri air dari irigasi.
2) Edukasi
Pemerintah Belanda membangun sekolah-sekolah. Pendidikan ditujukan untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah. Pendidikan yang dibuka
untuk seluruh rakyat, hanya diperuntukkan kepada anak-anak pegawai negeri dan
orang-orang yang mampu. Terjadi diskriminasi pendidikan yaitu pengajaran di sekolah kelas I untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta, dan di sekolah kelas II kepada anak-anak pribumi dan pada umumnya.
3) Migrasi
Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di Sumatra Utara, khususnya di Deli, Suriname, dan lain-lain. Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke Lampung mempunyai tujuan menetap. Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri.
Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan Poenale sanctie, yaitu peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap polisi, kemudian dikembalikan kepada mandor/pengawasnya.
Berbagai kebijakan yang diambil oleh VOC maupun pemerintah Belanda mulai dari monopoli perdagangan, penyerahan wajib, sistem tanam paksa, maupun politik pintu terbuka tidak membawa perubahan pada kesejahteraan rakyat. Rakyat tetap miskin dan menderita sampai pada pendudukan militer Jepang.
6. Perbedaan Pengaruh Kolonial
Pengaruh kolonial tidak lepas dari masa pendudukan, tingkat kepentingan, dan kebijakan yang diterapkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh pendudukan para kolonialis. Pengaruh kolonialis Barat mencakup beberapa aspek yaitu aspek ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan. Namun tingkat pengaruhnya sangat bervariasi antara Pulau Jawa dengan pulaupulau yang lain dan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Perbedaan pengaruh ini disebabkan oleh beberapa hal berikut.
a. Kompetisi atau persaingan di antara bangsa Eropa sehingga Belanda perlu menguasai beberapa daerah untuk mencegah masuknya kekuatan lain.
b. Letak daerah jajahan yang strategis dalam jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
c. Perbedaan persebaran sumber daya alam dan sumber daya manusia.
d. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial.
Pemerintah kolonial menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan sehingga aktivitas kolonial yang paling banyak berada di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan Pulau Jawa tanahnya subur dan letaknya strategis. Selain itu juga memiliki penduduk yang lebih banyak dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Di samping itu di Pulau Jawa terdapat pusat-pusat perdagangan yang sudah terkenal sejak dulu.
Di Pulau Jawa, Belanda memusatkan segala kegiatannya, baik perkebunan, pertanian, pertambangan, maupun pemerintahan. Belanda membuka perkebunan-perkebunan tanaman ekspor untuk dibawa ke negeri Belanda. Selain itu juga membangun jalan raya, jalan kereta api, jembatan, maupun pelabuhan-pelabuhan. Pembangunan tersebut dilakukan dengan tenaga rakyat melalui kerja rodi.

CONTOH SOAL MID SEMESTER GANJIL
1. VOC dibubarkan pada ….
A. 31 Januari 1799
B. 1 Desember 1799
C. 31 Desember 1799
D. 1 Januari 1800
2. Pada periode 1799–1807 Indonesia dikuasai oleh Republik ….
A. Prancis
B. Belanda
C. Inggris
D. Bataaf
3. Tugas utama Daendels, adalah ….
A. membangun jalan
B. membangun benteng pertahanan
C. mempertahankan Pulau Jawa
D. membangun pabrik senjata
4. Preanger Stelsel adalah ….
A. kewajiban membayar pajak tanah
B. sistem yang mengharuskan menanam
C. kopi bagi rakyat di Priangan
D. penjualan hasil bumi
E. undang-undang tentang kuli
5. Letnan jenderal Inggris yang memerintah di Indonesia pada 1811–1816 adalah ….
A. Daendels
B. Lord Minto
C. Raffles
D. Janssens
6. Penyebab gagalnya sistem pajak tanah yang diberlakukan Raffles adalah ….
A. tidak mendapat dukungan raja-raja Nusantara
B. wilayah kekuasaan terlalu luas
C. rakyat belum mengenal ekonomi uang
D. banyaknya korupsi di kalangan pegawai pemerintah
7. Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dicetuskan oleh ….
A. Van den Bosch
B. Van Deventer
C. Janssens
D. Daendels
8. Kolonialisme berasal dari kata colonus yang berarti….

A. Buruh
B. Pedagang
C. Petani
D. Budak

9. Suatu sistem pemukiman warga suatu negara di luar wilayah induknya atau negara asalnya merupakan pengertian dari…

A. Colonus
B. Imperare
C. Imperialisme
D. Kolonialisme
10. Kata lain dari menguasai adalah…

A. Imperare
B. Colonus
C. Kolonialisme
D. Imperialisme

11. Salah satu sebab utama orang-orang Eropa melakukan pelayaran ke dunia timur adalah…

A. Ingin mencari daerah jajahan
B. Dikuasainya konstantinopel oleh Turki
C. Ingin mencari emas dan kekayaan alam
D. Ditemukannya kompas dan perahu uap

12. Selain tujuan di atas tujuan lain dari penjelajahan samudera adalah keinginan untuk membuktikan teori Copernicus (heliosentris), teori ini menyatakan bahwa….

A. Bumi itu berbentuk bulat
B. Kemakmuran dunia timur
C. Adanya semangat penakhlukan
D. Matahari adalah pusat dunia
13. Tujuan lainnya dari penjelajahan samudera adalah 3G, yang salah satunya adalah Gospel. Gospel berarti…
A. Mencari kekayaan alam dan rempah-rempah
B. Mencari daerah jajahan seluas-luasnya
C. Menyebarkan agama nasrani
D. Menakhlukkan dunia timur
14. Bartholomeus Diaz merupakan salah satu penjelajah samudera yang berasal dari Negara…
A. Portugis
B. Inggris
C. Spanyol
D. Belanda
15. VOC dibubarkan pada ….
A. 31 Januari 1799
B. 1 Desember 1799
C. 31 Desember 1799
D. 1 Januari 1800
16. Pada periode 1799–1807 Indonesia dikuasai oleh Republik ….
A. Prancis
B. Belanda
C. Inggris
D. Bataaf
17. Tugas utama Daendels, adalah ….
A. membangun jalan
B. membangun benteng pertahanan
C. mempertahankan Pulau Jawa
D. membangun pabrik senjata
18. Preanger Stelsel adalah ….
A. kewajiban membayar pajak tanah
B. sistem yang mengharuskan menanam kopi bagi rakyat di Priangan
C. penjualan hasil bumi
D. undang-undang tentang kuli
19. Letnan jenderal Inggris yang memerintah di Indonesia pada 1811–1816 adalah ….
A. Daendels
B. Lord Minto
C. Raffles
D. Janssens
20. Penyebab gagalnya sistem pajak tanah yang diberlakukan Raffles adalah ….
A. tidak mendapat dukungan raja-raja Nusantara
B. wilayah kekuasaan terlalu luas
C. rakyat belum mengenal ekonomi uang
D. banyaknya korupsi di kalangan pegawai pemerintah
21. Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dicetuskan oleh ….
A. Van den Bosch
B. Van Deventer
C. Janssens
D. Daendels
22. Penjelajah samudra Portugis yang pertama kali mendarat di Indonesia adalah…
A. Bartholomeus Diaz
B. Vasco da Gama
C. Alfonso d’ Albuquerque
D. Ferdinand de Magelhaenz
23. Penjelajah samudra dari Spanyol yang menemukan benua Amerika adalah…
A. Juan Sebastian del Cano
B. Cristoporus Colombus
C. Amerigo Vespucci
D. Vasco da Gamma
24. “Bangsa Spanyol memperoleh wilayah perdagangan di Filipina sedangkan bangsa Portugis tetap berada di Kepulauan Maluku” merupakan isi dari perjanjian…
E. Perjanjian Giyanti
F. Perjanjian Banten
G. Perjanjian Banjar
H. Perjajian Saragosa
25. Pemimpin penjelajahan samudera dari Belanda yang pertama kali datang ke Indonesia adalah…
A. Fransisco Serrao
B. Antonio de Brito
C. Jacob Van Neck
D. Cornelis de Houtman
26. Belanda masuk ke Indonesia pada tahun 1596 dan mendarat pertama kali di…
A. Banten
B. Maluku
C. Malaka
D. Ternate
27. VOC berdiri atas usulan dari….
A. Cornelis de Houtman
B. Johan Van Oldenbarneveld
C. Jacob Van Neck
D. Fransisco Serrao
28. VOC mempunyai kepanjangan Vereenigde Oost Indische Campagnie yang berarti…
A. Persekutuan dagang Hindia Timur
B. Penjajahan daerah Hindia Timur
C. Penakhlukan daerah India
D. Perkumpulan dagang India
29. Menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern) merupakan tujuan dari…
A. Penjajahan Belanda
B. Penjajahan Spanyol
C. Dibentuknya VOC
D. Berdirinya EIC
30. Berikut ini yang bukan merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh VOC adalah….
A. Melakukan penjelajahan samudera
B. Pemungutan pajak
C. Memiliki angkatan perang sendiri
D. Mengadakan pemerintahan sendiri.
31. Gubernur Jenderal VOC yang pertama adalah…
A. Johan Van Oldenbarneveld
B. Cornelis de Houtman
C. Cornelisde Houtman
D. Jan Pieterzoon Coen
32. Pusat pemerintahan pertama VOC terletak di…
A. Batavia
B. Maluku
C. Filipina
D. Ambon
33. Gubernur Jenderal VOC yang memindahkan pusat kekuasaan VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia) adalah….
A. Johan Van Oldenbarneveld
B. Cornelis de Houtman
C. Pieter Both
D. Jan Pieterzoon Coen
34. Apa alasan dipindahkannya pusat kekuasaan VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia)…
A. Karena adanya serangan dari penduduk Ambon
B. Karena letak Jayakarta lebih strategis
C. Karena Ambon diserang oleh bangsa Spanyol
D. Karena terjadi bencana alam di Ambon
35. Yang dimaksud dengan hak monopoli yang dimiliki Belanda adalah…
A. Hak untuk menguasai wilayah yang diinginkan
B. Hak untuk menjual dan membeli rempah-rempah
C. Hak untuk membuat undang-undang sendiri
D. Hak untuk memiliki tentara perang sendiri
36. Salah satu usaha VOC untuk menghentikan perdagangan langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark adalah dengan cara melakukan …
A. Ekstirpasi
B. Verplichte Leverantien
C. Pelayaran hongi
D. Contingenten
37. Tujuan dari diadakannya pelayaran hongi adalah…
A. Memberantas penyelundupan
B. Mempertahankan harga remaph-rempah
C. Mengurangi jumlah rempah-rempah
D. Memberantas tanaman rempah-rempah
38. Penebangan tanaman milik rakyat merupakan kata lain dari…
A. Ekstirpasi
B. Verplichte Leverantien
C. Pelayaran hongi
D. Contingenten
39. Tujuan dilakukan penebangan tanaman milik rakyat adalah…
A. Untuk meminta pajak dari hasil panen rakyat
B. Untuk mendapatkan hasil milik rakyat
C. Untuk menjaga kewibawaan pemerintah VOC
D. Untuk mempertahankan harga rempah-rempah
40. Penyerahan wajib hasil bumi kepada VOC dengan harga yang ditentukan VOC merupakan pengertian dari….
A. Ekstirpasi
B. Verplichte Leverantien
C. Pelayaran hongi
D. Contingenten
41. Tujuan dari contingenten adalah…
A. Penyerahan hasil bumi sebagai pajak
B. Pembagian hasil bumi milik rakyat
C. Penjualan hasil bumi kepada VOC
D. Penebangan tanaman milik rakyat
42. Oleh Belanda Bangsa Cina dipercaya untuk…
A. Menjualkan hasil tanam rakyat
B. Membeli hasil tanam rakyat
C. Memungut pajak dari rakyat
D. Mengawasi panen rakyat
43. Berikut ini yang bukan merupakan sebab keruntuhan VOC adalah…
A. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
B. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
C. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan
D. Banyaknya penduduk yang tidak membayar pajak
44. Berikut ini yang bukan merupakan alasan banyaknya pegawai VOC yang korupsi?
A. Karena biaya hidup yang mahal
B. Karena ingin memiliki usaha sendiri
C. Karena gaya hidup yang mewah
D. Karena gaji yang sangat kecil

Materi Persiapan Mid Semester Ganjil

October 17, 2009

JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Sejak abad ke-18, para ahli dari luar negeri tertarik untuk mengadakan penelitian tentang manusia purba di Indonesia. Ahli arkeologi yang pertama datang adalah seorang dokter Belanda yang bernama Eugene Dubois. Mula-mula ia mengadakan penelitian di wilayah Sumatra Barat, tetapi ia tidak berhasil menemukan kerangka mirip manusia. Kemudian, dari Sumatra ia mengalihkan penelitiannya ke Pulau Jawa, di sini ia berhasil menemukan tengkorak manusia.
Temuannya yang pertama ditemukan di daerah Trinil, kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada waktu penggalian diketahui, bahwa bumi berlapis-lapis, dan pada setiap lapisan kerap ditemukan fosil-fosil tumbuhan, hewan, dan manusia yang menjadi ciri khusus dari setiap lapisan. Fosil adalah sisa-sisa manusia, hewan, dan tumbuhan yang telah membatu karena tertimbun tanah ribuan, bahkan jutaan tahun yang lalu. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Coba kamu cermati dan pelajari.
a. Pithecantropus
Pada 1890, Dr. Eugene Dubois, seorang ahli arkeologi menemukan fosil di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Fosil pertama yang ia temukan adalah tempurung kepala dan tulang rahang. Dalam penggalian selanjutnya, di tempat yang sama ia menemukan tulang paha kiri. Setelah dikonstruksi, tubuh fosil temuannya diperkirakan tingginya antara 165 sampai dengan 180 cm dengan fragmen tubuh yang masih sederhana dengan cara berjalan mereka yang masih belum sempurna. Cara berjalan sudah mulai berdiri tegak dan volume otaknya masih kecil. Organ tubuh luarnya masih menyerupai binatang primata.
Karena sudah berjalan dengan berdiri tegak walaupun belum sempurna seperti sekarang, maka fosil ini diberi nama Pithecantropus erectus, artinya manusia kera yang dapat berjalan tegak. Selain itu, fosil ini disebut juga fosil manusia Jawa.
Pada 1936, berbekal dengan temuan Dubois, dua orang peneliti yaitu, Duyfes dan Van Koenigswald kembali berhasil menemukan fosil erectus di Perning, kabupaten Mojokerto (Jawa Timur). Hasil temuannya adalah tengkorak anak-anak dengan usia sekitar 6 tahun, diperkirakan hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Karena ditemukan di Mojokerto, maka
Pithecantropus erectus kali ini dinamakan Pithecantropus mojokensis (manusia kera dari Mojokerto) atau disebut juga Pithecantropus robustus.
b. Megantropus
Fosil Megantropus ditemukan di desa Sangiran pada 1936 sampai dengan 1941. Penemunya adalah Van Koenigswald. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu dan para ahli menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa Kuno. Fragmen tubuh yang ditemukannya adalah berupa rahang atas dan bawah. Makanan utama Meganthropus diperkirakan adalah tumbuh-tumbuhan.
c. Homo Sapiens
Jenis manusia di Indonesia diperkirakan hidup antara 25.000 sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Jenis manusia ini telah sanggup membuat alat-alat dari batu maupun tulang, sekalipun dengan masih sangat sederhana mereka telah dapat mengolah makanan dan hasil buruan. Volume otaknya diperkirakan antara 1.000 sampai dengan 2.000 cc dengan tinggi yang bervariasi antara 130 – 210 cm, berat badan diperkirakan antara 30 – 150 kg. Fosil Homo yang ditemukan adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis.
1) Homo soloensis
Homo soloensis ditemukan pada 1931 – 1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Van Koenigswald dengan hasil temuan berupa satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah Ngondong, dekat Blora (Jawa Tengah). Hasil penelitian menunjukkan jenis manusia ini tingkatannya lebih tinggi dari fosil sebelumnya. Fosil ini dinamakan Homo soloensis (manusia dari Solo) diperkirakan hidup antara 35.000 – 15.000 tahun SM.
2) Homo wajakensis
Fosil jenis ini ditemukan oleh BD. Van Rietshoten di daerah Wajak, Tulung Agung (Jawa Timur) pada 1889. Kemudian, fosil ini diberi nama sesuai dengan daerah ditemukannya, yaitu Homo wajakensis. Pada 1920, Eugene Dubois menemukan fosil yang sama dan diberi nama Wajakensis II. Menurut para ahli, fosil ini merupakan bentuk perubahan langsung dari Homo soloensis, dan jenis inilah diperkirakan nenek moyang dari penduduk asli pulau Irian (Papua) dan sekitarnya. Homo wajakensis mempunyai volume otak kira-kira 1530 – 1650 cc. Di antara semua jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, Homo wajakensis merupakan jenis yang paling tinggi tingkat kecerdasan dan peradabannya.

BERIKUT ADALAH PETA LOKASI PENEMUAN MANUSIA PURBA

images

CONTOH SOAL MID SEMESTER GANJIL
1. Tahapan kehidupan masyarakat zaman prasejarah adalah….
A. Berladang, bercocok tanam, meramu
B. Berburu, berladang, bercocok tanam
C. Berburu, berladang, meramu
D. Bercocok tanam, berladang, berladang
2. Ciri kehidupan manusia prasejarah pada masa berburu meramu dan mengumpulkan makanan adalah … .
A. Belum bertempat tinggal secara tetap
B. Hidup berkelompok dalam suatu desa
C. Sudah mengenal sistem pemerintahan
D. Mampu membuat alat batu secara halus
3. Perhatikan data di bawah ini!
1. Alat serpih
2. Nekara
3. Beliung persegi
4. Moko
5. Kapak perunggu
Dari data di atas yang termasuk peralatan yang terbuat dari batu adalah … .
A. 1 dan 3
B. 2 dan 4
C. 3 dan 5
D. 1 dan 2
4. Ciri dari zaman Arkaekum adalah …
A. Munculnya tanda-tanda kehidupan
B. Belum ada tanda-tanda kehidupan
C. Munculnya binatang-binatang besar
D. Munculnya kehidupan manusia
5. Zaman Palaeozoikum disebut juga dengan zaman …
A. Tertier
B. Sekunder
C. Quartier
D. Dilluvium
6. Munculnya binatang-binatang besar terjadi pada zaman …
A. Arkaekum
B. Palaeozoikum
C. Mesozoikum
D. Neozoikum
7. Berdasarkan tarikh bumi, tanda-tanda kehidupan manusia terjadi pada zaman …
A. Arkaekum
B. Palaeozoikum
C. Mesozoikum
D. Neozoikum
8. Zaman Quartier terdiri dari dua bagian, yaitu …
A. Pleistocen dan Holocen
B. Pleistocen dan Dilluvium
C. Holocen dan Alluvium
D. Tersier dan Holocen
9. Perhatikan data di bawah ini!
1. Zaman Neozoikum
2. Zaman Mesozoikum
3. Zaman Paleolithikum
4. Zaman Mesolithikum
5. Zaman Neolithikum
Dari data di atas, yang termasuk pembagian prasejarah Indonesia berdasarkan
Arkeologinya …
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 4
C. 1, 3, 5
D. 3, 4, 5
10. Perhatikan data di bawah ini!
1. Beternak
2. Berburu dan mengumpulkan makanan
3. Bercocok tanam
4. Berladang
5. Perundagian
Dari data di atas, yang merupakan zaman prasejarah berdasarkan ciri kehidupan
Masyarakatnya meliputi …
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 4
C. 1, 3, 5
D. 2, 3, 5
11. Zaman logam di Indonesia diawali dengan logam yang terbuat dari …
A. Perunggu
B. Tembaga
C. Besi
D. Perak
12. Jenis fosil manusia yang tertua di Indonesia adalah …
A. Homo Erectus
B. Homo Mojokertensis
C. Meganthropus Palaeojavanicus
D. Homo Sapiens
13. Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan tengah adalah …
A. Homo Erectus
B. Homo Sapiens Soloensis
C. Homo Sapiens Wajakensis
D. Homo Mojokertensis
14. Fosil manusia Homo Mojokertensis ditemukan oleh …
A. Weidenrisch
B. Eugene Dubouis
C. Van Koenigswald
D. Van Reitschotten
15. Zaman batu tengah disebut juga ….
A. Neolitikum
B. Mesolitikum
C. Paleolitikum
D. Mesozoikum
16. Zaman di mana binatang-binatang raksasa makin menyusut jumlahnya dan keluarga binatang menyusui sudah mulai muncul, disebut zaman ….
A. Tersier
B. Kuarter
C. Neozoikum
D. Arkaikum
17. Berikut ini yang tidak termasuk jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah ….
A. Pithecanthropus erectus
B. Pithecanthropus pekinensis
C. Meganthropus palaeojavanicus
D. Homo soloensis
18. Fosil Pithecanthropus ditemukan oleh ….
A. Van Koenigswald
B. Ter Hear
C. Eugene Dubois
D. Charles Darwin
19. Ciri-ciri kehidupan pada zaman batu muda adalah ….
A. Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme
B. Banyak terdapat punden berundakundak
C. Belum mengenal seni
D. Bertempat tinggal secara nomaden
20. Pada masa bercocok tanam, manusia purba mengenal cara hidup sebagai berikut, yaitu ….
A. Menetap
B. Mengembangkan ekonomi perdagangan
C. Berburu hewan untuk makanan
D. Telah membentuk kerajaan
21. Kubur batu yang berbentuk lesung yang dibuat dari batu disebut ….
A. Menhir
B. Waruga
C. Dolmen
D. Sarkofagus
22. Kepercayaan mulai berkembang pada masa ….
A. Meramu dan berburu
B. Bercocok tanam
C. Perundagian
D. Pertukangan
23. Suatu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap makhluk hidup dan benda mati memiliki roh atau kekuatan disebut ….
A. Animisme
B. Monomisme
C. Dinamisme
D. Atheisme
24. Pada masa bercocok tanam, alat-alat yang digunakan ….
A. Masih sederhana
B. Masih kasar
C. Dibuat dari logam
D. Sudah baik dan halus
25. Sumber yang dapat menjadi petunjuk keadaan budaya manusia pada masa praaksara adalah ….
A. Prasasti
B. Dokumen
C. Perkakas dari batu
D. Keterangan dari pelaku
26. Manusia mulai mengenal cara-cara bercocok tanam pertama kali pada zaman ….
A. Batu tua
B. Batu tengah
C. Batu baru
D. Zaman logam
27. Manusia pertama yang menyeberang ke daerah khatulistiwa adalah ….
A. Pithecanthropus
B. Meganthropus
C. Homo wajakensis
D. Homo soloensis
28. Peralatan yang digunakan oleh pithecanthropus adalah ….
A. Kapak lonjong
B. Kapak persegi
C. Kapak corong
D. Kapak genggam
29. Penemuan-penemuan fosil manusia purba diketemukan di daerah-daerah berikut ini, kecuali ….
A. Di Trinil, Ngawi
B. Di Mojokerto
C. Di Sangiran, tepi Bengawan Solo
D. Di Madiun, tepi Kali Madiun
30. Ilmu yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dan purbakala untuk penyusun kembali kehidupan manusia dan masyarakat masa lampau ialah ….
A. Paleontologi
B. Antropologi
C. Geologi
D. Arkeologi
31. Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup disebut ….
A. Animinisme
B. Totemisme
C. Dinamisme
D. Sosialisme
32. Kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda disebut ….
A. Animisme
B. Toteisme
C. Dinamisme
D. Sosialisme
33. Bangunan berupa tiang atau tugu batu sebagai tanda peringatan dan lambang arwah nenek moyang disebut ….
A. Punden berundak
B. Menhir
C. Dolmen
D. Waruga
34. Berikut ini yang tidak termasuk ciri kehidupan manusia purba masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah ….
A. Hidup sudah menetap
B. Food gatering
C. Hidupnya berpindah-pindah
D. Hidupnya bergantung pada alam
35. Alat yang digunakan manusia purba untuk menguliti hasil berburu, merimbas kayu, dan memecah tulang ialah ….
A. Kapak perimbas
B. Alat serpih
C. Kapak genggam
D. Kapak lonjong
36. Bangunan berupa meja batu tempat meletakkan sesaji dalam memuja roh nenek moyang ialah ….
A. Punden berundak
B. Menhir
C. Dolmen
D. Waruga
37. Arkeolog yang menemukan fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil, Jawa Timur adalah ….
A. E. Dubois
B. V. Koninggswald
C. Ir. Oppennorth
D. V. Stein Callenfals
38. Manusia purba yang ditemukan di Desa Trinil, tepatnya di Lembah Bengawan Solo adalah ….
A. Homo Soloensis
B. Meganthropus Paleojavanicus
C. Pichtecanthropus Erectus
D. Pichtecanthropus Mojokertensis
39. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia purba pada zaman berburu dan meramu, adalah dengan cara ….
A. Mengumpulkan hasil hutan
B. Bersawah
C. Bercocok tanam
D. Berkebun
40. Hasil kebudayaan zaman Megalithikum yang berupa meja batu tempat menyimpan sesajen adalah ….
A. Dolmen
B. Punden berundak-undak
C. Menhir
D. Sargofakus
41. Kjokkenmodinger temuan yang merupakan ciri utama dari zaman ….
A. Paleolithikum
B. Mesolithikum
C. Neolithikum
D. Megalithikum
42. Menurut sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari ….
A. Wajak
B. India
C. Yunan
D. Arab
43. Chopper di temukan di daerah ….
A. Flores
B. Solo
C. Papua
D. Pacitan
44. Kebudayaan logam di Indonesia berasal dari daerah ….
A. Papua
B. Jawa
C. Dongson
D. Yunan
45. Berikut yang bukan nilai peninggalan zaman prasejarah adalah ….
A. Nilai religius
B. Nilai keadilan
C. Nilai kebebasan
D. Nilai musyawarah
46. Berikut bukan merupakan pembabakan zaman prasejarah Indonesia, yaitu ….
A. Zaman berburu dan meramu
B. Bercocok tanam
C. Bertani dan berlayar
Perundagian


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.