Indonesia Versus Belanda …

December 5, 2009

INDONESIA VS BELANDA
FAKTOR PENYEBAB KONFLIK INDONESIA – BELANDA
Setelah teks proklamasi dibacakan tidak berarti kemerdekaan negara dan bangsa Indonesia tersebut bebas dari ancaman dan gangguan bangsa lain. Kemerdekaan yang sudah diraih harus tetap dipertahankan. Ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia yang baru merdeka itu datang baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pada waktu itu, Belanda ingin kembali menjajah Indonesia. Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan itu dilakukan baik dengan perjuangan bersenjata maupun perjuangan di meja perundingan atau perjuangan diplomasi.
2.1.1 Latar Belakang
Kekalahan Jepang tanpa syarat kepada Sekutu mengakibatkan Jepang kehilangan semua jajahannya termasuk Indonesia. Jepang harus menyerahkannya kepada Sekutu. Tugas pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang dilakukan oleh Komando Asia Tenggara (South East Asia Command). Pasukan ini dipimpin Laksamana Lord Louis Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas itu, Mountbatten membentuk komando khusus yang diberi nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). AFNEI dipimpin Letnan Jenderal Sir Philip Christison. Tugas AFNEI di Indonesia adalah sebagai berikut.
1. Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang.
2. Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu.
3. Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk dipulangkan ke Jepang.
4. Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah sipil.
5. Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut penjahat perang.
Pasukan Sekutu dan AFNEI mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945.
Kedatangan Sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Namun setelah diketahui bahwa pasukan Sekutu datang bersama orang-orang NICA, sikap Indonesia berubah menjadi curiga dan kemudian bermusuhan. Situasi semakin memanas karena orang-orang NICA mempersenjatai bekas tentara KNIL yang baru dibebaskan dari tahanan Jepang. Orang-orang NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mulai memancing kerusuhan dengan cara melakukan provokasi. Di kota-kota yang didatangi pasukan Sekutu sering terjadi insiden. Bahkan sering terjadi pertempuran antara pihak Sekutu dengan pihak Republik Indonesia. Pertempuran itu terjadi karena pasukan Sekutu tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Tentu saja kedatangan NICA di Indonesia tidak bisa diterima karena Indonesia sudah merdeka. Kedatangan NICA adalah sebuah ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, timbul pertentangan antara pasukan Sekutu dan Belanda dengan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih. Perjuangan rakyat Indonesia itu dilakukan baik dengan perjuangan bersenjata maupun perjuangan diplomasi.
2.1.2 Perjuangan Bersenjata
Beberapa peristiwa pertempuran antara pasukan Sekutu dan Belanda melawan rakyat Indonesia terjadi di berbagai daerah, antara lain pertempuran di Surabaya, Bandung lautan api, pertempuran Medan area, peristiwa merah putih di Manado, pertempuran di Jakarta dan sekitarnya, pertempuran di Ambarawa, agresi militer Belanda pertama, agresi militer Belanda kedua, serangan umum 1 Maret 1949.
A. Insiden bendera di Surabaya
Pada tanggal 19 September 1945, di Surabaya terjadi insiden bendera. Insiden ini berpangkal pada tindakan beberapa orang Belanda yang mengibarkan bendera merah putih biru di atas Hotel Yamato di jalan Tunjungan. Tindakan tersebut menimbulkan kemarahan rakyat. Mereka menyerbu hotel dan menurunkan bendera Belanda tersebut. Bagian yang berwarna biru dirobek. Mereka mengibarkannya kembali sebagai bendera merah putih.
B. Pertempuran lima hari di Semarang
Pertempuran di Semarang dipicu peristiwa yang terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945. Pada waktu itu, kira-kira 400 orang veteran AL Jepang yang akan dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi pabrik senjata memberontak sewaktu mereka dipindahkan ke Semarang. Mereka menyerang polisi Indonesia yang mengawal mereka. Mereka melarikan diri dan bergabung dengan Kidobutai di Jatingaleh. Kidobutai adalah sebuah batalyon Jepang di bawah pimpinan Mayor Kido. Mereka bergerak melakukan perlawanan dengan alasan mencari dan menyelamatkan orang-orang Jepang yang tertawan.Situasi bertambah panas dengan adanya desasdesus bahwa cadangan air minum di Candi telah diracuni. Pihak Jepang memperuncing keadaan karena melucuti delapan orang polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut. Alasannya untuk menghindarkan peracunan cadangan air minum itu. Pertempuran mulai pecah pada dini hari tanggal 15 Oktober 1945. Para pemuda dan pejuang Indonesia bertempur melawan pasukan Kidobutai yang dibantu oleh batalyon Jepang lain yang kebetulan sedang singgah di Semarang. Pertempuran yang paling banyak menelan korban terjadi di Simpang Lima, berlangsung selama lima hari Pertempuran baru berhenti setelah Gubernur Wongsonegoro dan pemimpin TKR berunding dengan komandan tentara Jepang. Proses gencatan senjata dipercepat setelah Brigadir Jenderal Bethel dari pasukan Sekutu ikut terlibat dalam perundingan pada tanggal 20 Oktober 1945. Pasukan Sekutu kemudian melucuti senjata Jepang dan menawan pasukan Jepang. Untuk mengenang pertempuran di Semarang, maka di Simpang Lima didirikan Monumen Perjuangan Tugu Muda.
C. Pertempuran di Surabaya
Kontak senjata yang terjadi di Surabaya antara pasukan Indonesia dan pasukan Sekutu berkaitan dengan usaha perebutan kekuasaan dan senjata dari tangan Jepang yang dimulai sejak tanggal 2 September 1945. Perebutan tersebut membangkitkan pergolakan, yang kemudian berubah menjadi revolusi yang konfrontatif. Pada tanggal 25 Oktober 1945, Brigade 49 yang dipimpinan Brigjen A.W.S. Mallaby mendarat di Surabaya. Mereka bertugas untuk melucuti serdadu Jepang dan membebaskan para interniran. Kedatangan Mallaby disambut oleh R.M.T.A. Suryo (Gubernur Jawa Timur). Dalam pertemuan itu dihasilkan beberapa kesepakatan sebagai berikut.
1. Inggris berjanji bahwa di antara tentara Inggris tidak terdapat angkatan perang Belanda.
2. Disetujui kerja sama antara kedua belah pihak untuk menjamin keamanan dan ketenteraman.
3. Akan segera dibentuk Contact Bureau (Biro Kontak) agar kerja sama dapat terlaksana sebaikbaiknya.
4. Inggris hanya akan melucuti senjata Jepang.
Atas kesepakatan tersebut, maka Inggris diizinkan masuk kota Surabaya. Ternyata dalam praktiknya, Inggris tidak menepati janjinya. Pasukan Inggris justru berusaha menguasai Surabaya.
Secara kronologis serangan Inggris terhadap Indonesia, antara lain sebagai berikut.
1. Tanggal 26 Oktober 1945, satu peleton Field Security Section di bawah pimpinan Kapten Shaw menyerang sebuah penjara di Kalisosok dan juga pusat-pusat penting lainnya, seperti pangkalan udara, kantor pos, dan gedung pemerintahan.
2. Tanggal 27 Oktober 1945, pasukan Inggris menyebarkan pamflet-pamflet yang berisi perintah, agar rakyat Surabaya dan Jawa Timur menyerahkan senjata hasil rampasan dari Jepang. Dengan kejadian ini maka pihak Indonesia menginstruksikan kepada semua pemuda untuk siap siaga penuh menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Akhirnya terjadi juga kontak senjata antara pemuda Indonesia dan Inggris. Semua pemuda di seluruh kota menyerang Inggris dengan segala kemampuan.
3. Tanggal 28 Oktober 1945, pemuda Indonesia menyerang pos-pos Sekutu di seluruh Surabaya.
4. Pada tanggal 29 Oktober 1945, komando Sekutu menghubungi Presiden Soekarno untuk menyelamatkan pasukan Inggris agar tidak mengalami kehancuran total. Presiden Soekarno dan Jenderal Mallaby mengadakan perundingan.Pertemuan itu menghasilkan dua kesepakatan, yaitu penghentian kontak senjata dan keberadaan RI diakui oleh Inggris.
Cara menghindari kontak senjata diatur sebagai berikut.
 Surat-surat selebaran yang disebarkan tidak berlaku lagi.
 Kota Surabaya tidak dijaga oleh tentara Sekutu kecuali kamp-kamp tawanan.
 TKR dan Polisi diakui oleh Sekutu.
 Tanjung Perak untuk sementara waktu diawasi bersama TKR, Polisi, dan tentara Sekutu untuk menyelesaikan penerimaan bantuan berupa obat-obatan untuk tawanan perang.
5. Tanggal 30 Oktober 1945, seluruh Biro Kontak menuju ke beberapa tempat. Gencatan senjata tidak dihormati Sekutu. Dalam salah satu insiden yang belum pernah terungkap secara jelas, Brigjen Mallaby ditemukan meninggal .
6. Tanggal 9 November 1945, pimpinan tentara Sekutu di Surabaya mengeluarkan ultimatum kepada rakyat. Ultimatum dari pasukan Sekutu tersebut pada pokoknya berisi: tuntutan pertanggungjawaban pihak Indonesia atas terbunuhnya Mallaby; instruksi yang menuntut agar semua pemimpin dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor. Mereka harus meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentukan; mereka harus menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas waktu ultimatum tersebut ialah jam 06.00 tanggal 10 November 1945.
7. Ultimatum tersebut ditolak oleh para pemimpin dan rakyat Surabaya.
8. Batas ultimatum akhirnya habis. Maka pecah pertempuran hebat antara pasukan Indonesia dan Inggris. Pertempuran sengit terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pasukan Inggris yang dilengkapi dengan peralatan perang canggih menggempur para pejuang Indonesia.
9. Dalam pertempuran tidak seimbang yang berlangsung sampai awal bulan Desember 1945 itu telah gugur beribu-ribu pejuang.
Salah satu tokoh dan pemimpin perjuangan rakyat Surabaya adalah Bung Tomo. Dalam pertempuran yang tidak seimbang, Bung Tomo terus mengobarkan semangat rakyat supaya terus maju, pantang mundur.
Peristiwa di Surabaya merupakan gambaran keberanian dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk membela tanah air dan kemerdekaan. Sekarang peristiwa 10 November diabadikan sebagai Hari Pahlawan dan Tugu Pahlawan di tengah Kota Surabaya melambangkan keberanian dan semangat juang bangsa Indonesia.
D. Pertempuran di Ambarawa
Pertempuran di Ambarawa diawali kedatangan tentara Sekutu di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Mereka datang untuk mengurus tawanan perang. Pihak Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Ternyata Sekutu diboncengi oleh NICA. Insiden bersenjata mulai timbul di Magelang. Kejadian itu meluas menjadi pertempuran setelah pasukan Sekutu membebaskan para interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa.
Gencatan senjata terjadi setelah Presiden Soekarno turun tangan. Akan tetapi, secara diam-diam Sekutu meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945. Mayor Sumarto memimpin perlawanan TKR dan para pemuda
menentang tentara Sekutu. Gerakan tentara Sekutu berhasil ditahan di desa Jambu berkat bantuan dari resimen kedua yang dipimpin M. Sarbini, batalyon Polisi Istimewa di bawah pimpinan Onie Sastroatmodjo, dan batalyon dari Yogyakarta. Dalam pertempuran di desa Jambu pada tanggal 26 November 1945 itu, Letkol Isdiman (Komandan Resimen Banyumas) gugur. Kolonel Soedirman (Panglima Divisi di Purwokerto) segera mengambil alih pimpinan. Setelah mengadakan konsolidasi dengan para Komandan Sektor, Kolonel Soedirman memimpin pertempuran melawan Sekutu pada tanggal 12 Desember 1945. Dalam waktu satu setengah jam, TKR sudah mengepung kota Ambarawa. Empat hari kemudian tentara Sekutu mundur ke Semarang.
E. Pertempuran Medan Area
Berita proklamasi Republik Indonesia baru sampai di kota Medan pada tanggal 27 Agustus 1945. Keterlambatan berita tersebut karena sulitnya komunikasi dan sensor ketat terhadap berita- berita oleh tentara Jepang. Berita proklamasi kemerdekaan dibawa oleh Mr. Teuku M. Hassan, yang diangkat menjadi gubernur Sumatera. Pada tanggal 13 September 1945, para pemuda yang dipelopori oleh Achmad Tahir membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Pada tanggal 4 Oktober 1945, Barisan Pemuda Indonesia beraksi mengambil alih gedung-gedung pemerintah dan merebut senjata-senjata milik tentara Jepang.
Pada tanggal 9 Oktober 1945, pasukan Sekutu yang diboncengi serdadu Belanda dan NICA di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di kota Medan. Sebelumnya, Belanda sudah mendaratkan suatu kelompok komando yang dipimpin oleh Westerling. Reaksi awal para pemuda atas kedatangan Sekutu tersebut adalah membentuk TKR di Medan.
Tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran pertama antara para pemuda dan pasukan Sekutu. Ini merupakan awal perjuangan bersenjata yang dikenal sebagai pertempuran Medan Area. Konfrontasi antara pejuang kemerdekaan dan serdadu NICA segera menjalar ke seluruh Kota Medan. Karena insiden antara pasukan pejuang kemerdekaan dan tentara NICA terus terjadi, maka pada tanggal 18 Oktober 1945 pihak Sekutu mengeluarkan maklumat yang berisi larangan terhadap rakyat untuk membawa senjata dan semua senjata yang dimiliki harus diserahkan kepada Sekutu.
Pada tanggal 1 Desember 1945, AFNEI memasang sejumlah papan bertuliskan Fixed Boundaries Medan Area (Batas Resmi Wilayah Medan) di berbagai sudut pinggiran kota Medan. Papan nama itulah yang membuat pertempuran di Medan dan sekitarnya dikenal sebagai Pertempuran Medan Area. Kemudian, Sekutu dan NICA mengadakan aksi pembersihan unsur-unsur RI di seluruh kota. Para pejuang Indonesia membalas aksi-aksi tersebut.
Pada tanggal 10 Desember 1945 tentara Sekutu melancarkan serangan militer besar-besaran, yang dilengkapi dengan pesawat tempur canggih. Seluruh daerah Medan dijadikan sasaran serangan.
F. Pertempuran di Jakarta
Sama seperti yang terjadi di Bandung, orangorang NICA dan KNIL terus melakukan provokasiprovokasi bersenjata sehingga memancing kemarahan masyarakat. Orang-orang KNIL sendiri dimanfaatkan oleh NICA demi kepentingan Belanda dengan cara mempersenjatai mereka. Keadaan di Jakarta pun menjadi kacau dan sulit dikendalikan. Tentara Belanda kian merajalela. Sementara itu, pendaratan pasukan marinir Belanda di Tanjung Priok pada tanggal 30 Desember 1945 membuat keadaan menjadi tambah gawat. Mengingat situasi keamanan yang semakin memburuk di Jakarta, Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 4 Januari 1946 pindah ke Yogyakarta, dan kemudian ibukota Republik Indonesia pun turut pindah ke Yogyakarta (Lihat: 30 Tahun Indonesia Merdeka. 1945-1949: hlm. 79).
G. Peristiwa Merah Putih di Manado
Seperti di tempat-tempat lain, pasukan Sekutu yang mendarat di Sulawesi Utara juga memboncengi orang-orang NICA. Orang-orang NICA kemudian mempersenjatai bekas tentara KNIL yang ditawan Jepang. Sejak akhir tahun 1945, pasukan Sekutu menyerahkan Sulawesi Utara kepada pasukan NICA. Pasukan NICA bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Rakyat Sulawesi Utara bereaksi dengan membentuk Pasukan Pemuda Indonesia (PPI). PPI berencana menyerang pasukan NICA. Akan tetapi, rencana tersebut bocor sehingga para pemimpin PPI ditangkap dan dipenjarakan. Pada tanggal 14 Februari 1946, para pejuang PPI menyerbu markas NICA di Teling. Mereka berhasil membebaskan pimpinan PPI dan menawan komandan NICA beserta pasukannya. Selanjutnya, para pejuang merobek bendera merah putih biru Belanda dan menjadikannya bendera merah putih. Bendera itu kemudian dikibarkan di markas Belanda di Teling. Oleh karena itu peristiwa itu dikenal dengan nama peristiwa merah putih di Manado.
Para pejuang dapat mengusir NICA dari Sulawesi Utara. Pada tanggal 16 Februari 1946, pemerintah sipil terbentuk. Pemerintahan sipil itu dipimpin oleh B. W. Lapian sebagai residen.
H. Bandung lautan api
Pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu memasuki kota Bandung. Pada waktu itu, para pemuda dan para pejuang kota Bandung sedang melaksanakan pemindahan kekuasaan dan melucuti senjata atau peralatan perang lainnya dari tangan Jepang. Tentara Sekutu menuntut para pemuda dan pejuang agar menyerahkan semua hasil pelucutan tentara Jepang kepada Sekutu. Tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum pertama, agar kota Bandung bagian utara selambat-lambatnya pada tanggal 29 November 1945 dikosongkan oleh pihak Indonesia dengan alasan demi keamanan. Para pejuang Republik Indonesia tidak mengindahkan ultimatum tersebut. Akibatnya sering terjadi insiden antara pejuang Indonesia dan tentara Sekutu.
Pada tanggal 23 Maret 1946, tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum untuk yang kedua kalinya. Kali ini para pejuang diminta meninggalkan seluruh kota Bandung. Pihak pemerintah mengindahkan ultimatum ini. Para pejuang sebelum meninggalkan kota Bandung melancarkan serangan umum ke arah markas besar Sekutu dan berhasil membumihanguskan kota Bandung bagian selatan.
I. Pertempuran Margarana
Pada tanggal 2 dan 3 Maret 1946, Belanda mendaratkan kira-kira 2000 tentara di Bali. Pada waktu itu, Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai sedang berada di Yogyakarta untuk berkonsultasi dengan markas tertinggi TRI mengenai pembinaan Resimen Sunda Kecil dan cara-cara menghadapi Belanda. Akibat perundingan Linggarjati, daerah kekuasaan de facto Republik Indonesia yang diakui hanya terdiri dari Jawa, Madura, dan Sumatera. Hal itu berarti Bali tidak diakui sebagai bagian dari Republik Indonesia. I Gusti Ngurah Rai juga mendapati pasukannya terpencar-pencar. Sementara itu, Belanda sedang mengusahakan berdirinya satu Negara boneka di wilayah Indonesia bagian timur. I Gusti Ngurah Rai dibujuk Belanda untuk bekerja sama. Ajakan tersebut ditolak I Gusti Ngurah Rai.
Pada tanggal 18 November 1946, I Gusti Ngurah Rai menyerang Belanda. Pasukan Ngurah Rai berhasil mengusai Tabanan. Namun, karena kekuatan pasukan yang tidak seimbang akhirnya pasukan Ngurah Rai dapat dikalahkan dalam pertempuran puputan (habis-habisan) di Margarana, sebelah utara Tabanan. I Gusti Ngurah Rai gugur bersama anak buahnya. Gugurnya I Gusti Ngurah Rai melicinkan jalan bagi usaha Belanda untuk membentuk “Negara Indonesia Timur”.
J. Pertempuran lima hari di Palembang
Pasukan Sekutu mendarat di Palembang padatanggal 12 Oktober 1945. Pasukan ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Carmichael. Bersama pasukan Sekutu ikut pula aparat NICA. Pemerintah Indonesia di Palembang menentukan bahwa pasukan Sekutu hanya diizinkan mendiami daerah Talang Semut. Akan tetapi, mereka tidak mengindahkan peraturan itu. Insiden dengan pemuda meletus ketika mereka menggeledah rumah- rumah penduduk untuk mencari senjata. Sekutu terus menambah kekuatannya di Palembang. Pada bulan Maret 1946, pasukan Sekutu sudah berjumlah dua batalyon. Sekutu juga melindungi masuknya pasukan Belanda. Jumlah pasukan Belanda semakin bertambah. Ketika meninggalkan kota Palembang, Sekutu menyerahkan kedudukannya kepada Belanda. Pertempuran Belanda dan para pemuda meletus ketika Belanda meminta para pemuda dan peju-ang mengosongkan kota Palembang. Belanda mengajak berunding dan melakukan gencatan senjata. Sementara perundingan berlangsung, pada tanggal 1 Januari 1947 pertempuran meletus kembali. Pertempuran berlangsung selama lima hari lima malam. Seperlima bagian kota Palembang hancur. Pada tanggal 6 Januari 1947 dicapai persetujuan gencatan senjata antara Belanda dan Pemerintah Republik Indonesia di Palembang.
K. Agresi Militer Belanda I
Perselisihan pendapat akibat perbedaan penafsiran ketentuan-ketentuan dalam persetujuan Linggarjati makin memuncak. Belanda berusaha untuk menyelesaikan “masalah Indonesia” dengan cepat. Pada tanggal 27 Mei 1947, Belanda mengirimkan nota kepada pemerintah Republik Indonesia. Nota itu berupa ultimatum yang harus dijawab dalam waktu 14 hari. Isi nota itu antara lain sebagai berikut.
1. Membentuk pemerintahan ad interim bersama.
2. Mengeluarkan uang bersama dan mendirikan lembaga devisa bersama
3. Republik Indonesia harus mengirimkan beras untuk rakyat di daerah-daerah yang diduduki Belanda.
4. Menyelenggarakan keamanan dan ketertiban bersama, termasuk daerah-daerah Republik Indonesia yang memerlukan bantuan Belanda (gendarmerie bersama).
5. Menyelenggarakan penilikan bersama atas impor dan ekspor.
Perdana Menteri Syahrir menolak gendarmerie bersama. Kemudian, Amir Syarifuddin yang memimpin kabinet berikutnya kembali memberikan jawaban yang pada dasarnya sama. Pada tanggal 15 Juli 1947, Belanda kembali mengirim nota. Belanda tetap menuntut gendarmerie bersama dan minta agar Republik Indonesia menghentikan permusuhan terhadap Belanda. Dalam waktu 32 jam Republik Indonesia harus memberi jawaban kepada Belanda.
Pada tanggal 17 Juli 1947, Pemerintah Republik Indonesia memberi jawaban yang disampaikan Amir Syarifuddin melalui RRI Yogyakarta. Jawaban itu ditolak Belanda. Pada tanggal 20 Juli 1947, van Mook mengumumkan bahwa pihak Belanda tidak mau berunding lagi dengan Indonesia. Belanda tidak terikat lagi dengan Perjanjian Linggarjati. Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda menyerang daerah-daerah Republik Indonesia. Serangan militer ini dikenal dengan nama Agresi Militer I. Belanda menyebut agresi ini dengan sebutan Aksi Polisionil. Menurut Belanda, seluruh Indonesia adalah wilayah kekuasaannya yang utuh setelah Belanda menyatakan diri tidak terikat lagi pada Perjanjian Linggarjati.
Sasaran utama Agresi Militer Belanda I adalah Jawa dan Sumatera. Jawa dan Sumatera menjadi sasaran utama dengan alasan untuk mempersempit wilayah RI dan ingin menduduki kota-kota yang strategis dan penting. Dalam Agresi Militer I ini, Belanda berhasil menguasai Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah sebelah utara, sebagian Jawa Timur, Madura, dan sebagian Sumatera Timur. Di daerah-daerah tersebut Belanda mendirikan negara-negara bagian. Belanda melancarkan agresi militer dengan tujuan sebagai berikut.
1. Mengepung ibu kota RI dan menghapuskan kedaulatan RI (tujuan politik).
2. Merebut pusat-pusat penghasil makanan dan bahan ekspor (tujuan ekonomi).
3. Menghancurkan TNI (tujuan militer).
Agresi Militer I ini mendapat reaksi dari dunia internasional. Inggris dan Amerika Serikat tidak menyetujui tindakan agresi ini. India dan Australia mengajukan usul agar soal Indonesia dibahas dalam Dewan Keamanan. Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB mendesak Indonesia dan Belanda untuk mengadakan gencatan senjata. Pada tanggal 4 Agustus 1947, Republik Indonesia dan Belanda mengumumkan gencatan senjata. Dengan demikian, berakhirlah Agresi Militer Belanda yang pertama. Meskipun secara resmi telah ada gencatan senjata, Belanda masih berusaha memperluas wilayahnya.
Batas terakhir perluasan wilayah yang dikuasai Belanda itulah yang dituntut sebagai garis demarkasi. Garis demarkasi ialah garis khayal yang kemudian dikenal sebagai “Garis van Mook”. Untuk mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dibentuk Komisi Konsuler. Anggota komisi berasal dari beberapa Konsul Jenderal di Indonesia. Komisi ini diketuai oleh Dr. Walter Foote (Konsul Jenderal Amerika Serikat). Anggotanya terdiri dari Konsul Jenderal Cina, Belgia, Perancis, Inggris, dan Australia. Dalam laporannya kepada Dewan Keamanan PBB, Komisi Konsuler menyatakan bahwa:
1. sejak tanggal 30 Juli – 4 Agustus 1947, pasukan Belanda masih mengadakan gerakan-gerakan militer;
2. pemerintah Indonesia menolak garis demarkasi (Garis van Mook) yang dituntut Belanda; dan
3. perintah penghentian tembak-menembak dirasakan tidak memuaskan.
L. Agresi Militer Belanda II
Pertikaian yang terjadi di kalangan Republik akibat dari perjanjian Renville, kegoncangan di kalangan TNI, serta penumpasan pemberontakan PKI di Madiun menyita kekuatan Republik Indonesia. Situasi itu memberi kesempatan bagi Belanda untuk menekan Republik Indonesia. Perundingan-perundingan yang dilakukan di bawah pengawasan KTN selalu menemui jalan buntu. Pada tanggal 13 Desember 1948, Mohammad Hatta meminta kembali KTN untuk menyelenggarakan perundingan dengan Belanda. Pada tanggal 18 Desember 1948, Dr. Beel menyatakan bahwa pihak Belanda tidak mengakui dan tidak terikat lagi dengan perjanjian Renville Oleh karena itu Belanda merasa bebas melaksanakan agresi terhadap Republik Indonesia.
Belanda dengan seluruh kekuatan melakukan Agresi Militer II pada tanggal 19 Desember 1948 dengan menyerbu Yogyakarta. Lapangan terbang Maguwo dapat dikuasai Belanda. Serangan Belanda ke Yogyakarta dilakukan sangat mendadak. Dalam waktu yang relatif singkat, Yogyakarta dapat dikuasai Belanda. Para pimpinan RI ditangkap Belanda. Para pemimpin RI yang ditangkap Belanda antara lain Soekarno, Hatta, Syahrir, Agus Salim, Mohammad Roem, dan A.G. Pringgodigdo. Mereka diterbangkan ke Prapat, Sumatera. Presiden Soekarno sebelum ditawan memberi kuasa kepada Safruddin Prawiranegara yang berada di Sumatera untuk membentuk pemerintahan darurat (Pemerintah Darurat Republik Indonesia/PDRI) di Bukit Tinggi (Sumatera Barat). Dengan Agresi Militer II dapat dikatakan bahwa Belanda memperoleh kemenangan besar, karena dapat menangkap semua pucuk pimpinan RI. Akan tetapi, dengan aksi penawanan oleh Belanda tersebut ternyata RI tidak lenyap. Belanda harus berhadapan dengan pasukan gerilya yang kerap menyulitkan pihak Belanda. Kontak senjata dan diplomasi terus dilakukan. Serbuan Belanda atau Agresi Militer II mendapat reaksi masyarakat internasional. Pada tanggal 7 Februari 1949, suara simpati kepada Indonesia atas terjadinya serbuan Belanda datang dari Amerika Serikat. Rasa simpati Amerika Serikat terhadap Indonesia diwujudkan dengan pernyataan-pernyataan sebagai berikut:
1. Amerika Serikat menghentikan semua bantuan kepada Belanda sampai negeri ini menghentikan permusuhannya dengan Indonesia.
2. Mendesak pihak Belanda supaya menarik pasukannya ke belakang garis status quo Renville.
3. Membebaskan pemimpin-pemimpin Indonesia yang ditawan sejak 18 Desember 1948.
4. Mendesak Belanda untuk membuka kembali perundingan yang jujur dengan Indonesia atas dasar persetujuan Renville.
Rasa simpati dunia internasional tidak hanya datang dari Amerika Serikat, tetapi juga dari Rusia, Cina, Kolumbia, dan negara-negara anggota PBB lainnya. Karena tekanan politik dan militer itulah akhirnya Belanda mau menerima perintah Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan agresinya.
M. Serangan Umum 1 Maret 1949
Serangan Umum 1 Maret dilancarkan oleh pasukan RI untuk merebut kembali Yogyakarta (Ibu kota Republik Indonesia) yang dikuasai oleh Belanda sejak agresi militer kedua. Beberapa waktu sebelum serangan umum dilancarkan, Letkol Soeharto sebagai komandan Brigade 10 melakukan komunikasi dan koordinasi dengan penggagasnya, yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta). Koordinasi itu penting untuk menyusun strategi serangan umum 1 Maret 1949. Selain itu, beberapa kesatuan diperintahkan untuk menyusup ke dalam kota Yogyakarta, di antaranya adalah kesatuan khusus di bawah pimpinan Kap-ten Widodo. Beliau bertugas untuk memutuskan hubungan antara pos-pos penjagaan Belanda di dalam kota, antara lain dengan memasang ranjau darat. Untuk mempermudah koordinasi penyerangan, wilayah penyerangan dibagi atas 5 sektor, yaitu:
1. Sektor barat, dipimpin oleh Letkol Vence Sumual,
2. Sektor selatan, dipimpin oleh Mayor Sarjono,
3. Sektor utara, dipimpin oleh Mayor Kusno,
4. Sektor kota, dipimpin oleh Letnan Amir Murtono dan Letnan Marsudi, dan
5. Sektor barat, di bawah pimpinan Letkol Soeharto (sampai perbatasan Malioboro).
Yang dijadikan patokan sebagai tanda mulainya serangan adalah bunyi sirene pukul 06.00 pagi yang biasa dibunyikan di kota Yogyakarta waktu itu. Pasukan Belanda tidak menduga akan ada serangan, sehingga dalam waktu yang relatif singkat pasukan TNI berhasil memukul mundur semua posisi pasukan Belanda dan memaksa mereka bertahan dalam markasnya di dalam kota Yogyakarta.
Pasukan TNI berhasil menduduki kota Yogyakarta selama enam jam, sesuai dengan rencana semula, sekitar pukul 12.00. TNI mulai mundur keluar kota sebelum pasukan bantuan Belanda tiba. Berita serangan ini disiarkan keluar melalui pemancar radio di Wonosari. Waktu Belanda melancarkan serangan balasan, pemancar radio tersebut menjadi sasaran utama. Peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 ini juga dilaporkan oleh R. Sumardi ke pemerintah PDRI di Bukittinggi melalui radiogram. Berita ini kemudian disampaikan kepada Maramis (diplomat RI di New York). Serangan umum 1 Maret mempunyai arti penting, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Serangan umum 1 Maret mencapai tujuannya, yaitu sebagai berikut.
Ke dalam:
1. mendukung perjuangan diplomasi;
2. meninggikan semangat rakyat dan TNI yang sedang bergerilya; dan
3. secara tidak langsung telah mempengaruhi sikap para pemimpin negara federal bentukan Belanda (seperti negara Pasundan, negara Sumatra Timur dan negara Indonesia Timur) yang tergabung dalam Bijeenkomst Federal Voor Overleg (BFO).
Ke luar:
1. menunjukkan kepada dunia internasiona bahwa TNI masih ada dan mampu mengadakan serangan; dan
2. mematahkan moral pasukan Belanda.
2.1.3 Perjuangan Diplomasi
Perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan juga dilakukan di meja perundingan atau perjuangan diplomasi. Perjuangan diplomasi dilakukan, misalnya dengan mencari dukungan dunia internasional dan berunding langsung dengan Belanda.
A. Mencari dukungan internasional
Perjuangan mencari dukungan internasional lewat PBB dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tindakan langsung dilakukan dengan mengemukakan masalah Indonesia di hadapan sidang Dewan Keamanan PBB. Tindakan tidak langsung dilakukan melalui pendekatan dan hubungan baik dengan negara-negara yang akan mendukung Indonesia dalam sidang-sidang PBB. Negara-negara yang mendukung Indonesia antara lain sebagai berikut.
􀂐 Australia
Australia bersedia menjadi anggota Komisi Tiga Negara. Australia juga mendesak Belanda agar menghentikan operasi militernya di Indonesia. Australia berperan dalam membentuk opini dunia internasional untuk mendukung Indonesia dalam sidang Dewan Keamanan PBB.
􀂐 India
India merupakan salah satu negara yang mengakui kedaulatan Indonesia dalam forum internasional. India juga mempelopori Konferensi Inter-Asia untuk mengumpulkan dukungan bagi Indonesia. Konferensi Inter-Asia dilaksanakan pada tahun 1949.
􀂐 Negara-negara Liga Arab
Negara Mesir, Lebanon, Suriah, dan Saudi Arabia mengakui kedaulatan Indonesia. Pengakuan ini mempengaruhi pandangan internasional terhadap Indonesia.
􀂐 Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB
Para tokoh politik Indonesia mengadakan pendekatan dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB. Pendekatan yang dilakukan Sutan Syahrir dan Haji Agus Salim dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada bulan Agustus 1947 berhasil mempengaruhi Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk mendukung Indonesia.
B. Berunding dengan Belanda
Indonesia juga mengadakan perundingan langsung dengan Belanda. Berbagai perundingan yang pernah dilakukan untuk menyelesaikan konflik Indonesia-
Belanda misalnya: Perundingan Linggarjati, Perjanjian Renville, Persetujuan Roem-Royen, Konferensi Inter-Indonesia, dan Konferensi Meja Bundar.
a. Permulaan perundingan-perundingan dengan Belanda (10 Februari 1946)
Panglima AFNEI (Letnan Jenderal Christison) memprakarsai pertemuan Pemerintah RI dengan Belanda untuk menyelesaikan pertikaian Belanda dan RI. Serangkaian perundingan pendahuluan di lakukan. Archibald Clark Kerr dan Lord Killearn dari Inggris bertindak sebagai penengah. Perundingan dimulai pada tanggal 10 Februari 1946. Pada awal perundingan, H.J. van Mook menyampaikan pernyataan politik pemerintah Belanda. Kemudian pada tanggal 12 Maret 1946, pemerintah Republik Indonesia menyampaikan pernyataan balasan.
b. Perundingan di Hooge Veluwe (14–25 April 1946)
Setelah beberapa kali diadakan pertemuan pendahuluan, diselenggarakanlah perundingan resmi antara pemerintah Belanda dengan Pemerintah RI untuk menyelesaikan konflik. Perundingan dilakukan di Hooge Veluwe negeri Belanda pada tanggal 14 – 25 April 1946. Perundingan mengalami kegagalan.
c. Perundingan gencatan senjata (20–30 September 1946)
Banyaknya insiden pertempuran antara pejuang Indonesia dengan pasukan Sekutu dan Belanda mendorong diadakannya perundingan gencatan senjata. Perundingan diikuti wakil dari Indonesia, Sekutu, dan Belanda. Perundingan dilaksanakan dari tanggal 20 – 30 September 1946. Perundingan tidak mencapai hasil yang diinginkan.
d. Perundingan RI dan Belanda (7 Oktober 1946)
Lord Killearn berhasil membawa wakil-wakil Pemerintah Indonesia dan Belanda ke meja perundingan. Perundingan berlangsung di rumah Konsul Jenderal Inggris di Jakarta pada tanggal 7 Oktober 1946. Delegasi Indonesia diketuai Perdana Menteri Sutan Syahrir. Delegasi Belanda diketuai oleh Prof. Schermerhorn. Dalam perundingan tersebut, masalah gencatan senjata yang gagal perundingan tanggal 30 September 1946 disetujui untuk dibicarakan lagi dalam tingkat panitia yang diketuai Lord Killearn.
Perundingan tingkat panitia menghasilkan persetujuan gencatan senjata sebagai berikut.
1. Gencatan senjata diadakan atas dasar kedudukan militer pada waktu itu dan atas dasar kekuatan militer Sekutu serta Indonesia.
2. Dibentuk sebuah Komisi Bersama Gencatan Senjata untuk masalah-masalah teknis pelaksanaan gencatan senjata.
3. Di bidang politik, delegasi Pemerintah Indonesia dan komisi umum Belanda sepakat untuk menyelenggarakan perundingan politik “secepat mungkin”.
e. Perundingan Linggarjati (10 November 1946)
Sebagai kelanjutan perundingan-perundingan sebelumnya, sejak tanggal 10 November 1946 di Linggarjati di Cirebon, dilangsungkan perundingan antara Pemerintah RI dan komisi umum Belanda. Perundingan di Linggarjati dihadiri oleh beberapa tokoh juru runding, antara lain sebagai berikut:
1. Inggris, sebagai pihak penengah diwakili oleh Lord Killearn.
2. Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir (Ketua), Mohammad Roem (anggota), Mr. Susanto Tirtoprojo, S.H. (anggota), Dr. A.K Gani (anggota).
3. Belanda, diwakili Prof. Schermerhorn (Ketua), De Boer (anggota), dan Van Pool (anggota).
Perundingan di Linggarjati tersebut menghasilkan keputusan yang disebut perjanjian Linggarjati. Berikut ini adalah isi Perjanjian Linggarjati.
1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Belanda sudah harus meninggalkan daerah de facto paling lambat pada tanggal 1 Januari 1949.
2. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk negara Serikat dengan nama RIS. Negara Indonesia Serikat akan terdiri dari RI, Kalimantan dan Timur Besar. Pembentukan RIS akan diadakan sebelum tanggal 1 Januari 1949.
3. RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia- Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketua.
Perjanjian Linggarjati ditandatangani oleh Belanda dan Indonesia pada tanggal 25 Maret 1947 dalam suatu upacara kenegaraan di Istana Negara Jakarta. Perjanjian Linggarjati bagi Indonesia ada segi positif dan negatifnya.
􀂐 Segi positifnya ialah adanya pengakuan de facto atas RI yang meliputi Jawa, Madura, dan Sumatera.
􀂐 Segi negatifnya ialah bahwa wilayah RI dari Sabang sampai Merauke, yang seluas Hindia Belanda dulu tidak tercapai.
f. Melibatkan Komisi Tiga Negara
Pada tanggal 18 September 1947, Dewan Keamanan PBB membentuk sebuah Komisi Jasa Baik. Komisi ini kemudian terkenal dengan sebutan Komisi Tiga Negara. Anggota KTN terdiri dari Richard Kirby (wakil Australia), Paul van Zeeland (wakil Belgia), dan Frank Graham (wakil Amerika Serikat). Dalam pertemuannya pada tanggal 20 Oktober 1947, KTN memutuskan bahwa tugas KTN di Indonesia adalah untuk membantu menyelesaikan sengketa antara RI dan Belanda dengan cara damai. Pada tanggal 27 Oktober 1947, KTN tiba di Jakarta untuk memulai pekerjaannya.
g. Perjanjian Renville
(8 Desember 1947 – 17 Januari 1948)
KTN berusaha mendekatkan RI dan Belanda untuk berunding. Atas usul KTN, perundingan dilakukan di tempat yang netral, yaitu di atas kapal pengangkut pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat “USS Renville”. Oleh karena itu, perundingan tersebut dinamakan Perjanjian Renville.
Perjanjian Renville dimulai pada tanggal 8 Desember 1947. Hasil perundingan Renville disepakati dan ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948. Yang hadir pada perundingan di atas kapal Renville ialah sebagai berikut.
1. Frank Graham (ketua), Paul van Zeeland (anggota), dan Richard Kirby (anggota) sebagai mediator dari PBB.
2. Delegasi Indonesia, Republik Indonesia diwakili oleh Amir Syarifuddin
3. (ketua), Ali Sastroamidjojo (anggota), Haji Agus Salim (anggota), Dr. J. Leimena (anggota), Dr. Coa Tik Ien (anggota), dan Nasrun (anggota).
4. Delegasi Belanda, Belanda diwakili oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmojo
5. (ketua), Mr. H.A.L. van Vredenburgh (anggota), Dr. P. J. Koets (anggota), dan Mr. Dr. Chr. Soumokil (anggota).
Perjanjian Renville menghasilkan beberapa keputusan sebagai berikut.
1. Penghentian tembak-menembak.
2. Daerah-daerah di belakang garis van Mook harus dikosongkan dari pasukan RI.
3. Belanda bebas membentuk negara-negara federal di daerah-daerah yang didudukinya dengan melalui plebisit terlebih dahulu.
4. Membentuk Uni Indonesia-Belanda. Negara Indonesia Serikat yang ada di dalamnya sederajat dengan Kerajaan Belanda.
Persetujuan Renville ditandatangani oleh Amir Syarifuddin (Indonesia) dan Abdulkadir Wijoyoatmojo (Belanda). Perjanjian ini semakin mempersulit posisi Indonesia karena wilayah RI semakin sempit. Kesulitan itu bertambah setelah Belanda melakukan blockade ekonomi terhadap Indonesia. Itulah sebabnya hasil Perjanjian Renville mengundang reaksi keras, baik dari kalangan partai politik maupun TNI.
1. Bagi kalangan partai politik, hasil perundingan itu memperlihatkan kekalahan perjuangan diplomasi.
2. Bagi TNI, hasil perundingan itu mengakibatkan harus ditinggalkannya sejumlah wilayah pertahanan yang telah susah payah dibangun.
h. Resolusi DK PBB (28 Januari 1949)
Berkaitan dengan agresi militer Belanda II, pada tanggal 28 Januari 1949, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sebuah resolusi. Isi dari resolusi itu ialah sebagai berikut.
1. Belanda harus menghentikan semua operasi militer dan pihak Republik Indonesia diminta untuk menghentikan aktivitas gerilya. Kedua pihak harus bekerja sama untuk mengadakan perdamaian kembali.
2. Pembebasan dengan segera dan tidak bersyarat semua tahanan politik dalam daerah RI oleh Belanda sejak 19 Desember 1948.
3. Belanda harus memberikan kesempatan kepada pemimpin RI untuk kembali ke Yogyakarta dengan segera. Kekuasaan RI di daerah-daerah RI menurut batas-batas Persetujuan Renville dikembalikan kepada RI.
4. Perundingan-perundingan akan dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya dengan dasar Persetujuan Linggarjati, Persetujuan Renville, dan berdasarkan pembentukan suatu Pemerintah Interim Federal paling lambat tanggal 15 Maret 1949.
5. Pemilihan Dewan Pembuat Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Serikat selambat-lambatnya pada tanggal 1 Juli 1949.
6. Komisi Jasa-jasa Baik (KTN) berganti nama menjadi Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Indonesia (United Nation for Indonesia atau UNCI). UNCI bertugas untuk: membantu melancarkan perundingan-perundingan untuk mengurus pengembalian kekuasaan pemerintah RI, mengamati pemilihan, mengajukan usul mengenai berbagai hal yang dapat membantu tercapainya penyelesaian.
i. Perjanjian Roem-Royen (17 April – 7 Mei 1949)
Sejalan dengan perlawanan gerilya di Jawa dan Sumatra yang semakin meluas, usaha-usaha di bidang diplomasi berjalan terus. UNCI mengadakan perundingan dengan pemimpin-pemimpin RI di Bangka. Sementara itu, Dewan Keamanan PBB pada tanggal 23 Maret 1949 memerintahkan UNCI untuk membantu pelaksanaan resolusi DK PBB pada tanggal 28 Januari 1949. UNCI berhasil membawa Indonesia dan Belanda ke meja perundingan. Pada tanggal 17 April 1949 dimulailah perundingan pendahuluan di Jakarta. Delegasi Indonesia dipimpin Mr. Mohammad Roem. Delegasi Belanda dipimpin Dr. van Royen. Pertemuan dipimpin Merle Cohran dari UNCI yang berasal dari Amerika Serikat.
Akhirnya pada tanggal 7 Mei 1949 tercapai persetujuan. Persetujuan itu dikenal dengan nama “Roem-Royen Statement”. Dalam perundingan ini, setiap delegasi mengeluarkan pernyataan sendiri-sendiri. Pernyataan delegasi Indonesia antara lain sebagai berikut.
1. Soekarno dan Hatta dikembalikan ke Yogyakarta.
2. Kesediaan mengadakan penghentian tembakmenembak.
3. Kesediaan mengikuti Konferensi Meja Bundar setelah pengembalian Pemerintah RI ke Yogyakarta.
4. Bersedia bekerja sama dalam memulihkan perdamaian dan tertib hukum.
5. Sedangkan pernyataan dari pihak Belanda adalah sebagai berikut.
6. Menghentikan gerakan militer dan membebaskan tahanan politik.
7. Menyetujui kembalinya Pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.
8. Menyetujui Republik Indonesia sebagai bagian dari negara Indonesia Serikat.
9. Berusaha menyelenggarakan Konferensi Meja Bundar.
Pada tanggal 6 Juli 1949, Soekarno dan Hatta dikembalikan ke Yogyakarta. Pengembalian Yogyakarta ke tangan Republik Indonesia diikuti dengan penarikan mundur tentara Belanda dari Yogyakarta. Tentara Belanda berhasil menduduki Yogyakarta sejak tanggal 19 Desember 1948 – 6 Juli 1949.
j. Konferensi Inter-Indonesia (19 -22 Juli 1949 dan 31 Juli – 2 Agustus 1949)
Sebelum Konferensi Meja Bundar berlangsung, dilakukan pendekatan dan koordinasi dengan negara-negara bagian (BFO) terutama berkaitan dengan pembentukan Republik Indonesia Serikat. Konferensi Inter-Indonesia ini penting untuk menciptakan kesamaan pandangan menghadapi Belanda dalam KMB. Konferensi diadakan setelah para pemimpin RI kembali ke Yogyakarta. Konferensi Inter-Indonesia I diadakan di Yogyakarta pada tanggal 19 – 22 Juli 1949. Konferensi Inter-Indonesia I dipimpin Mohammad Hatta. Konferensi Inter-Indonesia II diadakan di Jakarta pada tanggal 30 Juli – 2 Agustus 1949. Konferensi Inter-Indonesia II dipimpin oleh Sultan Hamid (Ketua BFO).
Pembicaraan dalam Konferensi Inter-Indonesia hampir semuanya difokuskan pada masalah pembentukan RIS, antara lain:
1. masalah tata susunan dan hak Pemerintah RIS,
2. kerja sama antara RIS dan Belanda dalam Perserikatan Uni.
3. Hasil positif Konferensi Inter-Indonesia adalah disepakatinya beberapa hal berikut ini.
4. Negara Indonesia Serikat yang nantinya akan dibentuk di Indonesia bernama Republik Indonesia Serikat (RIS).
5. Bendera kebangsaan adalah Merah Putih.
6. Lagu kebangsaan adalah Indonesia Raya.
7. Hari 17 Agustus adalah Hari Nasional.
8. Dalam bidang militer, Konferensi Inter-Indonesia memutuskan hal-hal berikut.
9. Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) adalah Angkatan Perang Nasional.
10. TNI menjadi inti APRIS dan akan menerima orang-orang Indonesia yang ada dalam KNIL dan kesatuan-kesatuan tentara Belanda lain dengan syarat-syarat yang akan ditentukan lebih anjut.
11. Pertahanan negara adalah semata-mata hak Pemerintah RIS, negara-negara bagian tidak mempunyai angkatan perang sendiri.
Kesepakatan tersebut mempunyai arti penting sebab perpecahan yang telah dilakukan oleh Belanda sebelumnya, melalui bentuk-bentuk Negara bagian telah dihapuskan. Kesepakatan ini juga merupakan bekal yang sangat berharga dalam menghadapi Belanda dalam perundingan-perundingan yang akan diadakan kemudian. Pada tanggal 1 Agustus 1949, pihak Republik ndonesia dan Belanda mencapai persetujuan penghentian tembak-menembak yang akan mulai berlaku di Jawa pada tanggal 11 Agustus dan di Sumatera pada tanggal 15 Agustus. Tercapainya kesepakatan tersebut memungkinkan terselenggaranya Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda.
k. Konferensi Meja Bundar (23 Agustus 1949 – 2 November 1949)
Konferensi Meja Bundar (KMB) diadakan di Ridderzaal, Den Haag, Belanda. Konferensi dibuka
1. Delegasi Republik Indonesia dipimpin Mohammad Hatta,
2. Delegasi BFO dipimpin Sultan Hamid,
3. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin J. H. van Maarseveen, dan
4. UNCI diketuai oleh Chritchley.
Konferensi Meja Bundar dipimpin oleh PerdanaMenteri Belanda, W. Drees. Konferensi berlangsung dari tanggal 23 Agustus sampai dengan 2 November 1949. Dalam konferensi dibentuk tiga komisi,yaitu: Komisi Ketatanegaraan, Komisi Keuangan, dan Komisi Militer.
Kesulitan-kesulitan yang muncul dalam perundingan adalah:
􀂐 dari Komisi Ketatanegaraan menyangkut pembahasan mengenai Irian Jaya,
􀂐 dari Komisi Keuangan menyangkut pembicaraan mengenai masalah utang. Belanda menuntut agar Indonesia mengakui utang terhadap Belanda yang dilakukan sampai tahun 1949.
Dalam bidang militer, tanpa ada kesulitan siding menyepakati inti angkatan perang dalam
bentuk Indonesia Serikat adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI). Setelah penyerahan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat, KNIL (tentara Belanda di Indonesia) akan dilebur ke dalam TNI.
KMB dapat menghasilkan beberapa persetujuan. Berikut ini adalah beberapa hasil dari KMB di Den Haag:
􀂐 Belanda menyerahkan kedaulatan atas Indonesia sepenuhnya dan tanpa syarat kepada RIS.
􀂐 Republik Indonesia Serikat (RIS) terdiri atas Republik Indonesia dan 15 negara federal. Corak pemerintahan RIS diatus menurut konstitusi yang dibuat oleh delegasi RI dan BFO selama Konferensi Meja Bundar berlangsung.
􀂐 Melaksanakan penyerahan kedaulatan selambat-lambatnya tanggal 30 Desember 1949.
􀂐 Masalah Irian Jaya akan diselesaikan dalam waktu setahun sesudah pengakuan kedaulatan.
􀂐 Kerajaan Belanda dan RIS akan membentuk Uni Indonesia-Belanda. Uni ini merupakan badan konstitusi bersama untuk menyelesaikan kepentingan umum.
􀂐 Menarik mundur pasukan Belanda dari Indonesia dan membubarkan KNIL. Anggota KNIL boleh masuk ke dalam APRIS.
􀂐 RIS harus membayar segala utang Belanda yang diperbuatnya semenjak tahun 1942.
C. Pengakuan Kedaulatan
Upacara penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan dilakukan pada waktu yang bersamaan di Indonesia dan di negeri Belanda, yaitu pada tanggal 27 Desember 1949. Di negeri Belanda, penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan dilaksanakan di ruang takhta Istana Kerajaan Belanda. Ratu Juliana, P.M.Dr. Willem Drees, Menteri Seberang Lautan Mr.A.M.J.A. Sassen, dan Mohammad Hatta membubuhkan tanda tangan pada naskah pengakuan kedaulatan. Sementara itu, di Jakarta, Sultan Hamengkubuwono IX dan A.H.J. Lovink (Wakil Tinggi Mahkota) membubuhkan tanda tangan pada naskah pengakuan kedaulatan. Pada tanggal yang sama, di Yogyakarta dilakukan penyerahan kedaulatan dari Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat.

October 17, 2009

MASA PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang (1942 – 1945)
Masa pendudukan Jepang merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang di Indonesia ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Untuk mewujudkan cita-cita itu, Admiral Isoroku Yamamoto, Panglima Angkatan Laut Jepang, mengembangkan strategi perang yang sangat berani, yaitu mengerahkan seluruh kekuatan armadanya untuk dua operasi besar. Seluruh potensi Angkatan Laut Jepang mencakup 6 kapal induk (pengangkut pesawat tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah berat, 20 kapal penjelajah ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal selam serta 2.274 pesawat tempur. Kekuatan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2 kapal perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur, tanggal 7 Desember 1941, akan menyerang secara mendadak basis Armada Pasifik Amerika Serikat di Pearl Harbor di kepulauan Hawaii. Sedangkan kekuatan kedua, sisa kekuatan Angkatan Laut yang mereka miliki, mendukung Angkatan Darat dalam Operasi Selatan, yaitu penyerangan atas Filipina dan Malaya/Singapura, yang akan dilanjutkan ke Jawa. Kekuatan yang dikerahkan ke Asia Tenggara adalah 11 Divisi Infantri yang didukung oleh 7 resimen tank serta 795 pesawat tempur. Seluruh operasi direncanakan selesai dalam 150 hari. Admiral Chuichi Nagumo memimpin armada yang ditugaskan menyerang Pearl Harbor.
Hari minggu pagi tanggal 7 Desember 1941, 360 pesawat terbang yang terdiri dari pembom pembawa torpedo serta sejumlah pesawat tempur diberangkatkan dalam dua gelombang. Pengeboman Pearl Harbor ini berhasil menenggelamkan dua kapal perang besar serta merusak 6 kapal perang lain. Selain itu pemboman Jepang tesebut juga menghancurkan 180 pesawat tempur Amerika. Lebih dari 2.330 serdadu Amerika tewas dan lebih dari 1.140 lainnya luka-luka. Namun tiga kapal induk Amerika selamat, karena pada saat itu tidak berada di Pearl Harbor. Tanggal 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.
Perang Pasifik ini berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia. Tujuan Jepang menyerang dan menduduki Hindia-Belanda adalah untuk menguasai sumber-sumber alam, terutama minyak bumi, guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. Jawa dirancang sebagai pusat penyediaan bagi seluruh operasi militer di Asia Tenggara, dan Sumatera sebagai sumber minyak utama.
Gerakan invasi militer Jepang cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak, dan Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang.
Untuk menghadapi Jepang, Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). ABDACOM dipimpin oleh Jenderal Sir Archibald Wavell dan berpusat di Bandung. Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.

jepang

Upacara penyerahan kekuasaan dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Dalam upacara tersebut Sekutu diwakili oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Jenderal Ter Poorten, sedang Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Dengan penyerahan itu secara otomatis Indonesia mulai dijajah oleh Jepang.
Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia pada prinsipnya diprioritaskan pada dua hal, yaitu:
1. menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia, dan
2. memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
Politik imperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. Dengan berbagai cara, Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji-janji maupun kekerasan.
Pada mulanya, propaganda Jepang kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda. Setelah itu, pasukan-pasukan Jepang mulai mencuri makanan dan menangkapi orang untuk dijadikan pekerja paksa, sehingga pandangan bangsa Indonesia terhadap mereka mulai berbalik.
Militer Jepang membuat tiga kesalahan besar terhadap bangsa Indonesia:
1. kerja paksa: banyak laki-laki Indonesia diambil dari tengah keluarga mereka dan dikirim hingga ke Burma untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk. Ribuan orang mati atau hilang.
2. pengambilan paksa: tentara-tentara Jepang dengan paksa mengambil makanan, pakaian dan berbagai pasokan lainnya dari keluarga-keluarga Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi. Hal ini menyebabkan kelaparan dan penderitaan semasa perang.
3. perbudakan paksa terhadap perempuan: banyak perempuan Indonesia yang dijadikan “wanita penghibur ” bagi tentara-tentara Jepang.

C. Pemerintahan pada Zaman Pendudukan Jepang
Masa pendudukan Jepang berbeda dengan masa penjajahan Belanda. Pada penjajahan Belanda pemerintahan dipegang oleh pemerintahan sipil. Sedangkan masa Jepang dipimpin oleh militer. Dalam menjalankan pemerintahannya, Indonesia dibagi dalam tiga
wilayah kekuasaan militer.
1. Wilayah I, meliputi Pulau Jawa dan Madura diperintah oleh Tentara keenambelas (Angkatan Darat) dengan pusatnya di Batavia (Jakarta).
2. Wilayah II meliputi daerah Pulau Sumatra, diperintah oleh tentara keduapuluh lima (Angkatan Darat) dengan pusatnya di Bukittinggi.
3. Wilayah III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Timor, Maluku diperintah oleh Armada Selatan Kedua (Angkatan Laut) dan berkedudukan di Makassar (Ujungpandang).

jepang1

Berikut ini berbagai kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.
1. Bidang Politik
Pada masa awal pendudukan, Jepang menyebarkan propaganda yang menarik. Sikap Jepang pada awalnya menunjukkan kelunakan, misalnya:
a. mengizinkan bendera Merah Putih dikibarkan di samping bendera Jepang,
b. melarang penggunaan bahasa Belanda,
c. mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, dan
d. mengizinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kebijakan Jepang yang lunak ternyata tidak berjalan lama. Jenderal Imamura mengubah semua kebijakannya. Kegiatan politik dilarang dan semua organisasi politik yang ada dibubarkan. Sebagai gantinya Jepang membentuk organisasi-organisasi baru. Tentunya untuk kepentingan Jepang itu sendiri. Organisasi-organisasi yang didirikan Jepang antara lain Gerakan Tiga A, Putera, dan Jawa Hokokai.
a. Gerakan Tiga A
Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan Maret 1942 dan diketuai oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A terdiri dari Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Tujuan gerakan ini adalah untuk menghimpun potensi bangsa guna kemakmuran bersama. Ternyata Gerakan Tiga A tidak berumur lama karena dirasa kurang efektif oleh Jepang sehingga dibubarkan, sebagai gantinya dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat).
b . Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Pada tanggal 1 Maret 1943 Jepang membentuk Putera. Gerakan ini dipimpin oleh tokoh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.

jepang2

Bagi para pemimpin Indonesia, Putera bertujuan untuk membangun dan menghidupkan segala apa yang dirobohkan oleh imperialis Belanda. Sedangkan bagi Jepang, Putera bertujuan untuk memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha perangnya. Putera lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia daripada bagi Jepang. Putera lebih mengarahkan perhatian rakyat kepada kemerdekaan daripada kepada usaha perang pihak Jepang. Oleh karena itu kemudian Jepang membentuk Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa).
c . Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
Pada bulan Maret 1944 pemerintah Jepang membentuk Jawa Hokokai. Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah sehingga pucuk kepemimpinan langsung dipegang oleh Gunseikan. Himpunan ini mempunyai tiga dasar yaitu mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bukti. Jawa Hokokai mempunyai tugas antara lain mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, besi tua, pajak, dan menanam jarak sebagai bahan baku pelumas untuk Jepang. Pada tanggal 5 September 1943 membentuk Cuo Sangi In (Badan Pertimbangan) atas anjuran Perdana Menteri Hideki Tojo. Ketua Cuo Sangi In dipegang oleh Ir. Soekarno. Tugas badan ini adalah mengajukan usul kepada pemerintah serta menjawab pertanyaan pemerintah mengenai tindakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah militer.
2. Bidang Ekonomi
Pada awal pendudukan Jepang, ekonomi Indonesia mengalami kelumpuhan obyek-obyek vital seperti pertambangan dan industri dibumihanguskan oleh Sekutu. Untuk menormalisasi keadaan, Jepang banyak melakukan kegiatan produksi. Semua kegiatan ekonomi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang. Misalnya dengan membangun pabrik senjata dan mewajibkan rakyat menanam pohon jarak. Oleh karena itu Jepang menerapkan sistem autarki. Sistem autarki adalah tiap-tiap daerah diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk membangun fasilitas perang, Jepang memerlukan banyak tenaga kasar. Tenaga kasar yang digunakan untuk kerja paksa dinamakan romusha. Kehidupan romusha sangat mengenaskan. Mereka hidup menderita, miskin, kelaparan, dan tidak jarang terjadi kematian. Selain dengan romusha, Jepang juga mengeksploitasi sumber daya alam terutama batu bara dan minyak bumi.
3. Bidang Sosial
Pada masa Jepang banyak rakyat Indonesia yang dipaksa menjadi romusha. Mereka dipaksa bekerja keras tanpa diberi upah dan makanan. Akibatnya banyak romusha yang meninggal dan terjangkit wabah penyakit. Karena kemelaratan yang dialami para romusha tersebut, muncul golongan baru yang disebut golongan kere atau gembel.
Jepang juga mengatur sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat. Stratifikasi sosial pada masa pendudukan Jepang terdiri dari:
a. Golongan teratas yaitu golongan Jepang.
b. Golongan kedua yaitu golongan pribumi.
c. Golongan ketiga yaitu golongan Timur Asing.
4 . Bidang Militer
Dalam rangka memperkuat kedudukan dalam Perang Pasifik, Jepang melakukan mobilisasi para pemuda untuk dibina dalam latihan militer. Oleh karena itu Jepang membentuk organisasiorganisasi semimiliter dan organisasi militer. Lihat tabel 2.4
jepang3
Tabel 2.4 Organisasi-Organisasi Semimiliter dan Organisasi Militer Bentukan Jepang

5. Bidang Budaya
Pada masa pendudukan Jepang, bahasa Indonesia diizinkan digunakan dalam komunikasi. Sebaliknya, bahasa Belanda tidak boleh digunakan. Papan nama dalam toko, rumah makan, atau perusahaan yang berbahasa Belanda diganti dengan bahasa Indonesia atau bahasa Jepang. Surat kabar dan film yang berbahasa Belanda dilarang beredar.
D. Strategi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
Dalam menghadapi penjajahan Jepang, para pejuang memiliki strategi yang tidak sama. Ada dua macam golongan yaitu golongan kooperatif dan nonkooperatif. Golongan kooperatif bersedia kerja sama dengan Jepang. Mereka duduk dalam organisasi bentukan Jepang. Sedang golongan nonkooperatif adalah golongan yang tidak mau bekerja sama dengan Jepang, mereka membentuk organisasi bawah tanah. Berikut ini kelompok bawah tanah pada masa Jepang, lihat tabel 2.5
jepang4
Tabel 2.5 Kelompok Bawah Tanah pada Masa Pendudukan Jepang
Perjuangan yang bersifat kooperatif dilakukan oleh para pemimpin bangsa. Mereka bersedia bekerja sama dengan Jepang. Perjuangan yang kooperatif dilakukan dengan bergabung dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang misalnya dalam Putera, Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A, dan Cuo Sangi In. Di samping itu juga duduk dalam badan-badan pemerintahan Jepang.
E. Perlawanan terhadap Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, kehidupan rakyat sangat menderita. Hal ini disebabkan rakyat dipaksa menjadi romusha dan dibebani kewajiban menyerahkan hasil panennya. Penderitaan yang dialami rakyat menyebabkan munculnya rasa benci terhadap Jepang. Kebencian itu diperparah dengan kewajiban untuk melakukan Seikerei (menghormat) ke arah Tokyo yang tidak dapat diterima. Akibatnya terjadi perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekejaman tentara Jepang. Untuk lebih jelasnya lihat tabel 2.6 berikut.

jepang5
Tabel 2.6 Perlawanan-Perlawanan yang Muncul terhadap Jepang
Perlawanan rakyat yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah hadiah dari pemerintah Jepang. Kemerdekaan Indonesia diperjuangkan, dan kemudian dipertahankan oleh bangsa Indonesia sendiri.
F. Berbagai Perubahan Akibat Pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang telah mengakibatkan berbagai perubahan pada masyarakat pedesaan Indonesia, khususnya Jawa. kebijakan-kebijakan Jepang mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa perubahan yang
terjadi akibat pendudukan Jepang di Indonesia.
1 . Aspek Politik Pemerintahan
Dalam bidang pemerintah terjadi perubahan dari pemerintahan sipil ke pemerintahan militer, jabatan Gubernur Jenderal diganti dengan Panglima Tentara Jepang. Untuk memperlancar proses eksploitasi di pedesaan dan mengontrol rakyat, Jepang membentuk tonarigumi (Rukun Tetangga). Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengawasan terhadap penduduk. Akibat dibentuknya tonarigumi, peran dan fungsi lembaga politik tradisional memudar.
2. Aspek Sosial Ekonomi
Pada masa Jepang, juga diberlakukan politik penyerahan padi secara paksa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi para tentara. Akibat penyerahan padi itu antara lain angka kematian meningkat, tingkat kesehatan masyarakat menurun, kelangkaan bahan pangan, dan kesejahteraan sosial sangat buruk. Mobilitas sosial masyarakat cukup tinggi. Golongan pemuda, pelajar, dan tokoh masyarakat mengalami peningkatan status sosial. Hal ini disebabkan mereka bergabung dalam organisasi bentukan Jepang. Selain itu juga duduk dalam pemerintahan.
3. Aspek Mentalitas Masyarakat
Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Melihat hal tersebut, Jepang memanfaatkannya sebagai tenaga kerja. Masyarakat pedesaan dipaksa menjadi romusha. Para romusha harus membuat pabrik senjata, benteng pertahanan, dan jalan. Mereka
tidak hanya bekerja di Indonesia tetapi juga dikirim ke luar negeri. Para romusha sangat menderita dan tidak dapat upah dan makanan. Mereka masih menerima perlakuan yang kejam dari Jepang. Hal ini menimbulkan ketakutan pada masyarakat yang harus menyerahkan warganya untuk menjadi romusha.

CONTOH-CONTOH SOAL MID SEMESTER GANJIL
1. Berikut ini yang bukan merupakan sebab umum PD II adalah…
A. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menjalankan tugasnya.
B. Adanya perebutan wilayah kekuasaan
C. Munculnya politik alinasi (politik mencari kawan).
D. Kekacauan dalam bidang ekonomi
2. Salah satu sebab umum PD II adalah munculnya faham ultranasionalisme, maksud dari faham ini adalah…
A. Faham untuk saling mencari teman yang sesuai
B. Faham yang mengutamakan kebebasan
C. Faham yang mencintau Negara dengan berlebihan
D. Faham yang mensejajarkan semua golongan
3. Sebab umum terjadinya PD II adalah karena adanya pertentangan faham, yaitu antara faham….

A. Komunis dengan liberal
B. Komunis dengan nasionalis
C. Liberal dengan atheis
D. Nasionalis dengan atheis

4. Sebab khusus terjadinya PD II di Eropa adalah akibat adanya serangan Jerman ke Polandia. Apa sebab Jerman menyerang Polandia…
A. Polandia menolak bersatu dengan Jerman
B. Jerman ingin menjajah Polandia
C. Jerman melanggar perjajian dengan Polandia
D. Polandia tidak mau menyerahkan kota Danzig
5. Kenapa Jerman menginginkan Kota Danziq menjadi bagian dari Negara Jerman…
A. Karena Kota Danzig merupakan kota yang kaya
B. Karena posisi Kota Danzig sangat strategis
C. Karena sebagian besar warga Negara Danzig adalah orang Jerman
D. Karena di Kota Danzig terdapat tambang minyak
6. Apa alasan Jepang menyerang Pearl harbour…
A. Karena Jepang ingin menunjukkan kekuatannya
B. Karena Jepang ingin membalas dendam pada Amerika
C. Karena Jepang dihianati oleh Amerika
D. Karena Amerika melanggar perjanjian dengan Jepang
7. Perjanjian non-agresi merupakan perjanjian yang diadakan antara…

A. Belanda dengan Jepang
B. Jerman dengan Rusia
C. Inggris dengan Amerika
D. Rusia dengan Polandia

8. Tujuan dilakukannya perjanjian non-agresi adalah…

A. Menanggulangi masuknya komunis
B. Mengatasi bahaya liberal
C. Mengadakan gencatan senjata
D. Untuk tidak saling menyerang

9. Pada awal jalannya PD II, perang dimenangkan oleh…

A. Blok sekutu
B. Blok liberal
C. Blok poros
D. Blok Asia

10. Pada masa Turning Point, pihak yang kalah adalah….

A. Blok sekutu
B. Blok liberal
C. Blok poros
D. Blok Asia

11. Sebelum PD II dimulai Jepang, Italia dan Jerman mengadakan Pakta Anti Komintern pada November 1936, tujuannya adalah…

A. Menanggulangi bahaya komunis Rusia
B. Mengatasi bahaya liberal Amerika
C. Mengadakan gencatan senjata
D. Untuk tidak saling menyerang

12. Apa yang menyebabkan Uni Soviet tidak lagi berada di blok Poros…

A. Karena ingin menguasai blok Poros
B. Karena dihianati oleh Jerman
C. Karena membalas dendam pada Italia
D. Karena ingin menjadi Negara super power

13. Kenapa Jerman menyerang Uni Soviet…

A. Jerman ingin menjadi Negara super power
B. Jerman merasa dihianati oleh Uni Soviet
C. Jerman merasa semakin kuat
D. Jerman ingin mendapatkan tambang minyak

14. Apa yang menjadi sebab utama terjadinya PD II di kawasan Afrika…

A. Adanya serangan Jerman ke Mesir
B. Adanya serangan Uni Soviet ke Mesir
C. Adanya serangan Italia ke Mesir
D. Adanya serangan Jepang ke Mesir

15. Tujuan Jerman membantu Italia untuk mengalahkan Mesir adalah…
A. Supaya bisa menguasai Terusan Suez
B. Supaya bisa menguasai Mesir
C. Supaya Italia mau ganti membantu Jerman
D. Supaya Jerman mendapatkan banyak dukungan
16. Apakah tujuan Jepang menyerang pangkalan perang Amerika Serikat (Pearl Harbour)…
A. Untuk menguasai Amerika Serikat
B. Untuk membalas dendam pada Amerika Serikat
C. Untuk menjajah Amerika Serikat
D. Untuk diakui sebagai Negara super power
17. Pada tanggal berapa Jepang menyerang Pearl Harbour…

A. 7 Desember 1941
B. 8 Desember 1941
C. 7 Januari 1941
D. 8 Januari 1941

18. Tujuan utama Jepang menyerang dan menduduki Hindia-Belanda adalah…
A. Agar diakui sebagai Negara super power
B. Untuk menguasai sumber alam utamanya minyak
C. Untuk merebut Hindia Belanda dari Sekutu
D. Agar dapat menjadi saudara tua dari Indonesia
19. Dalam menjalankan pemerintahannya, Indonesia dibagi dalam tiga wilayah kekuasaan militer. Wilayah I meliputi…

A. Pulau Sumatra dan sekitarnya
B. Kalimantan dan Sulawesi
C. Bali dan Maluku
D. Pulau Jawa dan Madura

20. Wilayah II berpusat di….

A. Batavia
B. Makasar
C. Bukittinggi
D. Jogjakarta

21. Pada masa awal pendudukannya, Jepang menyebarkan propaganda yang menarik. Berikut ini yang bukan merupakan bentuk propaganda Jepang adalah…
A. Melarang adanya kekerasan terhadap penduduk pribumi
B. Mengizinkan bendera Merah Putih dikibarkan di samping bendera Jepang
C. Mengizinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
D. Mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari
22. Gerakan 3 A yang dibentuk oleh Jepang memiliki slogan seperti dibawah ini, kecuali…

A. Nippon cahaya Asia
B. Nippon pemimpin Asia
C. Nippon pelindung Asia
D. Nippon saudara tua Asia

23. Salah satu organisasi bentukan Jepang adalah Putera. Kepanjangan dari Putera adalah…

A. Perkumpulan tenaga rakyat
B. Pusat tenaga rakyat
C. Pusat tentara rakyat
D. Perkumpulan tentara rakyat

24. Berikut ini yang bukan pemimpin organisasi Putera atau yang bukan anggota empat serangkai…

A. Ki Hajar Dewantara
B. Ir. Soekarno
C. Haji Zainal Mustafa
D. KH. Mas Mansyur

25. Pengertian dari Jawa Hokokai adalah…

A. Himpunan kebaktian Jawa
B. Himpunan pedagang Jawa
C. Himpunan petani Jawa
D. Hinpunan rakyat Jawa

26. Dalam bahasa Jepang, Badan Pertimbangan disebut…

A. Cuo Sangi In
B. Jawa Hokokai
C. Suisintai
D. Fujinkai

27. Berikut ini yang bukan merupakan dampak dari adanya romusha adalah…

A. Banyak rakyat yang meninggal
B. Timbul wabah penyakit
C. Berkurangnya pengangguran
D. Timbul golongan gembel

28. Salah satu organisasi militer bentukan Jepang adalah Heiho, tugas Heiho adalah…
A. Bertugas membantu tugas polisi
B. Bertugas menjaga keamanan di dalam negeri
C. Bertugas membantu prajurit Jepang di luar negeri
D. Bertugas mengawasi jalannya perang di daerah
29. Himpunan wanita yang dibentuk oleh Jepang disebut…

A. Keibodan
B. Heiho
C. Jibatukoi
D. Fujinkai

30. Barisan pemuda yang dibentuk oleh Jepang disebut…

A. Seinendan
B. Gatutokai
C. Fujinkai
D. Jibatukai

31. Perlawanan rakyat Singaparna dipimpin oleh…

A. Tengku Abdul Jalil
B. Haji Zainal Mustofa
C. Teuku Hamid
D. Utin Fatimah

32. Perlawanan yang terjadi di Singaparna disebabkan oleh…
A. Perampasan padi oleh tentara Jepang
B. Penganiayaan yang dilakukan tentara Jepang
C. Menolak upacara penghormatan pada kota Tokyo
D. Menolak adanya romusha di daerah Singaparna
33. Penyerahan kekuasaan Indonesia dari Belanda kepada Jepang dilakukan di…

A. Blitar, Jawa Timur
B. Teluk Banten, Jawa Barat
C. Tarakan, Kalimantan Timur
D. Kalijati, Subang, Jawa Barat

34. Tanggal berapakah Belanda menyerah kepada Jepang…

A. 8 Maret 1942
B. 5 Maret 1942
C. 6 Februari 1942
D. 3 Februari 1942

35. Berikut ini yang bukan termasuk dalam wilayah III kekuasaan Jepang di Indonesia adalah…
A. Sulawesi
B. Bali
C. Sumatera
D. Nusa Tenggara

Materi Persiapan Mid Semester Ganjil

October 17, 2009

KEBIJAKAN PEMERINTAH SETELAH RUNTUHNYA VOC

KEBIJAKAN PEMERINTAH KERAJAAN BELANDA (REPUBLIK BATAAFSCHE)
Kebijakan pemerintah Kerajaan Belanda yang dikendalikan oleh Prancis sangat kentara pada masa Gubernur Jenderal Daendels (1808 – 1811). Kebijakan yang diambil Daendels sangat berkaitan dengan tugas utamanya yaitu untuk mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris.
Dalam upaya mempertahankan Pulau Jawa, Daendels melakukan hal-hal berikut.
1. Membangun ketentaraan, pendirian tangsi-tangsi/ benteng, pabrik mesiu/senjata di Semarang dan Surabaya serta rumah sakit tentara.
2. Membuat jalan pos dari Anyer sampai Panarukan dengan panjang sekitar 1.000 km.
3. Membangun pelabuhan di Anyer dan Ujung Kulon untuk kepentingan perang.
4. Memberlakukan kerja rodi atau kerja paksa untuk membangun pangkalan tentara.

peta belanda

Gambar 4.20. Peta Jalan Anyer – Panarukan yang dibuat oleh Daendels.
Berikut ini kebijakan-kebijakan yang diberlakukan Daendels terhadap kehidupan rakyat.
1. Semua pegawai pemerintah menerima gaji tetap dan mereka dilarang melakukan kegiatan perdagangan.
2. Melarang penyewaan desa, kecuali untuk memproduksi gula, garam, dan sarang burung.
3. Melaksanakan contingenten yaitu pajak dengan penyerahan hasil bumi.
4. Menetapkan verplichte leverantie, kewajiban menjual hasil bumi hanya kepada pemerintah dengan harga yang telah ditetapkan.
5. Menerapkan sistem kerja paksa (rodi) dan membangun ketentaraan dengan melatih orang-orang pribumi.
6. Membangun jalan pos dari Anyer sampai Panarukan sebagai dasar pertimbangan pertahanan.
7. Membangun pelabuhan-pelabuhan dan membuat kapal perang berukuran kecil.
8. Melakukan penjualan tanah rakyat kepada pihak swasta (asing).
9. Mewajibkan Prianger stelsel, yaitu kewajiban rakyat Priangan untuk menanam kopi.
Dalam melaksanakan pemerintahannya di Indonesia, Daendels memberantas sistem feodal yang sangat diperkuat VOC. Untuk mencegah penyalahgunaan kekuasaan, hak-hak bupati mulai dibatasi terutama yang menyangkut penguasaan tanah dan pemakaian tenaga rakyat.
Selama memerintah, Daendels dikenal sebagai gubernur jenderal yang “bertangan besi”. Ia memerintah dengan menerapkan disiplin tinggi, keras, dan kejam. Bagi rakyat atau penguasa lokal yang ketahuan membangkang, Daendels tidak segan-segan memberi
hukuman. Hal ini dapat dibuktikan saat Daendels menjalankan kerja rodi untuk membangun jalan raya Anyer – Panarukan sepanjang 1.000 km. Dalam pembangunan tersebut, rakyat dipaksa kerja keras tanpa diberi upah atau makanan, dan apabila rakyat ketahuan melarikan diri akan ditangkap dan disiksa. Rakyat sangat menderita.
Pengaruh kebijakan pemerintah kerajaan yang diterapkan oleh Daendels sangat berbekas dibanding penggantinya, Gubernur Jenderal Janssens yang lemah. Langkah-langkah kebijakan Daendels yang memeras dan menindas rakyat menimbulkan:
1. Kebencian yang mendalam baik dari kalangan penguasa daerah maupun rakyat,
2. Munculnya tanah-tanah partikelir yang dikelola oleh pengusaha swasta,
3. Pertentangan/perlawanan penguasa maupun rakyat,
4. Kemiskinan dan penderitaan yang berkepanjangan, serta
PENCOPOTAN DAENDELS.
Pada tahun 1810, Kaisar Napoleon menganggap bahwa tindakan Daendels sangat otoriter. Pada tahun 1811 Daendels ia ditarik kembali ke negeri Belanda dan digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens.
Ternyata Janssens tidak secakap dan sekuat Daendels dalam melaksanakan tugasnya. Ketika Inggris menyerang Pulau Jawa, ia menyerah dan harus menandatangani perjanjian di Tuntang pada tanggal 17 September 1811. Perjanjian tersebut dikenal dengan nama Kapitulasi Tuntang, yang berisi sebagai berikut.
1. Seluruh militer Belanda yang berada di wilayah Asia Timur harus diserahkan kepada Inggris dan menjadi tawanan militer Inggris.
2. Hutang pemerintah Belanda tidak diakui oleh Inggris.
3. Pulau Jawa dan Madura serta semua pelabuhan Belanda di luar Jawa menjadi daerah kekuasaan Inggris (EIC).

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL INGGRIS
Peristiwa Belanda menyerah kepada Inggris melalui Kapitulasi Tuntang (1811), menjadi awal pendudukan kolonial Inggris di Indonesia. Thomas Stamford Raffles diangkat menjadi Letnan Gubernur EIC di Indonesia. Ia memegang pemerintahan selama lima tahun (1811-1816) dengan membawa perubahan berasas liberal. Pendudukan Inggris atas wilayah Indonesia tidak berbeda dengan penjajahan bangsa Eropa lainnya. Raffles banyak mengadakan perubahan-perubahan, baik di bidang ekonomi maupun pemerintahan. Raffles bermaksud menerapkan politik colonial seperti yang dijalankan oleh Inggris di India. Kebijakan Daendels yang dikenal dengan nama Contingenten diganti dengan sistem sewa tanah (Landrent). Sistem sewa tanah disebut juga sistem pajak tanah. Rakyat atau para petani harus membayar pajak sebagai uang sewa, karena semua tanah dianggap milik negara. Berikut ini pokok-pokok system Landrent.
1. Penyerahan wajib dan wajib kerja dihapuskan.
2. Hasil pertanian dipungut langsung oleh pemerintah tanpa perantara bupati.
3. Rakyat harus menyewa tanah dan membayar pajak kepada pemerintah sebagai pemilik tanah.
Pemerintahan Raffles didasarkan atas prinsip-prinsip liberal yang hendak mewujudkan kebebasan dan kepastian hukum. Prinsip kebebasan mencakup kebebasan menanam dan kebebasan perdagangan. Kesejahteraan hendak dicapainya dengan memberikan kebebasan dan jaminan hukum kepada rakyat sehingga tidak menjadi korban kesewenang-wenangan para penguasa.
Dalam pelaksanaannya, sistem Landrent di Indonesia mengalami kegagalan, karena:
1. Sulit menentukan besar kecilnya pajak untuk pemilik tanah yang luasnya berbeda,
2. Sulit menentukan luas sempit dan tingkat kesuburan tanah,
3. Terbatasnya jumlah pegawai, dan
4. Masyarakat pedesaan belum terbiasa dengan sistem uang.
Tindakan yang dilakukan oleh Raffles berikutnya adalah membagi wilayah Jawa menjadi 16 daerah karesidenan. Hal ini mengandung maksud untuk mempermudah pemerintah melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah yang dikuasai. Setiap karesidenan dikepalai oleh seorang residen dan dibantu oleh asisten residen. Di samping itu Thomas Stamford Raffles juga memberi sumbangan positif bagi Indonesia yaitu:
1. Membentuk susunan baru dalam pengadilan yang didasarkan pengadilan Inggris,
2. Menulis buku yang berjudul History of Java,
3. Menemukan bunga Rafflesia-arnoldii, dan
4. Merintis adanya Kebun Raya Bogor.
Perubahan politik yang terjadi di Eropa mengakhiri pemerintahan Raffles di Indonesia. Pada tahun 1814, Napoleon Bonaparte akhirnya menyerah kepada Inggris. Belanda lepas dari kendali Prancis. Hubungan antara Belanda dan Inggris sebenarnya akur, dan mereka
mengadakan pertemuan di London, Inggris. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yang tertuang dalam Convention of London 1814. Isinya Belanda memperoleh kembali daerah jajahannya yang dulu direbut Inggris. Status Indonesia dikembalikan sebagaimana dulu sebelum perang, yaitu di bawah kekuasaan Belanda. Penyerahan wilayah Hindia Belanda dari Inggris kepada Belanda berlangsung di Batavia pada tanggal 19 Agustus 1816. Inggris diwakili oleh John Fendall dan Belanda diwakili oleh Mr. Ellout, van der Capellen, dan Buyskes.

KEBIJAKAN PEMERINTAH HINDIA BELANDA
Setelah Indonesia kembali di bawah pemerintah kolonial Belanda, pemerintahan dipegang oleh Komisaris Jenderal. Komisaris ini terdiri dari Komisaris Jenderal Ellout, dan Buyskes yang konservatif, serta Komisaris Jenderal van der Capellen yang beraliran liberal. Untuk selanjutnya pemerintahanan di Indonesia dipegang oleh golongan liberal di bawah pimpinan Komisaris Jenderal van der Capellen (1817 – 1830).
Selama memerintah, van der Capellen berusaha mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membayar hutang-hutang Belanda yang cukup besar selama perang. Kebijakan yang diambil adalah dengan meneruskan kebijakan Raffles yaitu menyewakan tanah-tanah terutama kepada bangsawan Eropa. Oleh kalangan konservatif seiring dengan kesulitan ekonomi yang menimpa Belanda, kebijakan ekonomi liberal dianggap gagal. Dalam perkembangannya, kaum konservatif dan liberal silih berganti mendominasi parlemen dan pemerintahan. Keadaan ini berdampak kebijakan di Indonesia sebagai tanah jajahan juga silih berganti mengikuti kebijakan yang ada di Belanda.
a. Cultuurstelsel atau Sistem Tanam Paksa
Kegagalan van der Capellen menyebabkan jatuhnya kaum liberal, sehingga menyebabkan pemerintahan didominasi kaum konservatif. Gubernur Jenderal van den Bosch, menerapkan kebijakan politik dan ekonomi konservatif di Indonesia.
Dalam parlemen di Belanda ada 2 kubu yang berdebat, yaitu:
1. Kubu Liberal
Tanah jajahan akan mendatangkan keuntungan jika urusan ekonomi diserahkan kepada pihak swasta.
2. Kubu Konsevatif
Tanah jajahan akan memberi keuntungan bagi Belanda apabila urusan ekonomi ditangani langsung oleh pemerintah. Indonesia dinilai belum siap untuk diterapkan kebijakan ekonomi liberal.
Pada tahun 1830 mulai diterapkan aturan kerja rodi (kerja paksa) yang disebut Cultuurstelsel. Cultuurstelsel dalam bahasa Inggris adalah Cultivation System yang memiliki arti sistem tanam. Namun di Indonesia cultuurstelsel lebih dikenal dengan istilah tanam paksa.
Ini cukup beralasan diartikan seperti itu karena dalam praktiknya rakyat dipaksa untuk bekerja dan menanam tanaman wajib tanpa mendapat imbalan. Tanaman wajib adalah tanaman perdagangan yang laku di dunia internasional seperti kopi, teh, lada, kina, dan tembakau.
Cultuurstelsel diberlakukan dengan tujuan memperoleh pendapatan sebanyak mungkin dalam waktu relatif singkat. Dengan harapan utang-utang Belanda yang besar dapat diatasi. Berikut ini pokok-pokok cultuurstelsel:
a. Rakyat wajib menyiapkan 1/5 dari lahan garapan untuk ditanami tanaman wajib.
b. Lahan tanaman wajib bebas pajak, karena hasil yang disetor sebagai pajak.
c. Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak akan dikembalikan.
d. Tenaga dan waktu yang diperlukan untuk menggarap tanaman wajib, tidak boleh melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi.
e. Rakyat yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari dalam setahun di perkebunan atau pabrik milik pemerintah.
f. Jika terjadi kerusakan atau gagal panen, menjadi tanggung jawab pemerintah.
g. Pelaksanaan tanam paksa diserahkan sepenuhnya kepada para penguasa pribumi (kepala desa).
Untuk mengawasi pelaksanaan tanam paksa, Belanda menyandarkan diri pada sistem tradisional dan feodal. Para bupati dipekerjakan sebagai mandor/pengawas dalam tanam paksa. Para bupati sebagai perantara tinggal meneruskan perintah dari pejabat Belanda. Kalau melihat pokok-pokok cultuurstelsel dilaksanakan dengan semestinya merupakan aturan yang baik. Namun praktik di lapangan jauh dari pokok-pokok tersebut atau dengan kata lain terjadi penyimpangan. Berikut ini penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam sistem tanam paksa.
1) Tanah yang harus diserahkan rakyat cenderung melebihi dari ketentuan 1/5.
2) Tanah yang ditanami tanaman wajib tetap ditarik pajak. 100 Ilmu Pengetahuan Sosial VIII
3) Rakyat yang tidak punya tanah garapan ternyata bekerja di pabrik atau perkebunan lebih dari 66 hari atau 1/5 tahun.
4) Kelebihan hasil tanam dari jumlah pajak ternyata tidak dikembalikan.
5) Jika terjadi gagal panen ternyata ditanggung petani.
Dalam pelaksanaannya, tanam paksa banyak mengalami penyimpangan dari ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Penyimpangan ini terjadi karena penguasa lokal, tergiur oleh janji Belanda yang menerapkan sistem cultuur procenten. Cultuur procenten atau prosenan tanaman adalah hadiah dari pemerintah bagi para pelaksana tanam paksa (penguasa pribumi, kepala desa) yang dapat menyerahkan hasil panen melebihi ketentuan yang diterapkan dengan tepat waktu. Bagi rakyat di Pulau Jawa, sistem tanam paksa dirasakan sebagai bentuk penindasan yang sangat menyengsarakan rakyat. Rakyat menjadi melarat dan menderita. Terjadi kelaparan yang menghebat di Cirebon (1844), Demak (1848), dan Grobogan (1849). Kelaparan mengakibatkan kematian penduduk meningkat.
Adanya berita kelaparan menimbulkan berbagai reaksi, baik dari rakyat Indonesia maupun orang-orang Belanda. Rakyat selalu mengadakan perlawanan tetapi tidak pernah berhasil. Penyebabnya bergerak sendiri-sendiri secara sporadis dan tidak terorganisasi secara baik. Reaksi dari Belanda sendiri yaitu adanya pertentangan dari golongan liberal dan humanis terhadap pelaksanaan sistem tanam paksa.
Pada tahun 1860, Edward Douwes Dekker yang dikenal dengan nama samaran Multatuli menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Max Havelar”. Buku ini berisi tentang keadaan pemerintahan kolonial yang bersifat menindas dan korup di Jawa. Di samping Douwes Dekker, juga ada tokoh lain yang menentang tanam paksa yaitu Baron van Hoevel, dan Fransen van de Putte yang menerbitkan artikel “Suiker Contracten” (perjanjian gula).
Menghadapi berbagai reaksi yang ada, pemerintah Belanda mulai menghapus sistem tanam paksa, namun secara bertahap. Sistem tanam paksa secara resmi dihapuskan pada tahun 1870 berdasarkan UU Landreform (UU Agraria).
Meskipun tanam paksa sangat memberatkan rakyat, namun di sisi lain juga memberikan pengaruh yang positif terhadap rakyat, yaitu:
1) terbukanya lapangan pekerjaan,
2) rakyat mulai mengenal tanaman-tanaman baru dan
3) rakyat mengenal cara menanam yang baik.
Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) juga dikritik karena mematikan usaha perkebunan swasta di Hindia Belanda. Kritikan ini ditulis oleh pengusaha perkebunan Fransen van de Putte dalam artikelnya “Suiker Contracten” (Perjanjian gula).
b . Politik Pintu Terbuka
Pada tahun 1860-an politik batig slot (mencari keuntungan besar) mendapat pertentangan dari golongan liberalis dan humanitaris. Kaum liberal dan kapital memperoleh kemenangan di parlemen. Terhadap tanah jajahan (Hindia Belanda), kaum liberal berusaha memperbaiki taraf kehidupan rakyat Indonesia. Keberhasilan tersebut dibuktikan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870. Pokok-pokok UU Agraria tahun 1870 berisi:
1) pribumi diberi hak memiliki tanah dan menyewakannya kepada pengusaha swasta, serta
1) pengusaha dapat menyewa tanah dari gubernemen dalam jangka waktu 75 tahun.
Dikeluarkannya UU Agraria ini mempunyai tujuan yaitu:
1) memberi kesempatan dan jaminan kepada swasta asing (Eropa) untuk membuka usaha dalam bidang perkebunan di Indonesia, dan
2) melindungi hak atas tanah penduduk agar tidak hilang (dijual).
UU Agraria tahun 1870 mendorong pelaksanaan politik pintu terbuka yaitu membuka Jawa bagi perusahaan swasta. Kebebasan dan keamanan para pengusaha dijamin. Pemerintah kolonial hanya memberi kebebasan para pengusaha untuk menyewa tanah, bukan untuk membelinya. Hal ini dimaksudkan agar tanah penduduk tidak jatuh ke tangan asing. Tanah sewaan itu dimaksudkan untuk memproduksi tanaman yang dapat diekspor ke Eropa.
Selain UU Agraria 1870, pemerintah Belanda juga mengeluarkan Undang-Undang Gula (Suiker Wet) tahun 1870. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para pengusaha perkebunan gula. Isi dari UU ini yaitu:
1) perusahaan-perusahaan gula milik pemerintah akan dihapus secara bertahap, dan
2) pada tahun 1891 semua perusahaan gula milik pemerintah harus sudah diambil alih oleh swasta.
Dengan adanya UU Agraria dan UU Gula tahun 1870, banyak swasta asing yang menanamkan modalnya di Indonesia, baik dalam usaha perkebunan maupun pertambangan. Berikut ini beberapa perkebunan asing yang muncul.
1) Perkebunan tembakau di Deli, Sumatra Utara.
2) Perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
3) Perkebunan kina di Jawa Barat.
4) Perkebunan karet di Sumatra Timur.
5) Perkebunan kelapa sawit di Sumatra Utara.
6) Perkebunan teh di Jawa Barat dan Sumatra Utara.
Politik pintu terbuka yang diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan rakyat, justru membuat rakyat semakin menderita. Eksploitasi terhadap sumber-sumber pertanian maupun tenaga manusia semakin hebat. Rakyat semakin menderita dan sengsara. Adanya UU Agraria memberikan pengaruh bagi kehidupan rakyat, seperti berikut.
1) Dibangunnya fasilitas perhubungan dan irigasi.
2) Rakyat menderita dan miskin.
3) Rakyat mengenal sistem upah dengan uang, juga mengenal barang-barang ekspor dan impor.
4) Timbul pedagang perantara. Pedagang-pedagang tersebut pergi ke daerah pedalaman, mengumpulkan hasil pertanian dan menjualnya kepada grosir
5) Industri atau usaha pribumi mati karena pekerja-pekerjanya banyak yang pindah bekerja di perkebunan dan pabrik-pabrik.
c . Politik Etis
Politik pintu terbuka ternyata tidak membawa kemakmuran bagi rakyat Indonesia. Van Deventer mengecam pemerintah Belanda yang tidak memisahkan keuangan negeri induk dan negeri jajahan. Kaum liberal dianggap hanya mementingkan prinsip kebebasan untuk mencari keuntungan tanpa memerhatikan nasib rakyat. Contohnya perkebunan tebu yang mengeksploitasi tenaga rakyat secara besar-besaran.
Dampak politik pintu terbuka bagi Belanda sangat besar. Negeri Belanda mencapai kemakmuran yang sangat pesat. Sementara rakyat di negeri jajahan sangat miskin dan menderita. Oleh karena itu, van Deventer mengajukan politik yang diperjuangkan untuk kesejahteraan rakyat. Politik ini dikenal dengan politik etis atau politik balas budi karena Belanda dianggap mempunyai hutang budi kepada rakyat Indonesia yang dianggap telah membantu meningkatkan kemakmuran negeri Belanda. Politik etis yang diusulkan van Deventer ada tiga hal, sehingga sering disebut Trilogi van Deventer.
Berikut ini Isi Trilogi van Deventer.
1) Irigasi (pengairan), yaitu diusahakan pembangunan irigasi untuk mengairi sawah-sawah milik penduduk untuk membantu peningkatan kesejahteraan penduduk.
1) Edukasi (pendidikan), yaitu penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat pribumi agar mampu menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
2) Migrasi (perpindahan penduduk), yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya (khususnya Pulau Jawa) ke daerah lain yang jarang penduduknya agar lebih merata.
Pada dasarnya kebijakan-kebijakan yang diajukan oleh van Deventer tersebut baik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para pegawai Belanda. Berikut ini penyimpangan-penyimpangan tersebut.
1) Irigasi
Pengairan (irigasi) hanya ditujukan kepada tanah-tanah yang subur untuk perkebunan
swasta Belanda. Sedangkan milik rakyat tidak dialiri air dari irigasi.
2) Edukasi
Pemerintah Belanda membangun sekolah-sekolah. Pendidikan ditujukan untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah. Pendidikan yang dibuka
untuk seluruh rakyat, hanya diperuntukkan kepada anak-anak pegawai negeri dan
orang-orang yang mampu. Terjadi diskriminasi pendidikan yaitu pengajaran di sekolah kelas I untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta, dan di sekolah kelas II kepada anak-anak pribumi dan pada umumnya.
3) Migrasi
Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di Sumatra Utara, khususnya di Deli, Suriname, dan lain-lain. Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke Lampung mempunyai tujuan menetap. Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri.
Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan Poenale sanctie, yaitu peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap polisi, kemudian dikembalikan kepada mandor/pengawasnya.
Berbagai kebijakan yang diambil oleh VOC maupun pemerintah Belanda mulai dari monopoli perdagangan, penyerahan wajib, sistem tanam paksa, maupun politik pintu terbuka tidak membawa perubahan pada kesejahteraan rakyat. Rakyat tetap miskin dan menderita sampai pada pendudukan militer Jepang.
6. Perbedaan Pengaruh Kolonial
Pengaruh kolonial tidak lepas dari masa pendudukan, tingkat kepentingan, dan kebijakan yang diterapkan. Tidak bisa dipungkiri bahwa Kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh pendudukan para kolonialis. Pengaruh kolonialis Barat mencakup beberapa aspek yaitu aspek ekonomi, politik, sosial, dan kebudayaan. Namun tingkat pengaruhnya sangat bervariasi antara Pulau Jawa dengan pulaupulau yang lain dan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Perbedaan pengaruh ini disebabkan oleh beberapa hal berikut.
a. Kompetisi atau persaingan di antara bangsa Eropa sehingga Belanda perlu menguasai beberapa daerah untuk mencegah masuknya kekuatan lain.
b. Letak daerah jajahan yang strategis dalam jalur pelayaran dan perdagangan internasional.
c. Perbedaan persebaran sumber daya alam dan sumber daya manusia.
d. Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kolonial.
Pemerintah kolonial menjadikan Pulau Jawa sebagai pusat pemerintahan sehingga aktivitas kolonial yang paling banyak berada di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan Pulau Jawa tanahnya subur dan letaknya strategis. Selain itu juga memiliki penduduk yang lebih banyak dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Di samping itu di Pulau Jawa terdapat pusat-pusat perdagangan yang sudah terkenal sejak dulu.
Di Pulau Jawa, Belanda memusatkan segala kegiatannya, baik perkebunan, pertanian, pertambangan, maupun pemerintahan. Belanda membuka perkebunan-perkebunan tanaman ekspor untuk dibawa ke negeri Belanda. Selain itu juga membangun jalan raya, jalan kereta api, jembatan, maupun pelabuhan-pelabuhan. Pembangunan tersebut dilakukan dengan tenaga rakyat melalui kerja rodi.

CONTOH SOAL MID SEMESTER GANJIL
1. VOC dibubarkan pada ….
A. 31 Januari 1799
B. 1 Desember 1799
C. 31 Desember 1799
D. 1 Januari 1800
2. Pada periode 1799–1807 Indonesia dikuasai oleh Republik ….
A. Prancis
B. Belanda
C. Inggris
D. Bataaf
3. Tugas utama Daendels, adalah ….
A. membangun jalan
B. membangun benteng pertahanan
C. mempertahankan Pulau Jawa
D. membangun pabrik senjata
4. Preanger Stelsel adalah ….
A. kewajiban membayar pajak tanah
B. sistem yang mengharuskan menanam
C. kopi bagi rakyat di Priangan
D. penjualan hasil bumi
E. undang-undang tentang kuli
5. Letnan jenderal Inggris yang memerintah di Indonesia pada 1811–1816 adalah ….
A. Daendels
B. Lord Minto
C. Raffles
D. Janssens
6. Penyebab gagalnya sistem pajak tanah yang diberlakukan Raffles adalah ….
A. tidak mendapat dukungan raja-raja Nusantara
B. wilayah kekuasaan terlalu luas
C. rakyat belum mengenal ekonomi uang
D. banyaknya korupsi di kalangan pegawai pemerintah
7. Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dicetuskan oleh ….
A. Van den Bosch
B. Van Deventer
C. Janssens
D. Daendels
8. Kolonialisme berasal dari kata colonus yang berarti….

A. Buruh
B. Pedagang
C. Petani
D. Budak

9. Suatu sistem pemukiman warga suatu negara di luar wilayah induknya atau negara asalnya merupakan pengertian dari…

A. Colonus
B. Imperare
C. Imperialisme
D. Kolonialisme
10. Kata lain dari menguasai adalah…

A. Imperare
B. Colonus
C. Kolonialisme
D. Imperialisme

11. Salah satu sebab utama orang-orang Eropa melakukan pelayaran ke dunia timur adalah…

A. Ingin mencari daerah jajahan
B. Dikuasainya konstantinopel oleh Turki
C. Ingin mencari emas dan kekayaan alam
D. Ditemukannya kompas dan perahu uap

12. Selain tujuan di atas tujuan lain dari penjelajahan samudera adalah keinginan untuk membuktikan teori Copernicus (heliosentris), teori ini menyatakan bahwa….

A. Bumi itu berbentuk bulat
B. Kemakmuran dunia timur
C. Adanya semangat penakhlukan
D. Matahari adalah pusat dunia
13. Tujuan lainnya dari penjelajahan samudera adalah 3G, yang salah satunya adalah Gospel. Gospel berarti…
A. Mencari kekayaan alam dan rempah-rempah
B. Mencari daerah jajahan seluas-luasnya
C. Menyebarkan agama nasrani
D. Menakhlukkan dunia timur
14. Bartholomeus Diaz merupakan salah satu penjelajah samudera yang berasal dari Negara…
A. Portugis
B. Inggris
C. Spanyol
D. Belanda
15. VOC dibubarkan pada ….
A. 31 Januari 1799
B. 1 Desember 1799
C. 31 Desember 1799
D. 1 Januari 1800
16. Pada periode 1799–1807 Indonesia dikuasai oleh Republik ….
A. Prancis
B. Belanda
C. Inggris
D. Bataaf
17. Tugas utama Daendels, adalah ….
A. membangun jalan
B. membangun benteng pertahanan
C. mempertahankan Pulau Jawa
D. membangun pabrik senjata
18. Preanger Stelsel adalah ….
A. kewajiban membayar pajak tanah
B. sistem yang mengharuskan menanam kopi bagi rakyat di Priangan
C. penjualan hasil bumi
D. undang-undang tentang kuli
19. Letnan jenderal Inggris yang memerintah di Indonesia pada 1811–1816 adalah ….
A. Daendels
B. Lord Minto
C. Raffles
D. Janssens
20. Penyebab gagalnya sistem pajak tanah yang diberlakukan Raffles adalah ….
A. tidak mendapat dukungan raja-raja Nusantara
B. wilayah kekuasaan terlalu luas
C. rakyat belum mengenal ekonomi uang
D. banyaknya korupsi di kalangan pegawai pemerintah
21. Sistem Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dicetuskan oleh ….
A. Van den Bosch
B. Van Deventer
C. Janssens
D. Daendels
22. Penjelajah samudra Portugis yang pertama kali mendarat di Indonesia adalah…
A. Bartholomeus Diaz
B. Vasco da Gama
C. Alfonso d’ Albuquerque
D. Ferdinand de Magelhaenz
23. Penjelajah samudra dari Spanyol yang menemukan benua Amerika adalah…
A. Juan Sebastian del Cano
B. Cristoporus Colombus
C. Amerigo Vespucci
D. Vasco da Gamma
24. “Bangsa Spanyol memperoleh wilayah perdagangan di Filipina sedangkan bangsa Portugis tetap berada di Kepulauan Maluku” merupakan isi dari perjanjian…
E. Perjanjian Giyanti
F. Perjanjian Banten
G. Perjanjian Banjar
H. Perjajian Saragosa
25. Pemimpin penjelajahan samudera dari Belanda yang pertama kali datang ke Indonesia adalah…
A. Fransisco Serrao
B. Antonio de Brito
C. Jacob Van Neck
D. Cornelis de Houtman
26. Belanda masuk ke Indonesia pada tahun 1596 dan mendarat pertama kali di…
A. Banten
B. Maluku
C. Malaka
D. Ternate
27. VOC berdiri atas usulan dari….
A. Cornelis de Houtman
B. Johan Van Oldenbarneveld
C. Jacob Van Neck
D. Fransisco Serrao
28. VOC mempunyai kepanjangan Vereenigde Oost Indische Campagnie yang berarti…
A. Persekutuan dagang Hindia Timur
B. Penjajahan daerah Hindia Timur
C. Penakhlukan daerah India
D. Perkumpulan dagang India
29. Menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern) merupakan tujuan dari…
A. Penjajahan Belanda
B. Penjajahan Spanyol
C. Dibentuknya VOC
D. Berdirinya EIC
30. Berikut ini yang bukan merupakan hak istimewa yang dimiliki oleh VOC adalah….
A. Melakukan penjelajahan samudera
B. Pemungutan pajak
C. Memiliki angkatan perang sendiri
D. Mengadakan pemerintahan sendiri.
31. Gubernur Jenderal VOC yang pertama adalah…
A. Johan Van Oldenbarneveld
B. Cornelis de Houtman
C. Cornelisde Houtman
D. Jan Pieterzoon Coen
32. Pusat pemerintahan pertama VOC terletak di…
A. Batavia
B. Maluku
C. Filipina
D. Ambon
33. Gubernur Jenderal VOC yang memindahkan pusat kekuasaan VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia) adalah….
A. Johan Van Oldenbarneveld
B. Cornelis de Houtman
C. Pieter Both
D. Jan Pieterzoon Coen
34. Apa alasan dipindahkannya pusat kekuasaan VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia)…
A. Karena adanya serangan dari penduduk Ambon
B. Karena letak Jayakarta lebih strategis
C. Karena Ambon diserang oleh bangsa Spanyol
D. Karena terjadi bencana alam di Ambon
35. Yang dimaksud dengan hak monopoli yang dimiliki Belanda adalah…
A. Hak untuk menguasai wilayah yang diinginkan
B. Hak untuk menjual dan membeli rempah-rempah
C. Hak untuk membuat undang-undang sendiri
D. Hak untuk memiliki tentara perang sendiri
36. Salah satu usaha VOC untuk menghentikan perdagangan langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark adalah dengan cara melakukan …
A. Ekstirpasi
B. Verplichte Leverantien
C. Pelayaran hongi
D. Contingenten
37. Tujuan dari diadakannya pelayaran hongi adalah…
A. Memberantas penyelundupan
B. Mempertahankan harga remaph-rempah
C. Mengurangi jumlah rempah-rempah
D. Memberantas tanaman rempah-rempah
38. Penebangan tanaman milik rakyat merupakan kata lain dari…
A. Ekstirpasi
B. Verplichte Leverantien
C. Pelayaran hongi
D. Contingenten
39. Tujuan dilakukan penebangan tanaman milik rakyat adalah…
A. Untuk meminta pajak dari hasil panen rakyat
B. Untuk mendapatkan hasil milik rakyat
C. Untuk menjaga kewibawaan pemerintah VOC
D. Untuk mempertahankan harga rempah-rempah
40. Penyerahan wajib hasil bumi kepada VOC dengan harga yang ditentukan VOC merupakan pengertian dari….
A. Ekstirpasi
B. Verplichte Leverantien
C. Pelayaran hongi
D. Contingenten
41. Tujuan dari contingenten adalah…
A. Penyerahan hasil bumi sebagai pajak
B. Pembagian hasil bumi milik rakyat
C. Penjualan hasil bumi kepada VOC
D. Penebangan tanaman milik rakyat
42. Oleh Belanda Bangsa Cina dipercaya untuk…
A. Menjualkan hasil tanam rakyat
B. Membeli hasil tanam rakyat
C. Memungut pajak dari rakyat
D. Mengawasi panen rakyat
43. Berikut ini yang bukan merupakan sebab keruntuhan VOC adalah…
A. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
B. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
C. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan
D. Banyaknya penduduk yang tidak membayar pajak
44. Berikut ini yang bukan merupakan alasan banyaknya pegawai VOC yang korupsi?
A. Karena biaya hidup yang mahal
B. Karena ingin memiliki usaha sendiri
C. Karena gaya hidup yang mewah
D. Karena gaji yang sangat kecil

Materi Persiapan Mid Semester Ganjil

October 17, 2009

JENIS MANUSIA PURBA DI INDONESIA

Sejak abad ke-18, para ahli dari luar negeri tertarik untuk mengadakan penelitian tentang manusia purba di Indonesia. Ahli arkeologi yang pertama datang adalah seorang dokter Belanda yang bernama Eugene Dubois. Mula-mula ia mengadakan penelitian di wilayah Sumatra Barat, tetapi ia tidak berhasil menemukan kerangka mirip manusia. Kemudian, dari Sumatra ia mengalihkan penelitiannya ke Pulau Jawa, di sini ia berhasil menemukan tengkorak manusia.
Temuannya yang pertama ditemukan di daerah Trinil, kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pada waktu penggalian diketahui, bahwa bumi berlapis-lapis, dan pada setiap lapisan kerap ditemukan fosil-fosil tumbuhan, hewan, dan manusia yang menjadi ciri khusus dari setiap lapisan. Fosil adalah sisa-sisa manusia, hewan, dan tumbuhan yang telah membatu karena tertimbun tanah ribuan, bahkan jutaan tahun yang lalu. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis-jenis fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia. Coba kamu cermati dan pelajari.
a. Pithecantropus
Pada 1890, Dr. Eugene Dubois, seorang ahli arkeologi menemukan fosil di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Fosil pertama yang ia temukan adalah tempurung kepala dan tulang rahang. Dalam penggalian selanjutnya, di tempat yang sama ia menemukan tulang paha kiri. Setelah dikonstruksi, tubuh fosil temuannya diperkirakan tingginya antara 165 sampai dengan 180 cm dengan fragmen tubuh yang masih sederhana dengan cara berjalan mereka yang masih belum sempurna. Cara berjalan sudah mulai berdiri tegak dan volume otaknya masih kecil. Organ tubuh luarnya masih menyerupai binatang primata.
Karena sudah berjalan dengan berdiri tegak walaupun belum sempurna seperti sekarang, maka fosil ini diberi nama Pithecantropus erectus, artinya manusia kera yang dapat berjalan tegak. Selain itu, fosil ini disebut juga fosil manusia Jawa.
Pada 1936, berbekal dengan temuan Dubois, dua orang peneliti yaitu, Duyfes dan Van Koenigswald kembali berhasil menemukan fosil erectus di Perning, kabupaten Mojokerto (Jawa Timur). Hasil temuannya adalah tengkorak anak-anak dengan usia sekitar 6 tahun, diperkirakan hidup 1,9 juta tahun yang lalu. Karena ditemukan di Mojokerto, maka
Pithecantropus erectus kali ini dinamakan Pithecantropus mojokensis (manusia kera dari Mojokerto) atau disebut juga Pithecantropus robustus.
b. Megantropus
Fosil Megantropus ditemukan di desa Sangiran pada 1936 sampai dengan 1941. Penemunya adalah Van Koenigswald. Meganthropus diperkirakan hidup 2 juta tahun yang lalu dan para ahli menyebutnya Meganthropus palaeojavanicus, artinya manusia raksasa dari Jawa Kuno. Fragmen tubuh yang ditemukannya adalah berupa rahang atas dan bawah. Makanan utama Meganthropus diperkirakan adalah tumbuh-tumbuhan.
c. Homo Sapiens
Jenis manusia di Indonesia diperkirakan hidup antara 25.000 sampai dengan 40.000 tahun yang lalu. Jenis manusia ini telah sanggup membuat alat-alat dari batu maupun tulang, sekalipun dengan masih sangat sederhana mereka telah dapat mengolah makanan dan hasil buruan. Volume otaknya diperkirakan antara 1.000 sampai dengan 2.000 cc dengan tinggi yang bervariasi antara 130 – 210 cm, berat badan diperkirakan antara 30 – 150 kg. Fosil Homo yang ditemukan adalah Homo soloensis dan Homo wajakensis.
1) Homo soloensis
Homo soloensis ditemukan pada 1931 – 1933 oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Van Koenigswald dengan hasil temuan berupa satu seri tengkorak yang jumlahnya sangat besar di daerah Ngondong, dekat Blora (Jawa Tengah). Hasil penelitian menunjukkan jenis manusia ini tingkatannya lebih tinggi dari fosil sebelumnya. Fosil ini dinamakan Homo soloensis (manusia dari Solo) diperkirakan hidup antara 35.000 – 15.000 tahun SM.
2) Homo wajakensis
Fosil jenis ini ditemukan oleh BD. Van Rietshoten di daerah Wajak, Tulung Agung (Jawa Timur) pada 1889. Kemudian, fosil ini diberi nama sesuai dengan daerah ditemukannya, yaitu Homo wajakensis. Pada 1920, Eugene Dubois menemukan fosil yang sama dan diberi nama Wajakensis II. Menurut para ahli, fosil ini merupakan bentuk perubahan langsung dari Homo soloensis, dan jenis inilah diperkirakan nenek moyang dari penduduk asli pulau Irian (Papua) dan sekitarnya. Homo wajakensis mempunyai volume otak kira-kira 1530 – 1650 cc. Di antara semua jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia, Homo wajakensis merupakan jenis yang paling tinggi tingkat kecerdasan dan peradabannya.

BERIKUT ADALAH PETA LOKASI PENEMUAN MANUSIA PURBA

images

CONTOH SOAL MID SEMESTER GANJIL
1. Tahapan kehidupan masyarakat zaman prasejarah adalah….
A. Berladang, bercocok tanam, meramu
B. Berburu, berladang, bercocok tanam
C. Berburu, berladang, meramu
D. Bercocok tanam, berladang, berladang
2. Ciri kehidupan manusia prasejarah pada masa berburu meramu dan mengumpulkan makanan adalah … .
A. Belum bertempat tinggal secara tetap
B. Hidup berkelompok dalam suatu desa
C. Sudah mengenal sistem pemerintahan
D. Mampu membuat alat batu secara halus
3. Perhatikan data di bawah ini!
1. Alat serpih
2. Nekara
3. Beliung persegi
4. Moko
5. Kapak perunggu
Dari data di atas yang termasuk peralatan yang terbuat dari batu adalah … .
A. 1 dan 3
B. 2 dan 4
C. 3 dan 5
D. 1 dan 2
4. Ciri dari zaman Arkaekum adalah …
A. Munculnya tanda-tanda kehidupan
B. Belum ada tanda-tanda kehidupan
C. Munculnya binatang-binatang besar
D. Munculnya kehidupan manusia
5. Zaman Palaeozoikum disebut juga dengan zaman …
A. Tertier
B. Sekunder
C. Quartier
D. Dilluvium
6. Munculnya binatang-binatang besar terjadi pada zaman …
A. Arkaekum
B. Palaeozoikum
C. Mesozoikum
D. Neozoikum
7. Berdasarkan tarikh bumi, tanda-tanda kehidupan manusia terjadi pada zaman …
A. Arkaekum
B. Palaeozoikum
C. Mesozoikum
D. Neozoikum
8. Zaman Quartier terdiri dari dua bagian, yaitu …
A. Pleistocen dan Holocen
B. Pleistocen dan Dilluvium
C. Holocen dan Alluvium
D. Tersier dan Holocen
9. Perhatikan data di bawah ini!
1. Zaman Neozoikum
2. Zaman Mesozoikum
3. Zaman Paleolithikum
4. Zaman Mesolithikum
5. Zaman Neolithikum
Dari data di atas, yang termasuk pembagian prasejarah Indonesia berdasarkan
Arkeologinya …
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 4
C. 1, 3, 5
D. 3, 4, 5
10. Perhatikan data di bawah ini!
1. Beternak
2. Berburu dan mengumpulkan makanan
3. Bercocok tanam
4. Berladang
5. Perundagian
Dari data di atas, yang merupakan zaman prasejarah berdasarkan ciri kehidupan
Masyarakatnya meliputi …
A. 1, 2, 3
B. 1, 3, 4
C. 1, 3, 5
D. 2, 3, 5
11. Zaman logam di Indonesia diawali dengan logam yang terbuat dari …
A. Perunggu
B. Tembaga
C. Besi
D. Perak
12. Jenis fosil manusia yang tertua di Indonesia adalah …
A. Homo Erectus
B. Homo Mojokertensis
C. Meganthropus Palaeojavanicus
D. Homo Sapiens
13. Fosil manusia yang ditemukan pada lapisan tengah adalah …
A. Homo Erectus
B. Homo Sapiens Soloensis
C. Homo Sapiens Wajakensis
D. Homo Mojokertensis
14. Fosil manusia Homo Mojokertensis ditemukan oleh …
A. Weidenrisch
B. Eugene Dubouis
C. Van Koenigswald
D. Van Reitschotten
15. Zaman batu tengah disebut juga ….
A. Neolitikum
B. Mesolitikum
C. Paleolitikum
D. Mesozoikum
16. Zaman di mana binatang-binatang raksasa makin menyusut jumlahnya dan keluarga binatang menyusui sudah mulai muncul, disebut zaman ….
A. Tersier
B. Kuarter
C. Neozoikum
D. Arkaikum
17. Berikut ini yang tidak termasuk jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia adalah ….
A. Pithecanthropus erectus
B. Pithecanthropus pekinensis
C. Meganthropus palaeojavanicus
D. Homo soloensis
18. Fosil Pithecanthropus ditemukan oleh ….
A. Van Koenigswald
B. Ter Hear
C. Eugene Dubois
D. Charles Darwin
19. Ciri-ciri kehidupan pada zaman batu muda adalah ….
A. Telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme
B. Banyak terdapat punden berundakundak
C. Belum mengenal seni
D. Bertempat tinggal secara nomaden
20. Pada masa bercocok tanam, manusia purba mengenal cara hidup sebagai berikut, yaitu ….
A. Menetap
B. Mengembangkan ekonomi perdagangan
C. Berburu hewan untuk makanan
D. Telah membentuk kerajaan
21. Kubur batu yang berbentuk lesung yang dibuat dari batu disebut ….
A. Menhir
B. Waruga
C. Dolmen
D. Sarkofagus
22. Kepercayaan mulai berkembang pada masa ….
A. Meramu dan berburu
B. Bercocok tanam
C. Perundagian
D. Pertukangan
23. Suatu kepercayaan yang meyakini bahwa setiap makhluk hidup dan benda mati memiliki roh atau kekuatan disebut ….
A. Animisme
B. Monomisme
C. Dinamisme
D. Atheisme
24. Pada masa bercocok tanam, alat-alat yang digunakan ….
A. Masih sederhana
B. Masih kasar
C. Dibuat dari logam
D. Sudah baik dan halus
25. Sumber yang dapat menjadi petunjuk keadaan budaya manusia pada masa praaksara adalah ….
A. Prasasti
B. Dokumen
C. Perkakas dari batu
D. Keterangan dari pelaku
26. Manusia mulai mengenal cara-cara bercocok tanam pertama kali pada zaman ….
A. Batu tua
B. Batu tengah
C. Batu baru
D. Zaman logam
27. Manusia pertama yang menyeberang ke daerah khatulistiwa adalah ….
A. Pithecanthropus
B. Meganthropus
C. Homo wajakensis
D. Homo soloensis
28. Peralatan yang digunakan oleh pithecanthropus adalah ….
A. Kapak lonjong
B. Kapak persegi
C. Kapak corong
D. Kapak genggam
29. Penemuan-penemuan fosil manusia purba diketemukan di daerah-daerah berikut ini, kecuali ….
A. Di Trinil, Ngawi
B. Di Mojokerto
C. Di Sangiran, tepi Bengawan Solo
D. Di Madiun, tepi Kali Madiun
30. Ilmu yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dan purbakala untuk penyusun kembali kehidupan manusia dan masyarakat masa lampau ialah ….
A. Paleontologi
B. Antropologi
C. Geologi
D. Arkeologi
31. Kepercayaan bahwa segala sesuatu mempunyai kekuatan yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup disebut ….
A. Animinisme
B. Totemisme
C. Dinamisme
D. Sosialisme
32. Kepercayaan terhadap roh yang mendiami semua benda disebut ….
A. Animisme
B. Toteisme
C. Dinamisme
D. Sosialisme
33. Bangunan berupa tiang atau tugu batu sebagai tanda peringatan dan lambang arwah nenek moyang disebut ….
A. Punden berundak
B. Menhir
C. Dolmen
D. Waruga
34. Berikut ini yang tidak termasuk ciri kehidupan manusia purba masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah ….
A. Hidup sudah menetap
B. Food gatering
C. Hidupnya berpindah-pindah
D. Hidupnya bergantung pada alam
35. Alat yang digunakan manusia purba untuk menguliti hasil berburu, merimbas kayu, dan memecah tulang ialah ….
A. Kapak perimbas
B. Alat serpih
C. Kapak genggam
D. Kapak lonjong
36. Bangunan berupa meja batu tempat meletakkan sesaji dalam memuja roh nenek moyang ialah ….
A. Punden berundak
B. Menhir
C. Dolmen
D. Waruga
37. Arkeolog yang menemukan fosil Pithecanthropus Erectus di Trinil, Jawa Timur adalah ….
A. E. Dubois
B. V. Koninggswald
C. Ir. Oppennorth
D. V. Stein Callenfals
38. Manusia purba yang ditemukan di Desa Trinil, tepatnya di Lembah Bengawan Solo adalah ….
A. Homo Soloensis
B. Meganthropus Paleojavanicus
C. Pichtecanthropus Erectus
D. Pichtecanthropus Mojokertensis
39. Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia purba pada zaman berburu dan meramu, adalah dengan cara ….
A. Mengumpulkan hasil hutan
B. Bersawah
C. Bercocok tanam
D. Berkebun
40. Hasil kebudayaan zaman Megalithikum yang berupa meja batu tempat menyimpan sesajen adalah ….
A. Dolmen
B. Punden berundak-undak
C. Menhir
D. Sargofakus
41. Kjokkenmodinger temuan yang merupakan ciri utama dari zaman ….
A. Paleolithikum
B. Mesolithikum
C. Neolithikum
D. Megalithikum
42. Menurut sejarah, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari ….
A. Wajak
B. India
C. Yunan
D. Arab
43. Chopper di temukan di daerah ….
A. Flores
B. Solo
C. Papua
D. Pacitan
44. Kebudayaan logam di Indonesia berasal dari daerah ….
A. Papua
B. Jawa
C. Dongson
D. Yunan
45. Berikut yang bukan nilai peninggalan zaman prasejarah adalah ….
A. Nilai religius
B. Nilai keadilan
C. Nilai kebebasan
D. Nilai musyawarah
46. Berikut bukan merupakan pembabakan zaman prasejarah Indonesia, yaitu ….
A. Zaman berburu dan meramu
B. Bercocok tanam
C. Bertani dan berlayar
Perundagian

Sejarah kelas 9

July 30, 2009

Perang Dunia II

PERANG DUNIA II (1939-1945)


LATAR BELAKANG
A.SEBAB-SEBAB UMUM

1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menjalankan tugasnya.
2. Munculnya politik alinasi (politik mencari kawan).
3. Kekacauan dalam bidang ekonomi.
4. Munculnya paham ultranasionalisme
5. Jerman tidak mengakui lagi Perjanjian Versailles.

6. Pertentangan faham

7. Perlombaan senjata

8. Munculnya negara-negara fasis

B. SEBAB KHUSUS

1. Sebab Khusus PD II Di Kawasan Eropa

Menurut Perjanjian Versailles wilayah Prusia Timur (Jerman) dipisahkan dari Jerman dengan dibentuknya negara Polandia (jalan keluar Jerman menuju ke laut). Di tengah-tengah negara Polandia terletak kota Danzig yang dituntut oleh Jerman, karena penduduknya adalah bangsa Jerman. Sedangkan Polandia menolak untuk menyerahkan kota Danzig, bahkan Polandia menjalin hubungan dengan mengadakan perjanjian dengan Inggris, Perancis, Rumania dan Yunani dengan suatu keputusan untuk saling menjamin kemerdekaan masing-masing negara. Hitler menjawab dengan mengadakan Perjanjian Jerman-Rusia (23 Agustus 1939), yaitu perjanjian non-agresi, di mana kedua negara tidak akan saling menyerang. Pada tanggal 1 September 1939, Jerman menyerang Polandia dan meletuslah Perang Dunia II. Selanjutnya tanggal 3 September 1939 Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman.

2. Sebab Khusus PD II Di Kawasan Asia Timur

Pada tanggal 8 Desember 1941, Pearl Habour diserang oleh Jepang dan pada tanggal 9 Desember 1941 Amerika Serikat mengumumkan perang kepada Jepang. Tanggal 11 Desember 1941 Jerman dan Italia mengumumkan perang kepada Amerika Serikat, sehingga perang meluas dan meliputi seluruh dunia.

JALANNYA PERANG

Dibagi menjadi tiga periode:

1. Periode Permulaan (1939-1942) pihak poros (Jerman) menang dan pihak sekutu kalah.

2. Turning Point, (saat-saat membalik) (tahun 1942).

3. Periode terakhir (1943-1945) pihak blok poros (Jerman) berhasil dikalahkan oleh pihak sekutu.

Sebelum terjadi PD II pada 1939, Jerman, Italia dan Jepang membentuk Pakta Anti Komintern pada November 1936. Tujuannya adalah untuk mencegah bahaya komunis dari Uni Soviet. Kemudian pada September 1938, jerman, Italia, Inggris dan Perancis mengikuti konferansi Munich. Pada Konferensi Munich disepakati bahwa milayah SUdeten di Cekoslovakia yang penduduknya mayoritas Jerman menjadi bagian dari Jerman dengan syarat Jerman tidak melakukan agresi dan mau mengakui integritas Negara-negara lain, serta bersama-sama mencegah bahya komunis dan menciptakan perdamaian.

Jerman ternyata mengingkari hasil Konferensi Munich. Pada 1939, Jerman menyerang Cokoslovakia dan Memel di Baltik. Iggris dan perancis menilai tindakan Jerman sebagai penghianatan. Bahkan, Jerman juga menuntut agar Danzig di Polandia juga diakui menjadi wilayahnya. Untuk mewujudkan keinginannya, Jerman mengadakan perjanjian rahasiadengan Uni Soviet tentang Pakta Non Agresi. Isinya menyepakati bahwa Jerman dan Uni Soviet tidak akan saling menyerang.

Setelah adanya Pakta Non Agresi, Jerman mengultimatum Polansia agar menyerahkan Danzig, tetapi POlandia menolaknya. Jerman kemudian menyerang Danzig pada 1 September 1939. karena tindakannya itulah Inggris dan Perancis kemudian menyatakan perang kepada Jerman.

Wilayah peperangan pada PD II dikelompokkan menjadi 3, yaitu:

  1. Front Eropa

Penyebab perang di Front Eropa adalah serangan Jerman ke Danzig, Polandia. Pasukan yag dipimpin oleh Augus von Mackensen berhasil menduduki, Denmark, Belanda, Belgia, Luxemburg dan Perancis. Keberhasilan Jerman tersebut menyebabkan Italia juga ikkut melakukan ekspansi. Italia kemudian menyerang Yunani dan Yugoslavia, namun ternyata kalah. Dan setelah mendapat bantuan dari Jerman akhirnya Italia dapat memenangkan perang.

Karena merasa semakin kuat, Jerman makin berambisi unutk menguasai daerah-daerah yang lain. Akhirnya Jerman melakukan penyerangan ke Uni Soviet tahun 1941. Serangan itu melanggar Pakta Non Agresi, sehingga Uni Soviet melakukan serangan balasan dan berhasil, mengalahkan Jerman di Stalingrad. Ini merupakan kekalahan Jerman yang pertama yang kemudian diikuti oleh kekalahan-kekalahan selanjutnya.

PD II menglami The Turning Point (masa titik balik) pada tahun 1942. Setelah Jerman mengalami kekalahan di Stalingrad, Sekutu melakukan serangan ke berbagai wilayah yang diduduki Jerman. Sekutu  semakin kuat setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet bergabung. Sekutu melakukan serangan besar-besaran pada 6 Juni 1944 (dikenal sebagai D-Day) setelah mendaratkan pasukannya di Normandia di bawah pimpinan Jenderal D. D. Eisenhower. Sekutu dengan cepat mempu membebaskan Negara-negara di Eropa Barat. Jerman akhirnya berhasil dikalahkan dan menyerah pada 7 Mei 1945.

  1. Front Afrika

PD II di Front Afrika terjadi antara Jerman dan Italia melawan Inggris dan sekutunya. Italia menyerang Mesir dan kawasan Afrika Utara pada tahun 1940 namun berhasil digagalkan oleh Inggris.

Jerman yang ingin menguasai terusan Suez kemudian mengirim bantuan pasukan kepada Italia dan akhirnya berhasil memasuki Mesir. Namun karena pada saat itu Jerman juga harus melawan Uni Soviet maka Jerman tidak dapat sepenuhnya mambantu Italia di Mesir. Keadaan itu dimanfaatkan oleh Inggris untuk menyerang Italia dan berhasil memenangkan peperangan pada tahun 1942 di El-Alamien (perbatasan Libya – Mesir) tahun 1943 Inggris berhasil membebaskan kawasan Afrika dari pendudukan  Jerman dan Italia.

  1. Front Asia Pasifik

Penyebab PD I di Front Asia Pasifik adalah akibat serangan Jepang ke Pearl Harbour, Amerika Serikat pada 7 Desember 1941. Tindakan Jepang itu menyebabkan Amerika Serikat terlibat dalam PD II di Front Asia Pasifik (Jepang menyebutnya dengan perang Asia Timur Raya)selain itu Jepang juga menyerang Negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang dikuasai Sekutu. Jepang berhasil menguasai Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Birma. Bahkan tanggal 27 Februari 1942 Jepang berhasil menduduki pertahanan Sekutu di Jawa.

Jepang mulai dikalahkan sejak pertempuran di Laut Karang. Dengan dipimpin oleh Jenderal Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester W. Nimit sekutu berhasil menyerbu Jepang dan mendesaknya sampai ke Pulau Okinawa. Pasukan amerika Serikat tersebut menggunakan siasat Loncat Katak untuk menyerang Jepang yaitu siasat penyerangan melompat-lompat menyerang daerah yang lemah. Pada Agustus 1945 Kota Nagasaki dan Heroshima di bom atom oleh Amerika Serikat. Dan pada tanggal 15 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Penyerahan resmi Jepang dilakukan pada tanggal 2 September 1945 yag dilakukan di kapal Missouri di teluk Tokyo.

AKHIR PERANG

Perang berakhir dengan Sekutu mendaratkan pasukan di Pantai Normandia, 6 Juni 1944, Jerman menyerah pada Sekutu Mei 1945 setelah kematian Hitler, tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 Hiroshima dan Nagasaki di bom atom oleh AS, dan pada 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu. Setelah Perang Dunia II berakhir, maka negara-negara yang terlibat dalam perang itu, baik yang menang perang maupun yang kalah perang menempuh upaya perdamaian. Upaya perdamaian itu dilakukan dengan perjanjian perdamaian. Berbagai perjanjian perdamaian yang pernah dilakukan diantaranya Konferensi Postdam, Perjanjian Perdamaian Sekutu dengan : Jepang, Italia, Austria, dan Hongaria-Bulgaria-Romania-Finlandia.

  1. perjanjian Postdam

perjanjian ini terjadi antara Uni Soviet (diwakili Losif Stalin), Britania Raya (diwakili Clement Richard Attle) dan Amerika Serikat (Harry S. Truman) di Postdam, Jerman tanggal 17 Juli hingga 2 Agustus 1945.

Isi perjanian Postdam:

  1. Kota Danzig dikembalikan kepada Polandia.
  2. Wilayah Jerman dibagi menjadi 2 yaitu Jerman Barat dibawah kekuasaan Sekutu dan Jerman Timur dibawah kekuasaan Uni Soviet.
  3. Angkatan perang Jerman harus dikurangi.
  4. Jerman membayar ganti rugi perang kepada Sekutu
  5. Tokoh-tokoh Nazi diadili sebagai penjahat perang.
  6. perjanjian Paris

Perjanjian ini dilakukan antara Sekutu dengan Italia. Hasilnya antara lain:

  1. Daerah Italia diperkecil
  2. Italia membayar ganti rugi perang
  3. Semua daerah jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris
  4. Abbessynia dan Albania dimerdekakan kembali
  5. Trieste menjadi Negara merdeka di bawah PBB
  6. pertemuan di Kapal Missouri

pertemuan itu terjadi antara Sekutu dengan Jepang pada 2 September 1945. Hasilnya adalah pernyataan penyerahan tanpa syarat Jepang kepada Sekutu.

  1. perjanjian San Fransisco

perjanjian ini antara Jepang dengan Sekutu, hasilnya adalah:

  1. Kepulauan Jepang dalam pengawasan tentara pendudukan Amerika Serikat
  2. Kepulauan Kuril dan Sakhalin diserahkan kepada Uni Soviet. Manchuria dan Taiwan diserahkan kepada Cina. Dan kepulauan-kepulauan Jepang di asia Psifik diserahkan kepada Amerika Serikat.
  3. Korea akan dimerdekakan, akan tetapi untuk sementara bagian selatan Korea akan dikuasai Amerika Serikat sedangkan bagian utara Korea akan dikuasai oleh Uni Soviet.
  4. Jepang akan membayar ganti rugi perang dan tokoh-tokoh fasisnya akan diadili sebagai penjahat perang.

DAMPAK PD II

  1. A. Dampak Politik
  2. Amerika Serikat dan Uni Soviet berkembang menjadi Negara Super Power / Adikuasa
  3. Lahirnya Negara-negara baru yang memerdekakan diri dari penjajahan. Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul Negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945), Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma (4 Januari 1948) dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
  4. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama misalnya NATO, METO, SEATO
  5. Munculnya politik memecah belah Negara misanya:
  6. Jerman dibagi menjadi dua Negara (Jerman Barat dan Jerman Timur)
  7. Korea dibagi menjadi dua (Korea Utara dan Korea Selatan)
  8. Indo-Cina dibagi menjadi tiga Negara, yaitu Laos, Kamboja dan Indo-Cina
  9. India dibagi menjadi India dan Pakistan
  10. Negara-negara imperialis dan kolonialis mengalami perlawanan dari nasionalisme yang berkembang di Asia dan Afrika
  11. Lahirnya organisasi perdamaian dunia United Nations Organization (UNO) atau Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tanggal 24 Oktober 1945
  12. Muncul perang dingin
  13. B. Dampak Ekonomi
  14. Perekonomian dunia hancur dan fasilitas kehidupan masyarakat mengalami kehancuran
  15. Muncul negara-negara donator (negara-negara yang memberi bantuan baik ekonomi maupun militer)
  16. Jepang dan Jerman berkembang sebagai negara industri
  17. Amerika serikat muncul menjadi negara kreditur
  18. C. Dampak Sosial
  19. Terdapat jutaan korban jiwa
  20. Meningkatnya kemiskinan dan kelaparan masyarakat
  21. Muncul wabah penyakit
  22. Peran cendikiawan semakin penting
  23. Muncul lembaga-lembaga social untuk membantu para korban perang

Anggota Sekutu

  1. Polandia: 1 September 1939
  2. Kerajaan Inggris: 3 September 1939 (Termasuk Kerajaan India & Negara Koloni)
  3. Perancis: 3 September 1939
  4. Australia: 3 September 1939
  5. Selandia Baru: 3 September 1939
  6. Nepal: 4 September 1939
  7. Afrika Selatan: 6 September 1939
  8. Kanada: 10 September 1939
  9. Norwegia: 9 April 1940
  10. Belgia: 10 Mei 1949
  11. Luksemburg: 10 Mei 1940
  12. Belanda: 10 Mei 1940
  13. Yunani: 28 Oktober 1940
  14. Kerajaan Yugoslavia: 6 April 1941
  15. Uni Soviet: 22 Juni 1941
  16. Tannu Tuva: 25 Juni 1941
  17. Panama: 7 Desember 1941
  18. Kosta RiKa: 8 Desember 1941
  19. Republik Dominika: 8 Desember 1941
  20. El Salvador: 8 Desember 1941
  21. Haiti: 8 Desember 1941
  22. Honduras: 8 Desember 1941
  23. Nikaragua: 8 Desember 1941
  24. Amerika Serikat: 8 Desember 1941
  25. China: 9 Desember 1941
  26. Guatemala: 1941, 9 Desember 1941
  27. Kuba: 9 Desember 1941
  28. Cekoslowakia : 16 Desember 1941
  29. Meksiko: 22 Mei 1942
  30. Brazil: 22 Agustus 1942
  31. Ethiopia: 14 Desember 1942
  32. Irak: 17 Januari 1943
  33. Bolivia: 7 April 1943
  34. Iran: 9 September 1943
  35. Italy: 13 Oktober 1943(sebelumnya anggota Kekuatan Poros)
  36. Kolombia: 26 November 1943
  37. Liberia: 27 Januari 1944
  38. Romania: 25 Agustus 1944(formerly a member of the Axis)
  39. Bulgaria: 8 September 1944(formerly a member of the Axis)
  40. San Marino: 21 September 1944
  41. Albania: 26 October 1944
  42. Hungaria: 20 January 1945(formerly a member of the Axis)
  43. Bahawalpur: 2 February 1945
  44. Ekuador: 2 February 1945
  45. Paraguay: 7 February 1945
  46. Peru: 12 February 1945
  47. Uruguay: 15 February 1945
  48. Venezuela: 15 February 1945
  49. Turki: 23 February 1945
  50. Libanon: 27 February 1945
  51. Arab Saudi: 1945 March
  52. Argentina: 27 March 1945
  53. Chili: 11 April 1945
  54. Mongolia: 9 August 1945

Negara-negara Poros adalah negara-negara yang menentang pihak Sekutu selama Perang Dunia II. Ada 3 negara utama dalam kekuatan poros yaitu; Nazi Jerman, Italia dan Kekaisaran Jepang. Pada puncak kejayaan mereka, Kekuatan Poros menguasai dominasi daerah yang sangat luas di Eropa, Asia, Afrika dan Oseania/Pasifik. Tetapi Perang Dunia II berakhir dengan kekalahan mereka. Seperti pihak Sekutu, keanggotaan Negara-negara Poros tidak tetap, dan beberapa negara bergabung dan kemudian meninggalkan Negara-negara Poros selama perang berlangsung.

// Anggota Negara-negara Poros yang utama

  1. Jerman, di bawah Adolf Hitler
  2. Italia, di bawah Benito Mussolini
  3. Jepang, Hideki Tōjō dan Kaisar Shōwa (Hirohito)

Anggota Negara-negara Poros minoritas

  1. Bulgaria
  2. Hongaria
  3. Yugoslavia
  4. Finlandia
  5. Thailand
  6. Rumania

Negara Boneka Jepang

  1. Manchukuo
  2. Mengjiang (bagian wilayah di Mongolia]]
  3. Nanking (bagian wilayah di Tiongkok)
  4. Burma
  5. Filipina
  6. India

Negara boneka Italia

  1. Albania
  2. Ethiopia

Negara boneka Jerman

  1. Serbia
  2. Republik Sosial Italia

Negara lainnya yang berkoalisi

  1. Negara Merdeka Kroasia
  2. Perancis Vichy
  3. Spanyol
  4. Denmark

Bekas anggota blok poros

Sebelum kita melanjutkan pada materi berikutnya jawablah pertanyaan berikut untuk mengetahui seberapa besar pemahaman kalian.

TUGAS INDIVIDU 1

Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Jelaskan yang dimasud dengan Negara Fasis!
  2. Sebutkan sebab khusus PD II di kawasan Asia Pasifik!
  3. Jelaskan kenapa Jerman menyerang Uni Soviet!
  4. Jelaskan kenapa Jepang menyerang Paerl Harbour!
  5. Jelaskan strategi loncat katak yang digunakan untuk mengalahkan Jepang!
  6. Apa dampak politik PD II bagi Jerman dan Korea?
  7. Apa dampak social PD II?
  8. Kenapa setelah PD II Amerika Serikat bias menjadi Negara kreditur?
  9. Kenapa akhirnya Uni Soviet tidak memihak blok poros?

10.  Apa dampak positif PD II terhadap bangsa Indonesia?

TUGAS KELOMPOK 1

TUNJUKKAN DALAM PETA NEGARA ANGGOTA BLOK POROS!

Kerjakan dengan diskusi kelompok kalian akan tetapi tiap siswa tetap mengerjakan sendiri-sendiri. Kemudian tiap-tiap kelompok mengumpulkan satu peta

TUGAS KELOMPOK 1

TUNJUKKAN DALAM PETA NEGARA ANGGOTA BLOK SEKUTU!

Kerjakan dengan diskusi kelompok kalian akan tetapi tiap siswa tetap mengerjakan sendiri-sendiri. Kemudian tiap-tiap kelompok mengumpulkan satu peta

Sejarah Kelas 8

July 29, 2009

Masuknya Kekuatan Asing dan Berkembangnya kolonialisme dan Imperialisme barat di Indonesia

a. Pengertian kolonialisme dan imperialisme

*. Kolonialisme

Kolonialisme berasal dari kata “colonus” yang artinya petani. Istilah ini diberikan pada para petani Yunani yang pindah dari negerinya yang tandus dan pindah ke daerah lain yang lebih subur. Para colonus tetap menjalin hubungan dengan negara asalnya, tapi oleh negara asal(induk) daerah tadi dianggap sebagai bagian dari negara induk dan harus tunduk pada negara asal (mother land). Dari sinilah muncul awal penjajahan (imperialisme).

Jadi kolonialisme adalah suatu sistem pemukiman warga suatu negara di luar wilayah induknya atau negara asalnya. Biasanya daerah koloni terletak di seberang lautan dan kemudian dijadikan bagian wilayah mereka.

*. Imperialisme
Berasal dari kata latin “imperare” yang artinya menguasai.Orang yang menguasai disebut imperator yang berarti raja atau penguasa. Imperium adalah daerah yang dikuasai imperator. Imperator menguasai bangsa yang mendiami wilayah imperium dengan alasan agar mereka merasa lebih aman atau lebih sejahtera. Jadi imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lain. Penjajahan dilakukan dengan jalan membentuk pemerintahan jajahan atau dengan menanamkan pengaruh dalam semua bidang kehidupan daerah yang dijajah.

Walaupun kolonialisme dan imperialisme berasal dari kata dan pengertian yang berbeda namun dalam prakteknya berarti satu yaitu penjajahan oleh bangsa satu terhadap bangsa lain. Kolonialisme lebih diartikan pada proses pembentukan atau penguasaan wilayah, sedangkan imperialisme lebih diartikan pada praktek penjajahannya.

b. Masuknya kekuatan barat dan berkembangnya kolonialisme dan imperialisme
barat di Indonesia

Latar belakang pelayaran orang-orang eropa ke dunia timur dimulai dengan peristiwa dikuasainya kota Konstantinopel(ibukota Romawi Timur) oleh bangsa Turki dalam perang salib (1453) membawa perubahan besar bagi bangsa eropa. Kesultanan Turki melarang orang kristen membeli rempah-rempah dari Konstantinopel yang waktu itu menjadi satu-satunya pusat perdagangan rempah-rempah di eropa. Hal inilah yang akhirnya memaksa orang orang eropa untuk berlayar ke dunia timur dengan tujuan mencari sendiri pusat rempah-rempah dunia.

Selain latar belakang di atas ada juga beberapa faktor yang mempercepat keinginan dari bangsa eropa untuk mengadakan pelayaran samodera, yaitu :

  1. Keinginan untuk membuktikan teori Copernicus (heliosentris) matahari adalah pusat dunia
  2. Keinginan untuk membuktikan teori Galileo Galilei yang menyatakan bahwa bumi itu bulat
  3. Keinginan untuk membuktikan kisah perjalanan Marcopolo dalam bukunya “Imago Mundi” yang menceritakan keajaiban dan kemakmuran di dunia timur (Cina)
  4. Ditemukannya kompas sebagai alat penunjuk arah dalam perjalanan
  5. Adanya semangat penaklukan (reconquista) terhadap orang-orang Islam di seluruh dunia
  6. Gold : keinginan untuk mencari kekayaan. Kekayaan yang dicari terutama adalah rempah-rempah
  7. Gospel : keinginan untuk menyebarkan agama nasrani. Bangsa eropa mempunyai tugas suci untuk menyebarkan agama nasrani ke seluruh dunia
  8. Glory : keinginan untuk mencari kejayaan dengan cara mencari daerah jajahan seluas-luasnya. Terdapat anggapan bahwa daerah jajahan adalah daerah yang jaya

Negara-negara pelopor perjalanan ke dunia timur

Masa ketika negara-negara eropa melakukan perjalanan ke dunia timur dikenal dengan sebutan abad penjelajahan samodera. Negara-negara yang mempeloporinya adalah Portugis dan Spanyol. Berikut tokoh-tokohnya :

Portugis :

  1. Bartholomeus Diaz (sampai ujung selatan Afrika 1486)

Adalah bangsa Portugis pertama yang melakukan penjelajahan samudera. Ia melakukan pelayaran melalui arah timur dengn menelusuri Pantai Barat Afrika yang kemudian sampai di ujung Afrika selatan. Tapi keinginan Bartholomeus Diaz untuk sampai ke daerah timur gagal karena kapalnya mengalami kerusakan karena terhempas badai di Tanjung harapan.

  1. Vasco da Gama ( sampai India 1498)

Adalah penerus Bartholomeus Diaz, dia berlayar mengambil rute dari tanjung harapan menuju Mozambique dan tahun 1494 sampai di Calicut (India).

  1. Alfonso d’ Albuquerque ( sampai Malaka 1511, Maluku 1512)

Adalah orang Portugis pertama yang sampai di Indonesia dengan melalui rute yang telah dibuat oleh Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gamma dia sampai di Kalaka dan Maluku.

Spanyol :

  1. Colombus ( penemu jalan ke Amerika, mendarat di kepulauan Bahama dan Haiti 1492)

Pelayarannya dimulai kea rah barat menyeberangi Samudera Atlantik dan berhasil mendarat di kepulauan Bahama dan menemukan Benua Amerika. Nama Amerika diambil dari nama pendamping Columbus saat melakukan pelayaran, dia adalah Amerigo Vespucci.

  1. Ferdinand de Magelhaenz (pengeliling dunia pertama 1519 – 1522)

Ia berlayar ke arah barat mengikuti jejak Columbus. Adapun rute yang ditempuh adalah dari Tanjung Verde (di Lautan Atlantik) menyeberang kea rah selatan hingga mencapai ujung Benua amerika (Selat Magelhaens). Dari sini dia menyeberangi lautan Pasifik kea rah barat dan berhasil mendarat ke Pulau Guam. Dari Pulau Guam pelayaran diteruskan ke Filipina, di Filipina dia mendapat masalah dengan penduduk local hingga dia tewa (1512). Kemudian pelayaran dilanjutkan oleh Juan Sebastian del Cano. Mereka singgah di Maluku untuk membeli rempah-rempah dan dibawa kembali ke Sepanyol.
Negara-negara eropa yang lain seperti Inggris, Perancis, Belanda dll akhirnya mengikuti jejak Portugis dan Spanyol mengadakan penjelajahan samudera.

Akibat penjelajahan samudera adalah:

- ditemukannya benua baru oleh bangsa eropa, seperti Amerika, Australia.

- Munculnya penjajahan yang dirasakan oleh bangsa pribumi

- Pengenalan budaya barat kepada penduduk asli

c. Perkembangan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

Secara umum kedatangan bangsa barat di Indonesia dilatar belakangi oleh adanya kebutuhan mendesak mencari rempah-rempah, yang kemudian diikuti oleh mencari kejayaan dan menyebarkan agama (Glory, Gold, Gospel). Bangsa-bangsa barat yang pernah menjajah Indonesia antara lain : Spanyol, Portugis, Inggris, Perancis (tidak langsung), Belanda. Spanyol masuk dari Filipina ke Maluku (Tidore) tahun 1521, Portugis masuk Indonesia dari Malaka ke Maluku (Ternate) 1512.

Belanda masuk ke Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Di Indonesia mereka mendirikan VOC (1602).

1.      Bangsa Portugis Menjajah Indonesia

Pada tahun 1512, bangsa Portugis yang dipimpin oleh Fransisco Serrao mulai berlayar menuju Kepulauan Maluku. Bahkan pada tahun 1521, Antonio de Brito diberi kesempatan untuk mendirikan kantor dagang dan beneng Santo Paolo di Ternate sebagai tempat berlindung dari serangan musuh. Orang-orang Portugis yang semula dianggap sebagai sahabat rakyat ternate berubah menjadi pemeras dan musuh.

2.      Bangsa Spanyol Menjajah Indonesia

Pelaut Spanyol berhasil mencapai Kepulauan Maluku pada tahun 1521 setelah terlebih dahulu singgah di Filipina disambut baik oleh rakyat Tidore. Bangsa Spanyol dimanfaatkan oleh rakyat Tidore untuk bersekutu dalam melawan rakyat Ternate. Maka pada tahun 1534, diterbitkan perjanjian Saragosa (tahun 1534) yang isinya antara lain pernyataan bahwa bangsa Spanyol memperoleh wilayah perdagangan di Filipina sedangkan bangsa Portugis tetap berada di Kepulauan Maluku.

3.      Bangsa Belanda Menjajah Indonesia

Proses penjajahan bangsa Belanda terhadap Indonesia memakan waktu yang sangat lama, yaitu mulai dari tahun 1602 sampai tahun 1942. Penjelajahan bangsa Belanda di Indonesia, diawali oleh berdirinya persekutuan dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC).

Penjelajah Belanda, Cornelisde Houtman, mendarat kali pertama di Indonesia pada tahun 1596. Pada tahun 1598, bangsa Belanda mendarat di Banten untuk kali kedua dan dipimpin oleh Jacob Van Neck. VOC (Verangde Oost Indische Compagnie)

Setelah Cornellis de Houtman sampai di Banten tahun 1596 maka pada tahun 1598 Compagnie Van Verre di Belanda memberangkatkan 8 kapal di bawah pimpinan Jacob Van Neck dan Warwijk yang membutuhkan waktu 7 bulan sampai di Banten keberhasilan pelayaran tersebut mendorong keinginan berbagai perusahaan di Belanda untuk memberangkatkan kapalnya ke Indonesia ada 14 perusahaan yang telah memberangkatkan 62 kapal. Sementara itu Portugis berusaha keras untuk menghancurkan mereka.

Atas usul Johan Van Oldenbarneveld dibentuklah sebuah perusahaan yang disebut Vereemigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tanggal 20 Maret 1682. Tujuan pembentukan VOC tidak lain adalah menghindarkan persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern).

Kepemimpinan VOC dipegang oleh dewan beranggotakan 17 orang yang berkedudukan di Amsterdam. Oleh Pemerintahan Belanda, VOC diberi oktroi (hak-hak istimewa untuk menjalankan pemerintahannya sendiri) sebagai berikut :
1.    Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia
2.    Monopoli perdagangan
3.    Mencetak dang mengedarkan uang sendiri
4.    Mengadakan perjanjian
5.    Menaklukkan perang dengan negara lain
6.    Menjalankan kekuasaan kehakiman
7.    Pemungutan pajak
8.    Memiliki angkatan perang sendiri
9.    Mengadakan pemerintahan sendiri.

Untuk melaksanakan kekuasaannya di Indonesia diangkatlan jabatan Gubernur Jenderal VOC antara lain:
1. Pieter Both, merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610-1619 di Ambon.
2. Jan Pieterzoon Coen, merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia). Karena letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara memudahkan pelayaran ke Belanda.

Setelah berpusat di Batavia, VOC melakukan perluasan kekuasaan dengan pendekatan serta campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia antara lain Mataram, Banten, Banjar, Sumatra, Gowa (Makasar) serta Maluku. Akibat hak monopoli yang dimilikinya. VOC memaksakan kehendaknya sehingga menimbulkan permusuhan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Untuk menghadapi perlawanan bangsa Indonesia VOC meningkatkan kekuatan militernya serta membangun benteng-benteng seperti di Ambon, Makasar, Jayakarta dan lain-lain.

Bagaimana cara Belanda memperoleh monopoli perdagangan di Indonesia? Cara yang dilakukan VOC adalah:
1.
Melakukan pelayaran hongi untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark. Hal ini banyak dijumpai di pelabuhan bebas Makasar.
Perhatikan Kapal hongi pada gambar di atas! Hongi adalah nama jenis perahu di Maluku yang bentuknya panjang dipakai untuk patroli laut Belanda yang didayung secara paksa oleh penduduk setempat.
2. Melakukan Ekstirpasi yaitu penebangan tanaman, milik rakyat. Tujuannya adalah mepertahankan agar harga rempah-rempah tidak merosot bila hasil panen berlebihan (over produksi). Ingat hukum ekonomi!
3. Perjanjian dengan raja-raja setempat terutama yang kalah perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC. Penyerahan wajib disebut Verplichte Leverantien
4. Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak, yang disebut dengan istilah Contingenten

Seiring dengan perubahan permintaan dan kebutuhan di Eropa dari rempah-rempah ke tanaman industri yaitu kopi, gula dan teh maka pada abad 18 VOC mengalihkan perhatiannya untuk menanam ke tiga jenis barang komoditi tersebut. Misalnya tebu di Muara Angke (sekitar Batavia), kopi dan teh daerah Priangan (prianger stelsel).

Dalam melaksanakan pemerintahan VOC banyak mempergunakan tenaga Bupati. Sedangkan bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa untuk beberapa tahun lamanya.

Pada pertengahan abad ke 18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan.
1. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
2. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa.
3. Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak
4. Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan
5. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis.
6. Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.

Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

TUGAS 1

Lengkapi peta dunia berikut dengan jalur pelayaran yang dilalui oleh Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama, Alfonso d’ Albuquerque, Colombus dan Ferdinand de Magelhaenz

peta-dunia

TUGAS 2

Jawablah pertanyaan ini dengan singkat dan jelas!

  1. Siapakah penjelajah samudera Belanda pertama yang mendarat di Indonesia?
  2. Atas usulan siapakah VOC didirikan?
  3. Apa tujuan didirikannya VOC?
  4. Sebutkan hak-hak istimewa VOC!
  5. Jelaskan tujuan dari pelayaran Hongi!
  6. Jelaskan tujuan dari pelayaran Ekstirpasi!
  7. Jelaskan tujuan dari pelayaran Verplichte Leverantien!
  8. Jelaskan tujuan dari pelayaran Contingenten!
  9. Sebutkan factor-faktor yang menyebabkan runtuhnya VOC!

10.  Jelaskan kenapa para pegawai VOC banyak yang melakukan korupsi!

Sejarah kelas 7

July 29, 2009

Pengertian Pra Sejarah

Zaman Pra sejarah disebut juga dengan nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) selain itu disebut juga dengan istilah pra aksara (pra: sebelum dan aksara: tulisan) adalah zaman sebelum ada tulisan. Sehingga pada zaman ini belum ada bukti tertulis.
Jadi bisa dikatakan zaman pra sejarah adalah zaman mulai ada manusia sampai ditemukan tulisan. Jadi, jika manusia atau kelompok manusia telah mengenal tulisan, berarti mereka telah meninggalkan zaman pra sejarah dan memasuki jaman sejarah. Berakhirnya jaman pra sejarah bagi tiap-tiap bangsa tidaklah sama tergantung dari adanya penemuan tertulis pertama, yang bias dilihat dari angka tahun pada catatan tertulis tersebut.
Zaman Sejarah yaitu zaman mulai ditemukan tulisan.
Setiap bangsa yang ada di dunia ini mempunyau sejarah masing-masing. Untuk mengetahui gambaran masa lalu manusia maka peninggalan-peninggalan sejarah menjadi penting. Peninggalan-peninggalan sejarah akan membantu mengungkapkan masa lalu. Pengetahuan sejarah disusun berdasarkan sejumlah peninggalan peristiwa sejarah disebut “sumber sejarah”

Bangsa-bangsa di dunia memasuki sejarah berbeda-beda,misal:
1. Bangsa India memasuki sejarah tahun 2500 SM
2. Bangsa Mesir memasuki sejarah tahun 2000 SM
3. Bangsa Mesopotamia memasuki sejarah tahun 1500 SM
4. Bangsa Indonesia memasuki sejara tahun 400 M

Sumber-sumber sejarah terdiri atas sumber lisan, sumber tertulis dan sumber benda:
1. Sumber lisan
Sumber lisan merupakan keterangan langsung yang diperoleh dari orang-orang yang terlibat dalam peristiwa ataupun orang-orang yang menyaksikan peristiwa tersebut.
2. Sumber tertulis
Sumber tertulis merupakan keterangan yang diperoleh melalui peninggalan-peninggalan tertulis yang mencatat peristiwa yang terjadi di masa lampau. Misalnya prasasti, dokumen, naskah, kaligrafi, laporan, surat kabar dan lain-lain.
3. Sumber benda
Sumber benda merupakan keterangan yang diperoleh dari peninggalan-peninggalan benda-benda kebudayaan yang berhubungan dengan kehidupan manusia pada masa lampau. Misalnya alat-alat dari batu, senjata, candi, bangunan gedung patung dan lian-lain.

Sumber sejarah yang dapat memberikan informasi kehidupan zaman pra sejarah antara lain :
1. Fosil adalah sisa-sisa kehidupan organik yang telah membatu. Fosil yang dapat memberi petunjuk kehidupan zaman pra sejarah disebut sebagai fosil pandu atau leit fosil
2. Artefak adalah peralatan yang digunakan manusia purba.
Beberapa contoh artefak adalah:
a. Kjokkenmoddinger atau sampah dapur adalah tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit.
b. Abris sous roche atau tempat perlindungan di bawah karang merupakan tempat tinggal yang digunakan manusia purba.

Untuk mempelajari kehidupan manusia purba diperlukan adanya ilmu bantu pra sejarah yaitu:
1. Paleoantropologi yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk manusia.
2. Paleontology yaitu ilmu yang mempelajari sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu.
3. Geologi yaitu ilmu yang mempelajari lapisan tanah.

Ada 3 macam cara mempelajari peninggalan zaman pra sejarah :
1. Stratigrafi yaitu cara mempelajari peninggalan purba berdasarkan letaknya dalam lapisan tanah.
2. Tipologi yaitu cara mempelajari peninggalanpurba dengan cara mengelompokkan benda-benda purbakala ke dalam kelompok sejenis
3. Kimiawi yaitu cara penentuan umur berdasarkan unsur-unsur kimia yang dikandung benda tsb.

TUGAS 1
Tugas kelompok materi pengertian pra sejarah
Diskusikan bersama kelompokmu dan jelaskan kenapa tiap-tiap daerah tidak sama ketika memasuki jaman sejarah!!!

Pembagian Zaman Pra Sejarah

Pembagian zaman pra sejarah berdasarkan Geologi
1. Arkaekum
Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
2. Paleozoikum
Paleozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman primer atau zaman hidup tua berlangsung selama 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
3. Mesozoikum
Mesozoikum atau sering pula disebut sebagai zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan berlangsung selama kira-kira 140 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Pada zaman pertengahan ini, reptil berkembang dan menyebar ke seluruh dunia sehingga pada zaman ini sering pula disebut sebagai zaman reptil.
4. Neozoikum
Neozoikum atau zaman hidup pertengahan dibagi menjadi menjadi dua zaman, yaitu zaman Tersier dan zaman Kuartier.
Zaman Tersier berlangsung sekitar 60 juta tahun. Zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui. Sementara itu,
Zaman Kuartier ditandai dengan munculnya manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Zaman kuartier dibagi lagi menjadi dua zaman, yaitu zaman Pleitosen dan Holosin. Zaman Pleitosen (Dilluvium) berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba.
Zaman pleistosen ditandai dengan meluasnya lapisan es di kedua kutub Bumi (zaman glacial) dan diseling dengan zaman ketika es kembali mencair (zaman interglacial). Keadaan ini silih berganti selama zaman pleistosin sampai empat kali. Di daerah tropika zaman glacial ini berupa zaman hujan (zaman pluvial) yang diseling dengan zaman kering (interpluvial).
Pada zaman glacial permukaan air laut telah menurun dengan drastis sehingga hanyak dasar laut yang kering menjadi daratan. Di Indonesia bagian barat dasar laut yang mengering itu disebut Dataran Sunda, sedangkan di Indonesia bagian timur disebut Dataran Sahul. Dataran Sunda telah menyebabkan kepulauan Indonesia bagian barat menjadi satu dengan Benua Asia, sedangkan Dataran Sahul telah pula menghubungkan kepulauan Indonesia bagian timur dengan Benua Australia. Itulah sebabnya fauna dan flora Indonesia barat mirip dengan fauna dan flora Asia dan sebaliknya fauna dan flora Indonesia timur mirip dengan Australia. Manusia yang hidup zaman pleistosin adalah spesies homo erectus, yang menjadi pendukung kebudayaan batu tua (Palaeolithicum).
Zaman pleistosin berakhir 10.000 tahun Sebelum Masehi kemudian diikuti oleh datangnya zaman Alluvium atau zaman Holosin yang masih berlangsung sampai sekarang. Dari zaman holosin ini muncullah nenek moyang manusia sekarang, yaitu spesies homo sapiens atau makhluk cerdas.
Pembagian zaman pra sejarah berdasarkan Arkeologi:
1. Zaman Batu
Zaman Batu adalah masa zaman prasejarah yang luas, ketika manusia menciptakan alat dari batu (karena tak memiliki teknologi yang lebih baik). Kayu, tulang, dan bahan lain juga digunakan, tetapi batu (terutama flint) dibentuk untuk dimanfaatkan sebagai alat memotong dan senjata. Istilah ini berasal sistem tiga zaman. Zaman Batu sekarang dipilah lagi menjadi masa Paleolitikum, Mesolitikum, dan Neolitikum, yang masing-masing dipilah-pilah lagi lebih jauh.
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang.
Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:
a. Zaman batu tua (Palaeolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus.
Ciri-ciri :
 Pola kehidupan meliputi meramu tumbuh-tumbuhan, menangkap ikan & berburu binatang. Pola hidup seperti ini disebut food gathering.
 Peralatan masih terbuat dari batu atau tulang yang masih kasar.
 Jenis alat yg dihasilkan dan digunakan adalah kapak genggam, kapak perimbas dan alat serpih
 Bertempat tinggal secara nomaden (berpindah2)
 Belum mengenal arti seni

Peninggalan Zaman batu tua (palaeolitikum), ditemukan didaerah :
 Pacitan (berupa kapak genggam / chopper) dan dsebut dengan Kebudayaan Pacitan.
 Ngandong (Blora) berupa alat2 yg terbuat dari tanduk & tulang. Alat tsb dikenal dengan Kebudayaan Ngandong.

b. Zaman batu madya /tengah (mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Manusia pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoide (mayoritas) dan Mongoloide (minoritas).
Ciri-ciri :
 Peralatan Masih terbuat dari batu atau tulang yang masih kasar.
 Jenis alat yang digunakan adalah peble / kapak Sumatra
 Bertempat tinggal secara nomaden (berpindah-pindah)
 Mengenal seni yg berupa lukisan didinding goa yang berbentuk cap tangan dan babi hutan
 Ditemukan Kjokken Moddinger atau bukit-bukit kerang hasil sampah dapur, banyak ditemukan dipesisir pantai timur Pulau Sumatera.
 Tahun 1925 Kjokken Moddinger diteliti oleh Dr. P.V Van Stein Callenfels. Dan ditemukan juga gampak genggam (pebble), kapak pendek (hache courte). Karena ditemuka didaerah Sumatra maka dinamakan sumatralith.
 Ditemukan Abris Sous Roche yaitu goa sebagai tempat tinggal manusia purba.
 Didalam goa juga ditemukan alat2 berupa mata panah, flakes, batu penggilingan dan kapak batu
 Sudah mengenal kepercayaan

Peninggalan Flakes & Pebble (kapak Sumatra) ditemukan didaerah :
 Timor & Rote oleh Alfred Buhler. Flakes yg ditemukan sudah bertangkai.
 Bandung (merupakan penemuan flakes terbesar) meliputi Padalarang, Bandung Utara, Cicalengka, Banjaran & Soreang ditemukan oleh Von Koenigswald dan disebut Kebudayaan Danau Bandung.
 Doa Leang Patta E di Toala (Sulawesi Selatan) oleh Van Stein Callenfels dan disebut Kebudayaan Toala.

c. Zaman batu muda / baru (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu baru (Neolithicum) sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).
Ciri-ciri :
 Pola kehidupan food producing adalah mampu mengolah tanah dengan teknik sederhana mulai dari membersihkan hutan, membajak sawah & menamaminya.
 Peralatan sudah dihaluskan bahkan diberi tangkai .
 Jenis alat yg digunakan adalah kapak persegi & kapak lonjong
 Sudah bertempat tinggal menetap (sedenter)
 Pakaian terbuat dari kulit kayu & perhiasannya terbuat dari batu & manik-manik
 Telah memiliki kemampuan bercocok tanam
 Sudah mengenal kepercayaan Animisme & Dinamisme
 Mengenal perdagangan dengan system barter.
 Memiliki keterampilan membuat peralatan dr tanah liat (tembikar).
 Tembikar banyak ditemukan di daerah Yogyakarta, Pacitan, Melolo (Sumba)

d. Zaman batu besar (megalitikum)
Disebut Zaman batu besar (megalitikum), karena kebudayaan umumnya terbuat dari batu dalam ukuran besar.
Benda hasil kebudayaan Zaman batu besar adalah :
1. Menhir adalah tugu yang terbuat dari batu besar untuk memuja arwah nenek moyang. Ditemukan di Sumatera, Sulawesi Tengah & Kalimantan.
2. Dolmen adalah Meja batu untuk meletakan sesaji yang akan dipersembahkan kepada leluhur. Ditemukan di Sumatera Barat & Sumbawa.
3. Kubur batu adalah tempat menyimpan mayat / peti jenazah yg terdiri dari lempengan batu pipih. Ditemukan di Kuningan (Jawa Barat)
4. Waruga adalah Kubur batu / peti jenazah yg berbentuk kubus. Ditemukan di Sulawesi Tengah & Utara
5. Sarkofagus adalah Kubur batu / peti jenazah yg berbentuk lesung dan terbuat dari batu utuh (tunggal) Ditemukan di BALI & Jawa Timur
6. Arca Patung adalah mengambarkan manusia atau binatang Arca Zaman megalitikum ditemukan di Lamung, Jawa Tengah & Jawa Timur
7. Punden Berundak adalah Batuan yang disusun berundak-undak merupakan bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang. Ditemukan di Lebak Sibedug (Banten)

2. Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu setangkup dengan menggunakan 2 cetakan yg ditangkupkan yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin lengkap dengan hiasannya yang disebut a cire perdue. Kelebihan dari teknik a cire perdue adalah dapat digunakan berkali kali. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:
a. Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
b. Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Peralatan pada zaman perunggu :
a. Nekara adalah genderang besar dari perunggu. Berbentuk seperti dandang tertelungkuo & biasanya digunakan u acara penyembahan terhadap roh nenek moyak. Ditemukan didaerah Sumatera, Jawa, Bali, Sangeang, Leti, Selayar & Kepulauan Kei.
b. Moko adalah genderang kecil dari perunggu. Nekara yg berukuran kecil. Biasanya digunakan sebagai mas kawin. Ditemuka didaerah Alor
c. Kapak corong / kapak sepatu. Pada bagian atasnya berbentuk corong dan pada bagian corongnya dimasukan tangkai dari kayu yg menyiku. Ditemukan didaerah , Sulawesi Selatan, Pulau Selayar & Danau Sentani (Papua)
d. Arca perunggu
e. Perhiasan perunggu. Merupakan bagian dari kebudayaan Dongson (Vietnam)
f. Bejana perunggu
c. Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500°C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.

Catatan :
Antara zaman neolithicum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalithicum, yaitu kebudayaan yang mengunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalithicum justru pada zaman logam.

TUGAS 2
TUGAS INDIVIDU MATERI PEMBAGIAN JAMAN PRA SEJARAH

Lengkapipertanyaan  berikut dengan pembagian zaman berdasar geologi

1 Arkaekum
WAKTU TERJADI:

JENIS MAKHLUK YANG HIDUP PADA JAMAN TERSEBUT:

2 Paleozoikum
WAKTU TERJADI:

JENIS MAKHLUK YANG HIDUP PADA JAMAN TERSEBUT:

3 Mesozoikum
WAKTU TERJADI:

JENIS MAKHLUK YANG HIDUP PADA JAMAN TERSEBUT:

4 Neozoikum
WAKTU TERJADI:

JENIS MAKHLUK YANG HIDUP PADA JAMAN TERSEBUT:

Lengkapi pertanyaan  berikut dengan pembagian zaman bedasar arkeologi

1 Zaman batu tua (Palaeolitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

JENIS PENINGGALAN:

2 Zaman batu madya /tengah (mesolitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

 

JENIS PENINGGALAN:

 

 

3 Zaman batu muda / baru (Neolitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

 

JENIS PENINGGALAN:

 

 

4 Zaman batu besar (megalitikum)

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

 

JENIS PENINGGALAN:

 

 

5 Zaman tembaga

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

 

JENIS PENINGGALAN:

 

 

6 Zaman perunggu

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

 

JENIS PENINGGALAN:

 

 

7 Zaman besi

CIRI-CIRI KEHIDUPAN:

 

JENIS PENINGGALAN:

 

 

Hello world!

July 22, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.